Suasana di Milanello mendadak mencekam menyusul hasil minor di kancah Eropa yang membuat para Milanisti geram dan menuntut perubahan segera.
Hari-hari setelah kekalahan menyakitkan melawan Benfica terasa sangat pahit bagi kubu AC Milan.
Kekalahan tersebut tidak hanya meninggalkan luka di lapangan, tetapi juga membawa kabar kedatangan sang pemilik, Gerry Cardinale.
Melansir laporan dari Calciomercato.com, AC Milan dicemooh oleh pendukungnya sendiri baik saat babak pertama berakhir maupun ketika peluit panjang ditiupkan.
Para penggemar memilih untuk memperjelas perasaan mereka bahwa performa skuat asuhan Ruben Amorim sangat buruk dalam segala aspek.
Ini merupakan kekalahan pertama Milan musim ini, meskipun mereka telah mengumpulkan delapan dari 12 poin yang tersedia di liga sejauh ini.
Meski secara statistik bukan sebuah bencana total, namun penurunan level performa tim tidak bisa diabaikan begitu saja dan memberikan ruang untuk berpikir ulang.
Gerry Cardinale Tiba di Italia untuk Sidak Darurat

Absensi Cardinale saat laga Milan melawan Benfica sempat menjadi berita utama, mengingat kehadirannya yang konsisten sepanjang musim panas.
Tidak terpikirkan baginya untuk tetap berada di Italia selama 365 hari dalam setahun.
Menurut laporan tersebut, Cardinale akan berada di Italia dalam beberapa jam ke depan.
Ia dipastikan akan hadir di tribun San Siro untuk menyaksikan pertandingan Minggu malam melawan Lecce.
Hubungan antara Cardinale dan Amorim diklaim tetap terjalin secara langsung, jujur, dan tulus.
Staf kepelatihan dan manajemen saat ini dianggap masih berada dalam harmoni yang lengkap.
Meski demikian, bos RedBird Capital tersebut memiliki visi yang sangat spesifik untuk masa depan klub.
Tuntutan Gaya Main Dominan dan Efektivitas Transfer

Gerry Cardinale ingin AC Milan menang dengan memainkan sepak bola menyerang yang atraktif.
Ia mendambakan gaya permainan yang bertujuan untuk mendominasi lawan secara total di lapangan.
Amorim memang harus diberikan waktu untuk memahami sepak bola Italia dan skuatnya, namun penampilan terakhir tim telah mengecewakan pemilik klub.
Cardinale belum melihat identitas yang jelas dari tim ini, dan aspek inilah yang akan dianalisis lebih lanjut dalam pertemuan tatap muka sebelum laga kontra Lecce.
Laga ini menjadi sangat krusial karena merupakan pertandingan terakhir sebelum jeda internasional selama tiga minggu.
Poin terakhir yang tidak kalah penting adalah perkembangan para pemain yang didatangkan musim panas lalu dengan total investasi mencapai €150 juta.
Berikut adalah beberapa tuntutan utama Cardinale terkait pemain baru:
- Produktivitas Gol: Cardinale menuntut gol-gol nyata dari kaki Goncalo Ramos.
- Menit Bermain: Ia ingin melihat Diego Moreira tampil sejak awal laga.
- Lini Pertahanan: Performa Mario Gila juga menjadi sorotan untuk segera ditingkatkan.
Kini, beban berat ada di pundak Ruben Amorim untuk membuktikan bahwa proyek besar ini masih berada di jalur yang benar demi mengembalikan kejayaan Rossoneri di panggung tertinggi.





