Tag: Juventus

  • Terus Dipepet AC Milan dan Juventus, Nikola Milenkovic Ragu Bertahan di Fiorentina

    Terus Dipepet AC Milan dan Juventus, Nikola Milenkovic Ragu Bertahan di Fiorentina

    Berita AC Milan – Masa depan Nikola Milenkovic tengah diselimuti keraguan setelah terus dipepet oleh dua tim raksasa Serie A, AC Milan dan Juventus. Pemain sepakbola asal Serbia itu tampil solid dalam beberapa musim terakhir dan tak mengherankan jika kini banyak tim mulai meminatinya.

    Bek berusia 24 tahun itu sebelumnya sempat menjadi target West Ham musim panas lalu tetapi perpanjangan kontrak satu tahun dengan Fiorentina telah menutup pintu tim Liga Inggris itu untuk menggaetnya.

    Milenkovic menjalani musim yang bagus di bawah asuhan pelatih Vincenzo Italiano dan ia terus membuktikan dirinya sebagai bek tengah yang kuat.

    Seperti dilansir La Nazione, Juventus dan Milan sama-sama telah meminta informasi kepada Fiorentina tentang Milenkovic menjelang kemungkinan kepindahannya di jendela transfer musim panas, dengan Stefano Pioli khususnya menjadi penggemar berat bek Serbia tersebut.

    Fiorentina ingin mengikat Milenkovic ke kontrak baru dalam beberapa minggu mendatang, meskipun minat Bianconeri dan AC Milan bisa memperumit masalah.

    Milenkovic yang berusia 24 tahun telah membuat 31 penampilan di semua kompetisi sejauh musim ini, dengan total 2653 menit. Dalam periode tersebut, dia mencetak tiga gol dan membantu tim mencatatkan sembilan clean sheet.

  • Perbedaan Mendasar Kepergian Kessie dan Dybala dari Milan dan Juventus

    Perbedaan Mendasar Kepergian Kessie dan Dybala dari Milan dan Juventus

    Berita AC Milan – Paulo Dybala dan Franck Kessié adalah bintang Serie A terbaru yang akan meninggalkan klub mereka dengan status bebas transfer. Tetapi ada satu perbedaan utama antara cara Juventus dan Milan melakukan negosiasi.

    Saat ini terlihat semakin banyak pemain Serie A yang pergi di akhir kontrak mereka. Kecenderungan yang semakin diperkuat oleh Dybala dan Kessie yang hengkang dari Juventus dan Milan pada bulan Juli nanti.

    Pemain Pantai Gading sudah menandatangani kontrak dengan Barcelona, ​​sedangkan Dybala sudah mulai mencari rumah baru setelah diberitahu oleh Juventus bahwa dia tidak lagi diinginkan di klub.

    Bertentangan dengan Kessié, Dybala pada awalnya telah sepakat untuk menandatangani kontrak baru dengan Juventus, tetapi raksasa Serie A tiba-tiba menarik proposal mereka setelah beberapa bulan kemudian.

    Maurizio Arrivabene telah menjelaskan bahwa Dybala bukan lagi inti dari proyek mereka, yang telah berubah cukup cepat mengingat Pavel Nedved telah mengklaim pada bulan September bahwa Juventus melihat No.10 mereka sebagai kapten masa depan mereka.

    Kessié, di sisi lain, selalu menjadi pusat proyek teknis Milan dan Rossoneri membuat penawaran terbaik yang mereka mampu. Menurut laporan terbaru, gelandang Pantai Gading telah menandatangani kontrak baru 6,5 juta euro per tahun di Barcelona, ​​​​yang mana nilai itu tak jauh dari yang ditawarkan AC Milan.

    Ada kemungkinan bahwa biaya agen kembali membuat perbedaan dalam negosiasi, mirip dengan musim lalu ketika Diavoli gagal mengikat Gigio Donnarumma ke kontrak baru. Pemain internasional Italia itu akhirnya menandatangani kontrak dengan PSG dengan gaji awal yang bahkan lebih rendah dari yang ditawarkan Milan. (Gaji tetap € 7 juta, ditambah tambahan € 3 juta, Milan menawarkan € 8 juta).

    Diavoli ingin mempertahankannya sebanyak yang mereka inginkan agar Hakan Calhanoglu dan Kessié tetap bertahan. Di sisi lain, Juventus menendang Dybala dengan berubah pikiran setelah mencapai kesepakatan dengan pemain yang tidak mengharapkan klub untuk berpaling darinya.

