Berita

Analisis Statistik AC Milan: Penguasaan Bola yang Sia-sia

×

Analisis Statistik AC Milan: Penguasaan Bola yang Sia-sia

Sebarkan artikel ini
Alexis Saelemaekers
Alexis Saelemaekers

Malam yang seharusnya menjadi pesta kembalinya raksasa Italia ke panggung bergengsi justru berubah menjadi simfoni duka yang memekakkan telinga di hadapan publik San Siro sendiri.

Pertandingan AC Milan melawan Benfica seharusnya menjadi perayaan kembalinya mereka ke panggung Eropa, tetapi sebaliknya rekor negatif justru berjatuhan.

Dari 65.000 lebih penonton yang hadir, pendukung Benfica-lah yang pulang dengan lebih bahagia saat Lukébakio (16’) dan Kamiński (53’) membawa mereka meraih kemenangan pertama atas Milan.

Mereka layak mendapatkannya meskipun melakukan sembilan perubahan pemain, setelah menampilkan performa yang sangat efisien.

Penguasaan Bola Tanpa Hasil

stat

Angka-angka statistik menyoroti beberapa kekhawatiran bagi Rossoneri, yang menguasai 61% bola tetapi hanya menghasilkan 1.03 Expected Goals.

Hal ini terjadi setelah mereka hanya mengumpulkan 1,09 Expected Goals saat melawan Lazio dan 0,09 saat melawan Juventus.

Jelas, ada ketidakmampuan untuk mengubah penguasaan bola menjadi peluang bersih.

Angka-angka tersebut menyoroti beberapa kekhawatiran bagi Rossoneri, yang menguasai 60% bola tetapi hanya menghasilkan 0,99 Expected Goals. Jelas, ada ketidakmampuan untuk mengubah penguasaan bola menjadi peluang yang jelas.

Benfica memiliki lebih banyak ‘peluang besar’ dengan perbandingan 1 banding 0.

Milan mencatatkan total 17 tembakan berbanding 11, tetapi hanya 4 yang tepat sasaran, jumlah yang sama dengan yang dikelola tim tamu.

Ada 10 sepak pojok untuk anak asuh Amorim, yang tidak satu pun tampak menghasilkan bahaya yang berarti.

Rentetan Rekor Negatif

Pulisic, Goncalo Ramos, Tim
Pulisic, Goncalo Ramos, Tim

Kekalahan ini meninggalkan jejak hitam dalam buku sejarah klub yang biasanya berprestasi di kancah internasional.

  • Kegagalan Pembuka: Untuk pertama kalinya, Milan gagal memenangkan pertandingan pembuka Liga Europa mereka, setelah meraih empat kemenangan berturut-turut sebelumnya.
  • Kekalahan Debut: Secara lebih umum, ini hanyalah kekalahan ketiga mereka dalam debut Piala UEFA/Liga Europa, tidak termasuk babak kualifikasi, setelah kekalahan pada musim 1985-86 dan 1987-88.
  • Kekalahan Beruntun: Fakta paling signifikan menyangkut rentetan hasil yang ‘dicapai’ tadi malam: tidak pernah dalam sejarah mereka Milan kalah dalam tiga pertandingan berturut-turut di kompetisi tersebut.

Fakta yang paling signifikan menyangkut rekor beruntun yang ‘dicapai’ tadi malam: tidak pernah dalam sejarah mereka Milan kalah dalam tiga pertandingan berturut-turut di kompetisi tersebut.

Milan telah gagal mencetak gol dalam pertandingan kandang Piala UEFA/Liga Europa secara berturut-turut untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka.

Catatan buruk ini dimulai dari dua leg perempat final 2023-24 melawan Roma, dan berlanjut tadi malam melawan Benfica.

Di kompetisi Eropa, kemandulan menjadi lebih sering terjadi: dalam tiga pertandingan terakhir mereka, Rossoneri gagal mencetak gol sebanyak dua kali.

Jumlah kegagalan mencetak gol ini sama banyaknya dengan yang mereka alami dalam 17 pertandingan sebelumnya.

Secara lebih umum, Milan kini gagal mencetak gol di babak pertama mana pun yang mereka mainkan musim ini.

Hal ini berarti 450 menit, ditambah waktu tambahan, selama lima pertandingan tanpa gol di paruh pertama.

Defisit kreativitas yang melanda armada San Siro ini seolah menjadi residu kegamangan yang harus segera dicarikan obat penawarnya sebelum musim berakhir dalam nestapa yang lebih dalam.

DAFTAR DONATUR BERITAMILAN.COM BULAN INI

No. Nama Donatur Besaran Donasi
1. Hamba Allah (BCA) Rp 50.000
2. Eko Bogor Rp 25.000
3. Hamba Allah (Bank Sumut) Rp 25.000
4. Ditto Rp 10.000
5. Andi Prasetya Rp 5.000

Situs Beritamilan.com dikelola dengan sumber daya finansial yang terbatas, bantu admin untuk mempertahankan situs ini dengan donasi ke nomor DANA:

0816598786

(Jangan lupa untuk menyertakan nama atau inisial pada catatan transfer untuk keperluan pembaruan peringkat donatur secara berkala.)

FORZA MILAN SEMPRE!