Pasca berakhirnya laga ketat antara AC Milan melawan Juventus, Francisco Conceicao berbicara kepada mikrofon Sky Sport untuk mengomentari hasil imbang di San Siro melawan formasi asuhan Massimiliano Allegri.
Ketika ditanya mengenai bagaimana ia menilai jalannya pertandingan tersebut, pemain sayap asal Portugal itu memberikan jawaban yang cukup provokatif.
“Bagi kami, ini bukanlah apa yang kami inginkan.”
“Saya pikir kami memiliki peluang untuk mencetak gol, kami adalah satu-satunya tim yang ingin menang.”
“Namun sebuah hasil imbang bisa diterima.”
Menanggapi pernyataan jurnalis yang menyebutnya telah banyak berkembang, ia menegaskan ambisi pribadinya.
“Mereka belum melihat versi terbaik dari Conceicao.”
“Saya akan menjadi lebih kuat di masa depan dan saya akan membuktikannya.”
Saat ditanya dalam hal apa ia merasa masih bisa berkembang lebih jauh, ia kembali menyoroti kualitas individunya.
“Saya bisa mencetak lebih banyak gol, karena seorang pemain dengan kualitas seperti saya harus menyelesaikan musim dengan banyak gol karena saya tahu saya memiliki kualitas untuk melakukannya.”
Mengenai gaya permainan Juventus yang dinilai berbeda pada hari ini, ia memberikan pandangannya terkait performa tim.
“Kami tahu bahwa kami bermain dengan baik, bahwa kami meraih kemenangan, tetapi kami harus terus melanjutkannya.”
“Kami sedang berkembang, kami memainkan sepak bola yang baik, tetapi kami harus terus melanjutkannya untuk memenangkan sebanyak mungkin pertandingan.”
Wawancara Tambahan dengan DAZN

Komentar senada juga dilontarkan oleh Francisco Conceicao kepada mikrofon DAZN sesaat setelah peluit panjang tanda berakhirnya laga seri 0-0 tersebut dibunyikan.
“Kami tidak merasa senang, kami ingin meraih kemenangan.”
“Kami telah melakukan lebih banyak hal untuk menang, kami memiliki lebih banyak peluang.”
Dan ketika ditanya mengenai apa yang diinstruksikan oleh pelatih Luciano Spalletti kepadanya di atas lapangan, ia menjawab secara diplomatis.
“Saya selalu berusaha untuk melakukan apa yang diminta oleh pelatih.”
“Saya berharap dapat membantu tim di pertandingan-pertandingan terakhir musim ini.”
Sambil menahan emosi mendengar komentar arogan dari tim lawan, pastikan Anda tetap tampil gaya dan tunjukkan identitas sejati dengan Kaos AC Milan keren ini melalui 👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee sekarang juga!
Statistik dan Susunan Pemain
Berikut adalah catatan statistik resmi dari laga AC Milan melawan Juventus yang berakhir imbang 0-0, berlaku untuk pekan ke-34 Serie A:
- Hasil Akhir: AC Milan 0-0 Juventus.
- Susunan Pemain AC Milan: Maignan; Tomori, Gabbia, Pavlovic; Saelemaekers, Fofana (66′ Ricci), Modric (80′ Jashari), Rabiot, Bartesaghi (46′ Estupinan); Pulisic (62′ Fullkrug), Leao (80′ Nkunku).
- Pelatih AC Milan: Massimiliano Allegri.
- Susunan Pemain Juventus: Di Gregorio, Kalulu, Bremer, Kelly; McKennie, Locatelli, Thuram (71′ Koopmeiners), Cambiaso (71′ Holm); Conceicao (79′ Zhegrova), Boga (79′ Yildiz); David (87′ Vlahovic).
- Pelatih Juventus: Luciano Spalletti.
- Wasit Utama: Sozza.
- Kartu Kuning: Cambiaso, Bartesaghi, Boga, Estupinan, Locatelli.
Analisis Redaksi
Pernyataan arogan dari Francisco Conceicao yang secara sepihak menyebut Juventus sebagai satu-satunya tim yang ingin menang jelas sangat memancing emosi para pendukung setia Iblis Merah.
Faktanya di atas rumput San Siro, skuad asuhan Massimiliano Allegri justru menciptakan lebih banyak ancaman yang sangat bersih yang sayangnya gagal dikonversi menjadi gol akibat buruknya penyelesaian akhir barisan penyerang.
Klaim provokatif dari pemain sayap asal Portugal tersebut seolah sengaja menutup mata terhadap fakta bahwa barisan pertahanan Milan yang dikawal Fikayo Tomori dan kawan-kawan tampil sangat disiplin dalam meredam dominasi penguasaan bola tim tamu.
Terlepas dari perang urat saraf yang dilemparkan pasca pertandingan ini, hasil imbang tanpa gol tersebut menjadi cermin nyata betapa berhati-hatinya kedua tim raksasa ini dalam mengamankan tambahan poin demi tiket Liga Champions.
Tugas terberat bagi staf kepelatihan saat ini adalah mengevaluasi tumpulnya penyelesaian akhir dari Rafael Leao dan Christian Pulisic agar dominasi peluang di laga-laga krusial berikutnya tidak lagi menguap begitu saja menjadi hasil imbang yang membuat frustrasi.