    Ini mungkin menunjukkan bahwa direktur Juventus memiliki gagasan yang tidak pasti tentang bagaimana mengembangkan tim dalam jangka panjang, mengingat bahwa mereka benar-benar mengubah pendirian mereka terhadap Dybala dalam waktu hanya enam bulan.

    Pada saat yang sama, pemain Argentina itu tampak sebagai pemain paling penting setelah kepergian Cristiano Ronaldo di musim panas kemarin, tetapi ia mulai diragukan karena sering terganggu masalah cedera dan – mungkin – kepribadian yang tidak terlalu kuat di dalam ruang ganti.

    Pertanyaannya sekarang: bagaimana Juventus akan menggantikan Dybala? Ada banyak nama di atas meja, meskipun masih harus dilihat apakah Nyonya Tua akan kehilangan aset lain di masa depan karena Federico Bernardeschi juga tampaknya akan meninggalkan Turin dengan status bebas transfer.

    Dalam hal ini, Juventus akan membutuhkan pemain sayap dan gelandang serang atau Meazzala dan bukan kebetulan bahwa beberapa bintang top telah dikaitkan dengan kepindahan ke Stadion Allianz: dari Mohamed Salah ke Paul Pogba, Sergej Milinkovic-Savic, Giacomo Raspadori, Renato Sanches dan Nicolò Zaniolo.

    Milan sudah mendapatkan pengganti yang solid untuk Donnarumma pada diri Mike Maignan, tapi entah bagaimana mereka kesulitan untuk menemukan pengganti Calhanoglu.

    Brahim Diaz memiliki awal yang menakjubkan musim ini tetapi telah menurun secara dramatis selama berbulan-bulan, jadi Stefano Pioli menggunakan Franck Kessié di posisi lini tengah menyerang dalam peran yang dinamai ‘false 10.’

    Ironisnya, target utama Milan untuk menggantikan Kessié juga ada dalam agenda Juventus: Renato Sanches. Namun untuk kasus ini Milan tampaknya lebih memimpin Nyonya Tua dan Arsenal dalam perlombaan untuk mengamankan jasanya.

    Sejujurnya, Dybala akan menjadi bagian yang sempurna untuk ditambahkan ke tim Milan saat ini, tetapi masih harus dilihat apakah Rossoneri mampu membelinya, terutama jika Zlatan Ibrahimovic memutuskan untuk bertahan.

    Milan dan Juventus mengambil jalan yang berbeda, yang membawa mereka ke tujuan yang sama. Sekarang terserah Federico Cherubini, Maurizio Arrivabene, Paolo Maldini dan Ricky Massara untuk membangun tim yang lebih kuat tanpa dua bintang utama mereka.

  • Massimiliano Allegri: Inter, AC Milan dan Napoli Bakal Mati-matian Kejar Scudetto

    Massimiliano Allegri: Inter, AC Milan dan Napoli Bakal Mati-matian Kejar Scudetto

    Berita AC Milan – Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri mengatakan bahwa timnya saat ini tidak sedang fokus dalam perburuan Scudetto. Ia menilai hanya Inter, AC Milan dan Napoli yang bakal mati-matian menjuarai Serie A pada akhir musim.

    Juventus sebenarnya merupakan salah satu tim yang selalu menjadi unggulan juara Serie A setiap tahunnya. Sebab dalam satu dekade terakhir mereka sukses meraih Scudetto dalam beberapa tahun secara beruntun.

    Akan tetapi, mulai musim 2020/21 lalu performa Juventus sudah tidak sama lagi seperti di tahun-tahun sebelumnya. Musim lalu saja, mereka hanya dapat finish di posisi empat klasemen akhir Serie A 2020/21.

    Setelah pertandingan melawan Empoli pada Minggu (27/2) kemarin, Massimiliano Allegri selalu pelatih Juventus mengomentari soal perburuan Scudetto musim ini. Pelatih 54 tahun itu mengaku timnya hanya fokus untuk finish di empat besar musim ini dan tidak masuk dalam perburuan Scudetto.

    Ia juga mengatakan saat ini hanya akan ada tiga tim yang benar-benar mengejar gelar Scudetto pada akhir musim. Tiga tim tersebut merupakan para pemuncak klasemen sementara Serie A yaitu AC Milan, Inter dan Napoli.

