Kekacauan yang terjadi di tingkat manajemen AC Milan tampaknya bakal memakan korban baru. Perombakan besar-besaran yang diprediksi terjadi pada bursa transfer musim panas nanti kemungkinan besar akan membuat sang Direktur Teknik, Geoffrey Moncada, angkat kaki dari San Siro.
Pria asal Prancis yang memiliki rekam jejak mentereng ini pertama kali diyakinkan oleh Elliott Management untuk bergabung dengan Milan sebagai kepala pemandu bakat (chief scout) pada tahun 2018, tepat setelah era kepemilikan Yonghong Li yang ceroboh runtuh.
Jasa Besar Moncada Melahirkan Skuad Pilar
Meski cenderung bekerja di balik layar tanpa banyak sorotan media, Moncada adalah sosok jenius di balik layar. Ia menjadi aktor intelektual yang berhasil mendeteksi bakat-bakat emas dan memboyongnya ke Casa Milan. Beberapa transfer sukses yang menjadi buah kerja kerasnya antara lain:
- Mike Maignan – Tembok kokoh di bawah mistar gawang.
- Theo Hernandez – Salah satu bek kiri terbaik di dunia saat ini.
- Fikayo Tomori & Pierre Kalulu – Duet lini belakang tangguh penentu Scudetto.
- Malick Thiaw – Bek muda potensial masa depan klub.
- Tijjani Reijnders – Jenderal baru di lini tengah Rossoneri.
Dinamika Buruk dengan Allegri dan Aliansi Ibra

Sayangnya, kontribusi besar tersebut kini seolah tidak lagi dihargai. Berdasarkan laporan dari jurnalis pakar transfer, Nicolo Schira dari Tuttosport, peran Moncada di dalam struktur kepemimpinan AC Milan kini dikabarkan menjadi semakin marjinal.
“Ada dinamika chemistry yang buruk dan perbedaan pandangan yang mendalam mengenai sepak bola antara Moncada dengan Massimiliano Allegri.”
“Pelatih asal Livorno tersebut bahkan telah membatasi kehadiran Moncada di pusat latihan Milanello dalam beberapa bulan terakhir.”
Situasi semakin rumit karena dalam perang dingin yang terjadi di internal klub, mantan pemandu bakat Monaco tersebut secara terbuka berada di pihak Zlatan Ibrahimovic untuk menentang sang pelatih. Sial baginya, jika Allegri tetap bertahan memegang kendali tim, posisi Moncada dipastikan berada di ujung tanduk meskipun ia baru saja menandatangani perpanjangan kontrak beberapa bulan lalu.
“Keinginan Allegri sendiri tetap ingin bertahan bersama Rossoneri. Dan dengan kualifikasi Liga Champions yang di ambang pintu, klausul perpanjangan kontrak otomatis hingga 2028 akan aktif dengan gaji €6 juta bersih per tahun, naik dari yang saat ini sebesar €5,2 juta.”
Ketika Sang Penunjuk Arah Harus Tersisih
Pada akhirnya, sepak bola sering kali melupakan para arsitek sunyi yang bekerja di balik bayang-bayang. Moncada ibarat seorang penanam benih yang dengan penuh kasih merawat akar-akar muda hingga tumbuh menjadi pohon yang rindang, namun ketika buahnya mulai ranum, ia justru dipaksa berdiri di luar pagar, menyaksikan taman yang ia bangun dari kejauhan.
Ketika sebuah kapal besar memilih jalurnya, sang nakhoda memiliki kuasa penuh untuk menentukan siapa yang layak bertahan di atas geladak. Apakah sang Iblis Merah akan tetap berlayar tangguh tanpa sang penunjuk arah, atau justru perlahan kehilangan kompasnya di tengah badai kompetisi Eropa yang kejam? Hanya waktu yang akan menyingkap tabir takdir ini.
Terlepas dari konflik para petinggi di balik layar, mari kita tetap rapatkan barisan mendukung Iblis Merah! Pastikan Anda tetap tampil gaya dengan Kaos AC Milan keren ini melalui 👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee sekarang juga!





