Kabar mengejutkan kembali menghiasi halaman depan media olahraga Italia. Pertandingan krusial hari Minggu melawan Cagliari di San Siro bisa jadi bukan hanya soal tiket Liga Champions, tetapi juga menjadi panggung perpisahan bagi bintang AC Milan, Rafael Leao.
Surat kabar Tuttosport edisi pagi ini merilis laporan utama dengan tajuk yang cukup menyesakkan dada: “Milan, Leao terakhir semakin jauh”. Setelah tujuh tahun penuh warna mengenakan seragam kebesaran Merah-Hitam, petualangan pemain sayap asal Portugal ini tampaknya sudah mendekati garis akhir.
Hubungan yang dulunya romantis antara Leao dan para penggemar kini berada di titik nadir. Rentetan performa mengecewakan membuat sang pemain bernomor punggung 10 itu kehilangan kepercayaan dari publik San Siro, dan tampaknya, juga dari manajemen Via Aldo Rossi.
Bukan Lagi Pemain “Untouchable”
Jika dulu Leao dianggap sebagai aset tak tersentuh dengan klausul rilis ratusan juta Euro, realita saat ini berbanding terbalik. Manajemen RedBird kabarnya siap mendengarkan tawaran yang masuk di bursa transfer musim panas nanti.
“Menghadapi tawaran antara 50 dan 60 juta euro, pemain asal Portugal itu bisa mengucapkan selamat tinggal setelah tujuh tahun. Rafa bisa menarik minat Barcelona yang telah mengikutinya dengan penuh perhatian di masa lalu, tetapi perhatikan juga Premier League (khususnya Chelsea dan Manchester United yang bisa menukiknya di musim panas).”
Dicadangkan Oleh Allegri?
Penderitaan Leao tampaknya belum akan berakhir akhir pekan ini. Setelah menjalani skorsing satu pertandingan saat melawan Genoa, ia memang dipastikan kembali tersedia untuk pelatih Massimiliano Allegri. Namun, jaminan sebagai starter sudah menguap.
“…Minggu nanti Leao akan kembali ke pembuangan Max Allegri yang bagaimanapun diperkirakan tidak akan memainkannya sejak menit pertama.”
“Beberapa minggu terakhir dari pemain nomor 10 Rossoneri ini sama sekali tidak mudah, di antara penampilan negatif, cemoohan para penggemar Rossoneri yang tampaknya telah merusak sesuatu, dan gol yang telah hilang terlalu lama (gol terakhir terjadi pada 1 Maret di lapangan Cremonese).”
Sambut laga krusial hidup mati di San Siro akhir pekan ini! Pastikan Anda tetap tampil gaya dengan Kaos AC Milan keren ini melalui 👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee sekarang juga!
Analisis Redaksi

Kabar mengenai potensi penjualan Rafael Leao di angka “hanya” 50-60 juta Euro adalah potret tragis dari hancurnya nilai jual pemain di bawah sistem yang tidak mendukung. Tujuh tahun mengabdi, Leao pernah menjadi pahlawan Scudetto kita, tetapi kini ia seolah menjadi pesakitan di rumahnya sendiri.
Paceklik gol sejak awal Maret menjadi bukti nyata betapa frustrasinya Leao di atas lapangan. Skema taktik Massimiliano Allegri yang kaku terbukti gagal memaksimalkan potensi explosive sang pemain sayap, membuatnya sering terlihat kebingungan dan terisolasi.
Cemoohan (fischi) dari para penggemar adalah puncak dari akumulasi kekecewaan. Jika Leao memang harus pergi untuk menyelamatkan kariernya (dan memberikan suntikan dana bagi Milan), maka biarlah laga melawan Cagliari menjadi perpisahan yang terhormat. Namun, menjual aset terbaik klub dengan harga diskon besar-besaran adalah bukti nyata kegagalan manajemen dan staf kepelatihan dalam menjaga nilai investasi tim.