    “Perebutan gelar akan menjadi pertarungan mati-matian tiga tim di atas sana. Tujuan kami sekarang hanya finish di empat besar, kami harus bermain konsisten. Atalanta, Fiorentina dan Lazio mulai mengejar jumlah poin kami.” ucap Allegri kepada DAZN.

    Meskipun Allegri berkata demikian, skuat AC Milan tidak boleh lengah dan menurunkan kualitas permainan. Sebab Juventus bisa saja menjadi “pesaing baru” dalam perburuan Scudetto musim ini. Jika Rossoneri banyak kehilangan poin dan Juventus berhasil mengumpulkan banyak poin sebelum akhir musim.

  • Bukan Juventus, Antonio Nocerino Unggulkan Tiga Tim Ini Dalam Perburuan Scudetto

    Bukan Juventus, Antonio Nocerino Unggulkan Tiga Tim Ini Dalam Perburuan Scudetto

    Berita AC Milan – Mantan pemain AC Milan, Antonio Nocerino yakin kalau Rossoneri, Inter Milan dan Napoli berada di urutan terdepan dalam perburuan Scudetto 2021/22. Hal ini cukup mengejutkan, karena dirinya tidak menempatkan juara Scudetto sembilan kali beruntun yakni Juventus dalam urutan tersebut.

    Bagi kalian yang tidak mengenal Nocerino, ia sebenarnya pernah memperkuat AC Milan selama lima tahun. Lebih tepatnya pada periode 2011-2016. Tetapi, dalam rentang waktu tersebut ia lebih banyak dipinjamkan ke klub lain ketimbang bermain untuk Rossoneri.

    West Ham United, Torino dan Parma merupakan sederet klub yang pernah meminjam Nocerino dari AC Milan dalam rentang waktu tersebut. Hingga pada akhirnya, klub melepas Nocerino secara gratis pada Februari 2016.

    Saat menjalani interview bersama TuttoJuve pada Jumat (18/2) waktu setempat, Nocerino mengatakan bahwa dirinya mengunggulkan tiga tim dalam perburuan Scudetto musim ini. Tiga tim tersebut adalah AC Milan, Inter Milan serta Napoli.

    “AC Milan terpaut satu poin dengan Inter Milan dan Napoli di bawahnya. Namun, apapun masih bisa terjadi setelah tiga tim tersebut bermain pekan ini. Bagi saya, tiga tim itu punya peluang besar untuk memenangkan kompetisi.” ujar Antonio Nocerino dikutip dari Sempre Inter.

    Apa yang diungkapkan pria yang kini berusia 36 tahun itu cukup masuk akal. Karena sejauh ini performa Juventus di Serie A masih belum dalam performa yang stabil di tangan Massimiliano Allegri.

    Di satu sisi, AC Milan, Inter Milan serta Napoli terus memetik poin sekaligus melebarkan jarak mereka dari Juventus yang berada di urutan keempat. Juventus bahkan terpaut enam poin dari Napoli yang kini menempati urutan ketiga klasemen sementara Serie A 2021/22.

  • Ivan Gazidis Sebut Dominasi Juventus Tidak Sehat untuk Sepak Bola Italia

    Ivan Gazidis Sebut Dominasi Juventus Tidak Sehat untuk Sepak Bola Italia

    Berita AC Milan – Pada 2018 silam, Ivan Gazidis ditunjuk oleh Elliott Management untuk memperbaiki kondisi AC Milan yang porak-poranda usai diakuisisi oleh investor Cina, Yonghong Li.

    Pria berdarah Yunani itu memiliki misi untuk membawa AC Milan kembali berjaya di Italia dan juga Eropa. Demi mewujudkan ambisinya tersebut, Gazidis ingin memperkuat sektor finansial Milan yang salah satunya dapat diwujudkan dengan pembangunan stadion baru.

    Dalam konferensi pers terbarunya, Gazidis memaparkan alasan betapa pentingnya untuk membangun stadion baru di sepak bola Italia saat ini.

    “Sepak bola di Italia adalah bagian penting dari struktur negara. Dan saya pikir salah satu hal yang menyedihkan selama beberapa dekade terakhir adalah penurunan yang lambat dan stabil dari sepak bola Italia, dibandingkan dengan liga-liga Eropa lainnya.” tutur Gazidis dikutip dari majalah Forbes.

