Berita

Kutukan Nomor 9 AC Milan Berlanjut, Mahalnya Harga Goncalo Ramos Jadi Sorotan!

×

Kutukan Nomor 9 AC Milan Berlanjut, Mahalnya Harga Goncalo Ramos Jadi Sorotan!

Sebarkan artikel ini
Goncalo Ramos
Goncalo Ramos

 

Salah satu pertarungan taktik terbesar yang kini tengah dihadapi oleh pelatih Ruben Amorim di AC Milan adalah bagaimana cara mengeluarkan potensi terbaik dari rekrutan termahal sepanjang sejarah klub, Goncalo Ramos.

Mengulas kembali laporan dari Calciomercato.com, penyerang asal Portugal tersebut merupakan pembelian terbesar Rossoneri pada bursa transfer musim panas lalu dan langsung dibebani misi berat untuk memutus kutukan nomor punggung sembilan.

Kehadirannya di San Siro tampak seperti kepingan puzzle yang sempurna karena sang pelatih memang menginginkannya, sementara sang pemain mendambakan peran utama setelah kerap menjadi cadangan di Paris Saint-Germain.

Kendati demikian, sejumlah masalah pelik mulai bermunculan ke permukaan dalam beberapa pertandingan terakhir yang dijalani oleh sang penyerang.

Laga melawan Benfica baru-baru ini mencatatkan rekam jejak minor di mana ia mengakhiri pertandingan ketiganya secara beruntun tanpa melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran, menyusul hasil serupa saat bersua Lazio dan Juventus.

Hal yang tak kalah mengejutkan dari penampilannya kontra wakil Portugal tersebut adalah catatan kehilangan penguasaan bola hingga 14 kali serta keterlibatannya dalam 16 kali duel fisik di sepanjang laga.

Analisis Statistik dan Kelelahan Akibat Kerja Keras

Goncalo Ramos
Goncalo Ramos

Jika ditarik dari lima penampilannya sebagai starter sejauh ini, sang penyerang baru mengoleksi total 14 tembakan (yang seluruhnya tercipta hanya dalam dua laga awal melawan Torino dan Venezia).

Ia juga hanya membukukan 1,55 expected goals (xG), baru mencetak satu gol resmi, serta mencatatkan 158 sentuhan bola di mana hanya 20 sentuhan saja yang terjadi di dalam kotak penalti lawan.

Berdasarkan peta panas permainannya, terlihat jelas bahwa ia menghabiskan sebagian besar waktu pertandingan di luar area terlarang demi mencoba merangkai alur serangan bersama para gelandang serang.

Berikut adalah poin-poin utama yang menjadi kendala di balik mandeknya performa sang penyerang di lini depan:

  • Beban Kerja Berlebihan: Ia berlari sangat kencang dan melakukan pressing ketat dari lini depan, namun hal itu justru membuatnya kelelahan saat memasuki momen krusial di depan gawang.
  • Minimnya Dukung Tim: Kerja keras tanpa bola yang ia tunjukkan sangat berharga, tetapi hal tersebut wajib diimbangi oleh kolektivitas seluruh anggota skuad.
  • Skema Pressing Belum Padu: Sistem tekanan langsung yang diinginkan Amorim harus berjalan lebih cair dan terorganisir agar tim bisa segera merebut bola di area pertahanan lawan.

Secara atribut, Ramos sebenarnya memiliki profil sebagai penyerang yang sangat lengkap dan dapat diandalkan karena kecerdasannya membaca ruang, kemampuannya bergerak di antara lini, serta insting mencetak gol yang tajam seperti yang ia buktikan saat melawan Venezia.

Agar ia tidak terus-menerus terisolasi, seluruh tim harus berkembang bersama dan menjadikannya sebagai poros titik referensi utama di sepertiga akhir lapangan.

Solusi Taktik Amorim dan Harapan di Sisa Musim

Ruben Amorim, Formasi AC Milan
Ruben Amorim, Formasi AC Milan

Sayangnya, beberapa prinsip utama dari filosofi sepak bola Amorim masih belum terlihat sepenuhnya di atas lapangan hijau sejauh ini.

Tempo permainan yang lambat serta sirkulasi bola yang statis membuat ruang-ruang tembak di mana Ramos biasanya bersinar menjadi tertutup rapat, sehingga dibutuhkan lebih banyak keberanian dan *chemistry* antar pemain.

Masuknya maestro berpengalaman Luka Modric ke jantung lini tengah diharapkan mampu menyuntikkan kreativitas ekstra bagi tim.

Kehadiran sang gelandang asal Kroasia diproyeksikan dapat membebaskan kualitas teknis Adrien Rabiot dan Christian Pulisic di posisi gelandang serang, di mana keduanya memiliki keahlian membongkar ruang sempit untuk melayani pergerakan Ramos.

Kendati demikian, sang pemain berharga lebih dari 70 juta Euro tersebut pada akhirnya tetap dituntut untuk mengambil langkah ekstra yang selayaknya diemban oleh pemain bintang di klub sebesar Milan.

Besarnya dana investasi yang digelontorkan pada musim panas lalu menyisakan konsekuensi logis bahwa sebagian besar nasib perjalanan skuad Rossoneri sepanjang musim ini kini berada di pundaknya.