Ivan Gazidis Sebut Dominasi Juventus Tidak Sehat untuk Sepak Bola Italia

Agneli dan Gazidis

Berita AC Milan – Pada 2018 silam, Ivan Gazidis ditunjuk oleh Elliott Management untuk memperbaiki kondisi AC Milan yang porak-poranda usai diakuisisi oleh investor Cina, Yonghong Li.

Pria berdarah Yunani itu memiliki misi untuk membawa AC Milan kembali berjaya di Italia dan juga Eropa. Demi mewujudkan ambisinya tersebut, Gazidis ingin memperkuat sektor finansial Milan yang salah satunya dapat diwujudkan dengan pembangunan stadion baru.

Bacaan Lainnya

Dalam konferensi pers terbarunya, Gazidis memaparkan alasan betapa pentingnya untuk membangun stadion baru di sepak bola Italia saat ini.

“Sepak bola di Italia adalah bagian penting dari struktur negara. Dan saya pikir salah satu hal yang menyedihkan selama beberapa dekade terakhir adalah penurunan yang lambat dan stabil dari sepak bola Italia, dibandingkan dengan liga-liga Eropa lainnya.” tutur Gazidis dikutip dari majalah Forbes.

“Ini adalah langkah yang perlu. Jika kami tidak membangun stadion di Italia, kami tahu seperti apa masa depan kami. Kami tahu apa yang kami berikan kepada anak-anak kami. Dan warisan yang akan mereka miliki adalah liga yang terus mengalami penurunan yang panjang, lambat, dan stabil.”

“Itu bukan masa depan yang bertanggung jawab untuk diserahkan kepada generasi berikutnya. Saya tidak percaya itu adalah masa depan sepakbola Italia. Saya pikir sepak bola Italia benar-benar siap untuk revitalisasi.”

Mantan CEO Arsenal tersebut juga menganggap jika dominasi Juventus dalam 10 tahun terakhir di sepak bola Italia tidaklah sehat.

“Ini transformasional bagi dua klub sepak bola, Milan dan Inter, dalam perjalanan mereka untuk kembali ke puncak sepak bola Eropa.”

“Dan itu transformasional, sebenarnya, untuk sepak bola Italia karena kami memiliki satu dekade yang didominasi oleh Juventus di stadion baru mereka. Itu tidak sehat untuk liga yang perlu menumbuhkan daya tarik globalnya.”

Selanjutnya Gazidis juga menyinggung tentang pembaruan kontrak pemain andalannya, Theo Hernandez. Pria berusia 57 tahun itu berharap dapat meningkatkan pendapatan klub guna mempertahankan para pemainnya.

“Theo adalah contoh hebat dari seseorang yang kami anggap sebagai talenta kelas dunia yang kami bawa dan bantu untuk berkembang bersama kami. Jadi dia telah tumbuh bersama kami,” kata Gazidis.

“Saya masih akan mengatakan kami sedang dalam proses. Kami masih berjalan menuju tempat yang kami inginkan. Tapi kami jelas berada di jalan yang benar.

“Dan fondasinya adalah para pemain muda yang berkembang bersama Milan menjadi talenta kelas dunia yang kemudian meningkatkan level tim, yang kemudian meningkatkan pendapatan kami, yang memungkinkan kami berinvestasi lebih banyak ke dalam tim untuk dapat mempertahankan mereka.” tutup Gazidis.

Pos terkait