    “Ini adalah langkah yang perlu. Jika kami tidak membangun stadion di Italia, kami tahu seperti apa masa depan kami. Kami tahu apa yang kami berikan kepada anak-anak kami. Dan warisan yang akan mereka miliki adalah liga yang terus mengalami penurunan yang panjang, lambat, dan stabil.”

    “Itu bukan masa depan yang bertanggung jawab untuk diserahkan kepada generasi berikutnya. Saya tidak percaya itu adalah masa depan sepakbola Italia. Saya pikir sepak bola Italia benar-benar siap untuk revitalisasi.”

    Mantan CEO Arsenal tersebut juga menganggap jika dominasi Juventus dalam 10 tahun terakhir di sepak bola Italia tidaklah sehat.

    “Ini transformasional bagi dua klub sepak bola, Milan dan Inter, dalam perjalanan mereka untuk kembali ke puncak sepak bola Eropa.”

    “Dan itu transformasional, sebenarnya, untuk sepak bola Italia karena kami memiliki satu dekade yang didominasi oleh Juventus di stadion baru mereka. Itu tidak sehat untuk liga yang perlu menumbuhkan daya tarik globalnya.”

    Selanjutnya Gazidis juga menyinggung tentang pembaruan kontrak pemain andalannya, Theo Hernandez. Pria berusia 57 tahun itu berharap dapat meningkatkan pendapatan klub guna mempertahankan para pemainnya.

    “Theo adalah contoh hebat dari seseorang yang kami anggap sebagai talenta kelas dunia yang kami bawa dan bantu untuk berkembang bersama kami. Jadi dia telah tumbuh bersama kami,” kata Gazidis.

    “Saya masih akan mengatakan kami sedang dalam proses. Kami masih berjalan menuju tempat yang kami inginkan. Tapi kami jelas berada di jalan yang benar.

    “Dan fondasinya adalah para pemain muda yang berkembang bersama Milan menjadi talenta kelas dunia yang kemudian meningkatkan level tim, yang kemudian meningkatkan pendapatan kami, yang memungkinkan kami berinvestasi lebih banyak ke dalam tim untuk dapat mempertahankan mereka.” tutup Gazidis.

  • Kans Romagnoli Bergabung dengan Juventus Mencapai 70%!

    Kans Romagnoli Bergabung dengan Juventus Mencapai 70%!

    Berita AC Milan – Gonjang-ganjing seputar nasib Alessio Romagnoli bersama AC Milan masih menimbulkan pertanyan besar. Kontrak kapten tim berusia 27 tahun itu akan segera habis pada akhir musim ini dan belum ada tanda-tanda jika ia akan segera meneken kontrak barunya.

    Beberapa laporan dari Italia meyakini jika Romagnoli tak puas dengan proposal kontrak baru yang diajukan manajemen Milan. I Rossoneri menawarkan gaji per musim sekitar €2.5 juta sampai €2.8 juta, sementara sang kapten meminta gaji bersih sebesar €3.5 juta per tahunnya.

    Jurnalis Daniele Longo dari Calciomercato.com mengungkpan selama siaran langsung (melalui Twitter), bahwa peluang Romagnoli bertahan di Milan hanya sebesar 30%. Musim ini sepertinya akan menjadi akhir dari masa 7 tahun pengabdiannya di San Siro.

    Namun yang menjadi masalah adalah bahwa sang jurnalis meyakini jika peluang Romagnoli bergabung dengan klub rival Juventus adalah sebesar 70%. Tim asuhan Max Allegri saat ini tengah pusing untuk mencari penerus Chiellini dan Bonucci yang menua, dan De Ligt yang kabarnya ingin pergi.

    Perekrutan Romagnoli akan menjadi solusi jangka pendek tim kota Turin tersebut, terlebih sang pemain bisa digaet secara gratis musim panas nanti.

    AC Milan sendiri kabarnya sudah menyiapkan Sven Botman sebagai rekrutan utama di bursa transfer musim panas nanti. Manajemen berpikir jika bek Belanda itu akan menjadi rekan duet sempurna bagi Fikayo Tomori di jantung pertahanan Milan untuk beberapa musim ke depan.

  • Tolak Tawaran Tottenham, Kessie ingin Bergabung dengan Inter atau Juventus

    Tolak Tawaran Tottenham, Kessie ingin Bergabung dengan Inter atau Juventus

    Berita AC Milan – Saga perpanjangan kontrak Franck Kessie dengan AC Milan masih terus berlanjut. I Rossoneri yang seperti sudah menyerah untuk memperpanjang kontrak pemain jangkarnya itu berniat ingin menjualnya pada bursa transfer Januari ini.

