Berita

Profil Matthias Jaissle: Murid Kesayangan Ralf Rangnick yang Taklukkan Asia dan Kini Diincar AC Milan

×

Profil Matthias Jaissle: Murid Kesayangan Ralf Rangnick yang Taklukkan Asia dan Kini Diincar AC Milan

Sebarkan artikel ini
Matthias Jaissle, Ralf Rangnick,
Matthias Jaissle, Ralf Rangnick,

Matthias Jaissle kini muncul sebagai kuda hitam sekaligus kandidat terkuat pilihan Ralf Rangnick untuk mengisi bangku kepelatihan AC Milan.

Jika pelatih timnas Austria tersebut sukses mencapai kesepakatan dengan duet Cardinale-Ibrahimovic sebagai direktur teknis, maka Jaissle akan menjadi usulan utamanya.

Pelatih muda asal Jerman tersebut saat ini telah memasuki musim ketiganya membesut klub raksasa Arab Saudi, Al Ahli.

Kisah perjalanan karier Matthias Jaissle sebelum akhirnya masuk ke dalam radar incaran Rossoneri terbilang sangat unik dan inspiratif.

Sosok Ralf Rangnick terus membayangi seluruh perjalanan kariernya, sehingga pelatih kelahiran tahun 1988 tersebut sangat layak disebut sebagai murid utamanya.

Pertemuan pertama mereka terjadi pada tahun 2007 di kasta ketiga Jerman ketika Jaissle yang masih berusia 19 tahun diorbitkan oleh Rangnick ke tim utama Hoffenheim.

Bersama-sama, mereka berkontribusi besar pada perjalanan ajaib Hoffenheim menembus kasta tertinggi Bundesliga Jerman dan terus bertahan di sana hingga saat ini.

Namun, karier bermain Jaissle sebagai bek tengah yang tangguh harus hancur secara tragis akibat cedera parah yang memaksanya pensiun dini pada usia 26 tahun.

Alih-alih meratapi nasibnya, mantan pemain bertahan itu langsung bangkit dan menemukan kembali gairahnya sebagai staf pelatih di tim yunior RB Leipzig.

Mari kawal terus revolusi manajemen Iblis Merah dengan tetap tampil keren dan nyaman memakai Kaos Milan Katun Anti Panas melalui 👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee sekarang juga!

Poin Kunci Profil Matthias Jaissle

Matthias Jaissle
Matthias Jaissle

Berikut adalah beberapa sorotan penting dari rekam jejak kepelatihan Matthias Jaissle yang membuat manajemen Milan begitu kepincut:

  • Mental Juara: Ia sukses memenangkan dua gelar liga bersama RB Salzburg dan dua trofi Liga Champions Asia secara beruntun bersama Al Ahli.
  • Taktik Transformis Modern: Membawa gaya sepak bola vertikal dengan pressing tinggi yang mampu beradaptasi cepat dengan berbagai formasi permainan lawan.
  • Syarat Klausul Penalti: Milan harus bersedia menebus biaya penalti kontraknya yang bernilai fantastis di Al Ahli jika benar-benar ingin membawanya ke Italia.

Dari Salzburg Hingga Menaklukkan Asia

Pengalaman kepelatihannya terus berkembang pesat saat ia menjadi asisten pelatih Alexander Zorniger di Brondby, Denmark.

Ia kemudian kembali bereuni dengan Rangnick di tim yunior RB Salzburg sebelum akhirnya dipercaya penuh memimpin tim utama pada tahun 2021.

Di sanalah ia memenangkan dua gelar liga dan satu piala domestik dalam dua musim, serta merasakan atmosfer panas melawan Milan di ajang Liga Champions.

Selama di Salzburg, ia juga terbukti sukses memoles bakat-bakat muda menjanjikan yang kini berseragam Rossoneri, seperti Strahinja Pavlovic dan Noah Okafor.

Berkat kejeniusannya tersebut, klub kaya raya Al Ahli rela membayarnya dengan gaji fantastis sebesar 11,5 juta euro per musim sejak tahun 2023.

Hingga saat ini, ia telah membawa tim asuhan yang dikapteni oleh Franck Kessie tersebut menjuarai Piala Super Saudi dan menyabet dua gelar Liga Champions Asia secara berturut-turut.

Filosofi Taktik Ala Cesc Fabregas

Matthias Jaissle, Ralf Rangnick,
Matthias Jaissle, Ralf Rangnick,

Lalu, apa yang membuat manajemen Milan begitu tertarik dengan gaya sepak bola yang diusung oleh pelatih muda ini?

Jawabannya adalah karena ia mampu menyajikan gaya permainan yang sangat menghibur, bernuansa modern, dan terus berevolusi secara taktis.

Jaissle tidak pernah sudi terpaku pada satu formasi saja; ia sering memakai 4-3-1-2 di Salzburg dan kini tampil lebih fleksibel dengan 4-2-3-1 di Arab Saudi.

Ia terbiasa menggabungkan sistem penjagaan ganda berintensitas tinggi dengan transisi vertikal yang sangat cepat untuk segera membongkar pertahanan lawan.

Dengan usianya yang masih sangat muda dan penuh gairah, Jaissle dinilai sangat cocok dengan profil pelatih modern ala “Cesc Fabregas” yang sedang dicari oleh Gerry Cardinale.

Dalam sebuah wawancara eksklusif baru-baru ini dengan SportMediaset, pelatih asal Jerman itu bahkan secara terbuka mengaku sangat mengikuti perkembangan Serie A Italia.

“Saya juga mengikuti Serie A, saya sangat penasaran dengan apa yang dilakukan Como karena kami sempat menantang mereka di pramusim dan itu sungguh menarik,” ungkapnya dengan antusias.

Kini, satu-satunya penghalang nyata bagi petinggi Milan adalah durasi kontrak Jaissle yang masih berlaku hingga tahun 2027 mendatang.

Manajemen Casa Milan harus segera menyiapkan dana kompensasi untuk membayar biaya penalti kepada Al Ahli jika ingin memboyong sang pelatih impian ke San Siro.

🔴 Daftar Pendukung Setia Beritamilan.com Bulan Ini ⚫

Terima kasih atas dukungan tulus Anda

Situs Beritamilan.com dikelola dengan sumberdaya finansial yang sangat terbatas, bantu kami untuk mempertahankan situs ini via DANA:

0816598786

(Sertakan nama/inisial di catatan transfer untuk update ranking)

No. Nama Donatur Besaran Donasi
1. Anonim Bank Sumut Rp 100.000
2. Athena Rp 100.000
3. Chris Yudha Rp 47.111
4. I Komang Sidartha Kusuma Rp 38.000
5. Ac Milan Siamo Noi Rp 28.266
FORZA MILAN SEMPRE!