Ruben Amorim telah mengirimkan pesan yang cukup menohok kepada Rafael Leao pada malam menjelang laga derby Milan pertamanya, dengan menegaskan bahwa sang penyerang seharusnya merasa beruntung bisa mewakili klub di tengah pertanyaan yang terus berlanjut mengenai masa depannya.
Melalui kutipan via Tuttomercatoweb, pelatih Milan tersebut berbicara dalam konferensi pers sebelum pertemuan pramusim hari Rabu melawan Inter Milan di Perth, Australia.
Pesan Tegas untuk Rafael Leao
Ketika ditanya secara spesifik mengenai situasi Leao, yang mana peluang kepergiannya sempat terlihat sangat mungkin terjadi sebelum akhirnya tawaran urung terwujud, Amorim memberikan pernyataan yang tegas namun tetap bernada hangat.
Berikut adalah penuturan langsung dari sang pelatih asal Portugal tersebut mengenai pemain bintangnya:
“Rafa sangat beruntung berada di klub seperti Milan, jadi dia seharusnya bahagia. Saya merasa dia bahagia dan termotivasi.”
“Saya tidak tahu apa yang akan terjadi antara sekarang dan akhir jendela transfer, tetapi saya merasa grup ini benar-benar bersatu. Saya belum mendengar atau melihat perbedaan apa pun pada Leao dibandingkan dengan anak-anak lainnya.”
Abaikan Derby, Fokus pada Torino

Amorim, yang dalam kesempatan tersebut juga mengonfirmasi bahwa bintang veteran Luka Modric akan tampil pada laga ini, tetap menjaga fokus utamanya pada pertandingan pembuka musim Serie A melawan Torino pada 23 Agustus mendatang, alih-alih terlalu memikirkan laga persahabatan melawan rival sekota.
“Menjadi juara pramusim tidaklah penting.”
“Satu-satunya hal yang benar-benar penting adalah ketika wasit meniup peluit tanda kick-off di Turin.”
Penghormatan Haru untuk Franco Baresi
Pernyataan Amorim yang paling fasih dan menyentuh hati justru muncul ketika ia membahas sosok mendiang Franco Baresi, yang pemakamannya baru saja dilangsungkan di Milan pada hari Selasa.
“Saya pikir saya adalah orang terakhir yang seharusnya berbicara tentang Baresi, karena saya baru berada di sini selama dua menit.”
“Ketika Anda berbicara tentangnya dengan staf komunikasi, mereka meneteskan air mata. Tidak ada yang menyebutkan Liga Champions atau Scudetti yang dimenangkannya. Semua orang mengatakan satu hal: ‘Ketika kami turun ke Serie B, dia tidak meninggalkan kami.'”
“Dia mengajari kami bahwa kesuksesan penting untuk ego kami, tetapi yang benar-benar penting adalah karakter Anda dan siapa Anda. Franco memberikan segalanya untuk tim. Itu adalah warisannya, dan kami akan membawanya maju.”