    Hal itu dilakukan Milan demi menghindari sang pemain pergi secara gratis saat kontraknya berakhir pada akhir musim ini. Tim liga Inggris, Tottenham, dikabarkan tertarik untuk merekrut Kessie pada januari ini dan sudah menyiapkan uang tebusan.

    Namun menurut laman Gazzetta dello Sport, Franck Kessie telah menolak tawaran untuk bergabung dengan Tottenham. Pemain Pantai Gading itu diketahui ingin bertahan di Italia, entah dengan bergabung bersama Inter ataupun Juventus yang sudah siap untuk menampungnya.

    Yang jelas saat ini proses negosiasi perpanjangan kontraknya dengan AC Milan sedang mandek di tengah jalan. Kessie menuntut bayaran bersih per tahunnya tak kurang dari angka 8.5 juta euro, sedang Milan hanya sanggup memberinya gaji per musim senilai 6.5 juta euro.

    Masih menurut sumber yang sama, mantan rekan Kessie di AC Milan, Hakan Calhanoglu, telah mengirimkan pesan pribadi kepada sang gelandang untuk mengikuti jejaknya dengan membelot ke Inter Milan.

    Melihat ketegasan manajemen Milan terkait besaran anggaran gaji pemainnya, akan sangat sulit melihat Kessie berbaju merah hitam musim depan. Kecuali sang pemain bersedia menurunkan gajinya sendiri, sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Sandro Tonali.

    Entah akan bergabung dengan Inter atau Juventus, Milanisti sepertinya tidak akan terlalu meratapi kepergian Franck Kessie. Hal itu terjadi karena pada musim depan I Rossoneri sudah memiliki komposisi pemain tengah yang solid seperti Tonali, Bennacer, Yacine Adli dan Pobega.

  • Agen Tawarkan Dejan Kulusevski ke AC Milan

    Agen Tawarkan Dejan Kulusevski ke AC Milan

    Berita AC Milan – Dibeli dengan mahar mencapai 44 juta euro, performa Dejan Kulusevski bersama Juventus terbilang cukup mengecewakan. Pemain Swedia itu secara total sudah bermain dalam 74 pertandingan bersama Bianconeri dengan hanya mampu mencetak 9 gol saja.

    Karirnya bersama Juve kerap terganggu dengan masalah cedera, selain itu Allegri sepertinya tidak begitu suka dengan gaya bermainnya. Hal itu dapat terlihat dari jumlah penampilannya musim ini yang 20 diantaranya dia mulai dari bangku cadangan.

    Tuttosport edisi hari ini melaporkan jika kedatangan Dusan Vlahovic ke Juventus dan bertahannya Alvaro Morata akan membuat waktu bermain Dejan Kulusevski kian terbatas. Itu sebabnya Si Nyonya Tua memilih untuk meminjamkannya ke klub lain, dimana agen sang pemain telah menawarkannya ke AC Milan.

    I Rossoneri kemungkinan akan membutuhkan sosok penyerang baru untuk menggantikan Samu Castillejo yang kabarnya akan segera bergabung dengan Valencia. Mantan pemain Villarreal itu sudah tak lagi dipercaya oleh Stefano Pioli untuk mengisi skuadnya, dan hari-harinya di Milan sepertinya sudah berakhir.

    Di Milan, Kulusevski akan dapat bergabung dengan rekannya di timnas Swedia, Zlatan Ibrahimovic. Mantan pemain Parma itu bisa menjadi jawaban atas tumpulnya sektor sayap kanan Milan yang saat ini diisi oleh Junior Messias dan Alexis Saelemaekers.

    Megutip data dari situs Transfermarkt.com, nilai pasaran Dejan Kulusevski saat ini berada di angka 30 juta euro. Musim ini ia baru membukukan 2 gol dan 3 assist dari 27 pertandingannya di Serie A.

  • Stefano Pioli: “Ibra Menyalahkan Tanah yang Terlalu Keras”

    Stefano Pioli: “Ibra Menyalahkan Tanah yang Terlalu Keras”

    Berita AC Milan – Zlatan Ibrahimovic hanya mampu bermain selama 28 menit dalam pertandingan big match melawan Juventus dini hari tadi. Penyerang berusia 40 tahun itu ditarik keluar untuk digantikan Olivier Giroud karena mengalami masalah pada tendonnya.

