Bentangkan Spanduk Anti Inter, AC Milan Tengah Dalam Penyelidikan

Photo: acmilan.com

Berita AC Milan – Milan dapat didenda, karena Komisi Disiplin telah membuka penyelidikan atas spanduk yang menghina Inter pada parade Scudetto, sementara Zlatan Ibrahimovic juga mengejek Hakan Calhanoglu.

Rossoneri merayakan gelar Serie A ke-19 mereka, mengalahkan Inter dengan selisih dua poin berkat kemenangan tandang 3-0 mereka atas Sassuolo.

Bacaan Lainnya

Tepat di awal pawai dari Casa Milan ke Piazza Duomo, para pemain mengangkat spanduk besar di depan bus terbuka yang bertuliskan: ”Taruh Coppa Italiamu di Pant*t”. Itu merujuk pada Inter, yang memenangkan Coppa Italia setelah mengalahkan Milan di semi-final.

Bahkan sebelum pawai mencapai Piazza Duomo, Komisi Disiplin telah membuka penyelidikan atas pelanggaran pasal 4, yang mencakup ‘prinsip permainan yang adil dan kejujuran’.

Ini mengacu pada spanduk 2007 yang dipegang Massimo Ambrosini ketika AC Milan merayakan Liga Champions dan Inter merebut Scudetto.

Itu bukan satu-satunya sentimen anti-Inter dari parade tersebut, karena Theo Hernandez juga memulai nyanyian yang menghina, sementara Ibrahimovic mengambil mikrofon dan bertanya kepada para penggemar apakah mereka memiliki “pesan untuk Hakan?”

Zlatan meminta penggemar mengirim pesan untuk Hakan 

Calhanoglu berada di skuad Milan musim lalu dan pergi sebagai bebas agen untuk pergi ke tim rival Inter Milan. Pemain Milan Ante Rebic juga mengangkat poster besar dengan gambar pelatih Inter, Simone Inzaghi, dan kata ‘Spiaze.’

Kata Spiaze itu sempat ramai dan menjadi meme di media sosial dan mengejek cara Inzaghi mengatakan ‘dispiace’ (mengecewakan) dalam aksen Piacenza-nya.

Semua luapan emosi para pemain dan fans sebetulnya bisa dimaklumi jika melihat bagaimana di sepanjang musim Milan sering diremehkan dan diperlakukan tidak adil ketika bertanding.

Terlebih jika melihat tabiat Hakan yang dengan pongahnya melakukan selebrasi gol penaltinya di depan Curva Sud ketika melawan Milan di awal musim. Tak hanya itu, Kebabman juga sering melontarkan pernyataan yang menyerang Milan seperti “lebih mudah bermain dengan pemain yang berkualitas”.

Bagaimanapun, pada akhirnya ini adalah pesta juara kita, mari lepaskan emosi yang ada, Forza Milan!

Pos terkait