Kemenangan tandang 1-2 melawan Genoa di Marassi memang memberikan sedikit ruang bernapas bagi skuad AC Milan dalam perburuan tiket Liga Champions. Namun, bagi para pengamat sepak bola, pencapaian tersebut masih jauh dari standar yang seharusnya dimiliki oleh klub sebesar Iblis Merah.
Fabio Bazzani, mantan penyerang Serie A yang pernah membela Sampdoria dan Lazio, serta kini aktif sebagai pundit di DAZN, memberikan pandangannya secara eksklusif kepada MilanNews.it mengenai situasi terkini di Casa Milan.
Bazzani menyoroti rapuhnya lini serang asuhan Massimiliano Allegri musim ini dan secara tajam mengkritik keputusan manajemen Giorgio Furlani yang mendepak Paolo Maldini tahun lalu.
Berikut adalah kutipan langsung dari pernyataan Fabio Bazzani yang menguliti berbagai masalah fundamental di tubuh Milan.
Kemenangan Krusial dan Krisis Striker
“Ya, itu benar. Pastinya itu (melawan Genoa) adalah kemenangan yang sangat berat mengingat situasi Milan saat ini dan tidak hanya itu. Tim memahami momen tersebut dan selalu berada di dalam pertandingan, itu adalah sesuatu yang harus dihargai.”
“Di bawah aspek permainan (taktik Allegri), Milan memang tidak pernah menjadi tim yang bermain cantik dan gemerlap, itu benar, tetapi mereka menjadikan soliditas (pertahanan) sebagai kekuatan mereka. Namun dalam beberapa bulan terakhir mereka kehilangan kepastian tersebut, juga di lini serang.”
“Milan tidak pernah memiliki penyerang tengah yang mampu bermain dengan konsisten. Gimenez tersingkir dari permainan karena cedera dan ketidakaktifan yang panjang, Fullkrug hanya memberikan sedikit dampak di awal dan kemudian menghilang. Dua pencetak gol terbanyak adalah Leao dan Pulisic yang sebenarnya bukan striker dan tidak hidup dengan naluri mencetak gol di area penalti.”
Dosa Besar Furlani: Memecat Paolo Maldini

Ketika membahas mengenai protes para penggemar terhadap CEO Giorgio Furlani, Bazzani memberikan jawaban yang sangat mewakili perasaan seluruh Milanisti.
“Saya tidak memiliki kompetensi yang tepat di tingkat manajerial, tetapi saya tahu betul apa yang tidak seharusnya dia (Furlani) atau siapa pun wakilnya lakukan: yaitu mengusir Paolo Maldini dan Frederic Massara.”
“Mereka adalah orang-orang yang kompeten di dunia sepak bola yang telah membawa Milan memenangkan Scudetto, tetapi di atas segalanya adalah figur Maldini, dalam hal rasa memiliki (sense of belonging). Itu adalah kesalahan yang sangat besar.”
“Publik Milan pantas mendapatkan laporan keuangan yang rapi dan neraca yang teratur, tetapi mereka juga pantas untuk bermimpi dan memiliki ambisi. Sejak kepergian Maldini dan Massara, Milan tidak pernah lagi benar-benar dekat untuk berjuang memperebutkan Scudetto.”
Mari terus suarakan kebangkitan dan ambisi juara Iblis Merah! Pastikan Anda tetap tampil gaya dengan Kaos AC Milan keren ini melalui 👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee sekarang juga!
Analisis Redaksi

Komentar dari Fabio Bazzani ini adalah tamparan telak ke wajah para petinggi RedBird dan CEO Giorgio Furlani. Apa yang disampaikan oleh Bazzani adalah kebenaran mutlak yang selama ini berusaha ditutupi oleh narasi “stabilitas finansial” ala korporat.
Memecat Paolo Maldini bukan hanya sekadar memecat seorang direktur teknis, melainkan merampas jiwa, identitas, dan mentalitas juara dari dalam dinding ruang ganti. Terbukti, sejak Maldini pergi, Milan kehilangan arah dan hanya menjadi tim pelengkap yang puas jika finis di zona Liga Champions, tanpa ada ambisi nyata untuk merebut Scudetto dari tangan rival.
Kegagalan manajemen di bursa transfer juga dikuliti habis-habisan. Bazzani benar, mendatangkan Gimenez yang rentan cedera dan Fullkrug yang tampil angin-anginan adalah bukti kebobrokan scouting manajemen sepeninggalan Maldini.
Fans Milan memang peduli dengan kesehatan finansial klub, tetapi kita tidak mendukung sebuah bank atau firma akuntansi. Kita mendukung klub sepak bola tersukses di Italia! Tanpa ambisi yang sepadan, pembukuan yang hijau tidak ada artinya di mata sejarah.





