Suasana di Milanello mendadak tegang setelah gelombang kritik tajam menerjang Ruben Amorim menyusul hasil memilukan saat berhadapan dengan Benfica.
Banyak pihak mulai mempertanyakan apakah sang pelatih masih layak menakhodai kapal besar Rossoneri di tengah badai performa yang tak kunjung mereda.
Status Ruben Amorim: Aman atau Terancam?
Jurnalis Sky, Peppe Di Stefano, baru saja memberikan konfirmasi yang sangat dinantikan mengenai masa depan mendesak Ruben Amorim.
Meskipun kritik mengalir deras setelah kekalahan semalam, tampaknya manajemen masih memiliki rencana lain.
Kekalahan dari Benfica memang menyakitkan, terutama karena itu menandai pertandingan kelima berturut-turut tanpa gol di babak pertama.
Lebih parahnya lagi, Milan kalah cukup telak dari tim yang melakukan sembilan perubahan dalam susunan pemainnya.
Komentar Amorim sebelum dan sesudah pertandingan juga memicu rasa ingin tahu publik.
Sebelum pertandingan, ia berbicara tentang keinginan untuk ‘membantu’ Rossoneri tetapi tidak yakin apakah ia akan memiliki waktu.
Sementara itu, setelah pertandingan, ia mengakui bahwa timnya pada dasarnya tidak tampil di area mana pun yang diperlukan.
Dukungan Total dari Kepemilikan Klub

Peppe Di Stefano berbicara langsung dari Milanello sehari setelah kekalahan tersebut dan mengonfirmasi posisi Amorim.
Ia menegaskan bahwa untuk saat ini, posisi sang pelatih masih sangat aman dari ancaman pemecatan.
“Hingga hari ini, 17 September, tidak ada pertimbangan untuk mengganti Amorim. Belum pernah ada pelatih yang begitu diinginkan, dikawal, dan dilindungi seperti Amorim oleh kepemilikan ini,” ujarnya via MilanNews.
Dukungan dari pihak manajemen tampaknya masih sangat kokoh meskipun tekanan dari para penggemar terus meningkat.
“Dari sudut pandang ini, ada dukungan total dan mutlak. Namun, hasil sangat dibutuhkan, juga karena AC Milan jelas mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir dan tampil sangat buruk.”
Berikut adalah beberapa poin krusial yang menjadi perhatian utama saat ini:
- Statistik Buruk: AC Milan mencatatkan lima pertandingan berturut-turut tanpa mencetak gol di babak pertama.
- Kekalahan Mengecewakan: Tim kalah cukup mudah dari Benfica yang mengistirahatkan mayoritas pemain utamanya.
- Kebutuhan Mendesak: Hasil positif harus segera diraih karena performa tim telah menurun drastis dalam beberapa pekan terakhir.
Masa depan Amorim kini bergantung pada bagaimana ia merespons krisis ini dalam pertandingan-pertandingan mendatang.
Di tengah ketidakpastian yang menyelimuti San Siro, kini bola panas berada di kaki Amorim untuk membuktikan bahwa kepercayaan manajemen bukanlah sebuah investasi yang sia-sia di tengah gurun prestasi.





