Berita

Kemarahan Curva Sud Memuncak: “Berhenti Sembunyi Seperti Tikus di Hotel Mewah, Cardinale!”

×

Kemarahan Curva Sud Memuncak: “Berhenti Sembunyi Seperti Tikus di Hotel Mewah, Cardinale!”

Sebarkan artikel ini
Curva Sud Banner, Gerry Cardinale
Curva Sud Banner, Gerry Cardinale

Kemarahan para pendukung setia AC Milan terhadap pemilik klub, Gerry Cardinale, kini telah mencapai titik didih tertinggi.

Setelah rentetan hasil buruk dan kegagalan menembus Liga Champions, Curva Sud Milano mulai melancarkan serangan terbuka kepada sang bos besar RedBird.

Aksi protes ini awalnya dimulai dengan pembentangan spanduk kecaman tepat di luar hotel pusat kota Milan tempat Cardinale dikabarkan menginap.

Gelombang protes tersebut kemudian berlanjut dan membanjiri area depan markas besar klub di Casa Milan.

Tidak berhenti sampai di situ, puncak kemarahan mereka juga terasa sangat nyata di tribun San Siro pada pertandingan terakhir musim ini melawan Cagliari kemarin.

Kini, kelompok Ultras tersebut kembali melontarkan pukulan telak melalui sebuah unggahan yang sangat keras di media sosial.

Kecaman Keras Curva Sud

Gerry Cardinale
Gerry Cardinale

Dalam unggahan terbarunya, mereka langsung menujukan pesan bernada usiran kepada orang nomor satu di via Aldo Rossi tersebut.

“PERGILAH!”

“Daripada mengurung diri seperti tikus di hotel mewah, pergilah bersama seluruh sirkus yang telah Anda bangun selama empat tahun terakhir…”

Mari terus satukan suara dan kawal perjuangan Ultras demi kebaikan Iblis Merah dengan tetap tampil elegan memakai Kaos AC Milan keren ini melalui 👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee sekarang juga!

Puncak Frustrasi Pendukung

Pesan singkat namun sangat menusuk ini merangkum rentetan rasa frustrasi yang telah menumpuk di benak para penggemar sejati Rossoneri.

Berikut adalah kronologi singkat gelombang protes yang dilakukan oleh Curva Sud kepada pihak manajemen dalam beberapa waktu terakhir:

  • Protes di Hotel: Ultras mendatangi langsung tempat menginap Cardinale untuk menyuarakan kekecewaan mereka secara lantang.
  • Spanduk di Casa Milan: Markas operasional klub menjadi sasaran berikutnya dari luapan amarah para pendukung garis keras.
  • Kritik di San Siro: Pertandingan pamungkas melawan Cagliari diwarnai dengan atmosfer yang sangat panas dan protes terbuka dari tribun penonton.
  • Serangan Digital: Unggahan keras di media sosial menjadi puncak perlawanan mereka terhadap proyek klub yang dianggap berjalan bagaikan sebuah sirkus.

Kesabaran jutaan loyalis Rossoneri tampaknya sudah benar-benar habis melihat klub kebanggaan mereka terus-menerus berjalan tanpa arah yang jelas.

Mereka menolak untuk terus diam di saat lambang kebesaran Iblis Merah diperlakukan bagaikan sebuah mainan bisnis yang minim prestasi oleh para pemodal asing.

Kini, bola panas perlawanan telah dilemparkan secara langsung dan terbuka tepat ke wajah sang pemilik.

Hanya waktu yang akan menjawab apakah Cardinale memiliki keberanian untuk keluar dari persembunyiannya dan memperbaiki kekacauan ini, atau justru memilih lari dari amukan badai San Siro.

🔴 Daftar Pendukung Setia Beritamilan.com Bulan Ini ⚫

Terima kasih atas dukungan tulus Anda

Situs Beritamilan.com dikelola dengan sumberdaya finansial yang sangat terbatas, bantu kami untuk mempertahankan situs ini via DANA:

0816598786

(Sertakan nama/inisial di catatan transfer untuk update ranking)

No. Nama Donatur Besaran Donasi
1. Anonim Bank Sumut Rp 100.000
2. Athena Rp 100.000
3. Chris Yudha Rp 47.111
4. Ac Milan Siamo Noi Rp 28.266
5. I Komang Sidartha Kusuma Rp 28.000
FORZA MILAN SEMPRE!