    Ibrahimovic memang tampil tidak seperti biasanya dalam pertandingan pagi ini. Penyerang Swedia itu terlihat kerap hanya berjalan-jalan kecil dan pada akhirnya ia menyerah pada rasa sakitnya.

    Stefano Pioli mengatakan kepada awak media jika Ibra menderita pada tendon kakinya dan menyalahkan kondisi tanah yang terlalu keras. Tak ketinggalan, Allenatore berusia 56 tahun itu juga turut mengomentari jalannya pertandingan kontra Juventus ini.

    “Saya pikir kami memainkan permainan yang tepat untuk momen kami, ada sesuatu yang hilang di area penalti. Kadang-kadang kami tidak terlalu tepat dan tidak terlalu menentukan dalam permainan kami, tetapi seringkali lapangan yang tidak membiarkan kami membuat umpan terakhir.” buka Pioli kepada DAZN.

    “Tim berhati-hati dan menentukan, kami meninggalkan beberapa peluang untuk tim yang kuat.”

    Tentang Zlatan Ibrahimovic: “Saya tidak melihat Zlatan, dia menderita sakit di tendonnya: dia menyalahkan tanah karena terlalu keras, saya harap dia bisa pulih dalam beberapa hari ke depan.”

    Gelas setengah kosong atau setengah penuh? “Kami setengah kosong untuk poin yang terlewatkan melawan Spezia, bukan untuk pertandingan malam ini. Tim tahu bahwa dengan Juve dan Inter kami akan memutuskan banyak hal tentang masa depan kami.

    “Jika kami memenangkan derby kami masih bisa terikat dengan Inter, jika kami tidak berhasil maka itu akan menjadi kejuaraan seperti tahun lalu di mana kami finis kedua pada hari terakhir, tetapi di mana kami juga berisiko finis kelima.”

    Pioli tentang Ante Rebic: “Hari ini saya berpikir untuk memasukkannya terlebih dahulu, kemudian pergantian Zlatan mengambil satu slot. Saya pikir dia lebih baik, semakin dia bermain, semakin dia bisa mendapatkan ritme. Dia akan menjadi penting lagi.” tutupnya.

  • Giorgio Chiellini: “Ini adalah Hasil yang Adil!”

    Giorgio Chiellini: “Ini adalah Hasil yang Adil!”

    Berita AC Milan – AC Milan dan Juventus harus puas berbagi angka setelah bermain tanpa gol selama 90 menit jalannya laga. Kedua tim kerap jual beli serangan, terutama di babak kedua dimana Juventus lebih berani tampil keluar.

    Bertindak sebagai tuan rumah, I Rossoneri berinisiatif untuk menguasai jalannya pertandingan. Beberapa peluang berhasil mereka ciptakan, namun kerap terbentur oleh duet Chiellini dan Rugani yang tampil sangat solid di pertandingan ini.

    Seusai pertandingan, Giorgio Chiellini menyebut jika hasil seri ini merupakan sebuah hasil yang adil. Pemain sepak bola berusia 37 tahun itu secara tersirat mengkritisi kondisi lapangan San Siro yang tidak memadai.

    “Saya selalu berpikir positif, gelas selalu setengah penuh. Pertandingan berlangsung seimbang, hasil yang paling adil adalah seri. Kami adalah dua tim yang bagus dalam momen yang bagus, mereka bermain sangat baik di kandang.” tutur Chiellini kepada DAZN.

    “Sayang sekali, kemenangan akan memberi kami momentum penting. Tujuannya jelas, kita ada. Kami harus terus seperti ini.”

    Tentang lapangan San Siro: “Ini adalah lapangan untuk kedua tim. Ada banyak permainan, beberapa keraguan tentang bermain dua pertandingan dalam dua hari, tapi itu seperti itu untuk kedua tim.

    “San Siro masih merupakan stadion terindah di Italia dan saya harap stadion ini memiliki lapangan yang memadai.”

    Tentang duelnya melawan Zlatan Ibrahimovic: “Kami tidak mengatakan apa-apa, itu memalukan. Saya memiliki antusiasme seorang anak, saya harus menikmatinya. Di usiaku, kamu harus hidup hari demi hari.” tutupnya.