Drama perombakan di kursi manajemen petinggi AC Milan tampaknya masih jauh dari kata selesai. Di balik layar Casa Milan, kini tengah terjadi tarik ulur kekuasaan yang cukup sengit antara dua sosok karismatik.
Kabar panas terbaru datang dari pakar transfer ternama Italia, Gianluca Di Marzio, yang membongkar situasi terkini mengenai negosiasi klub dengan Ralf Rangnick dan Oliver Glasner.
Dalam laporannya, Di Marzio mengungkapkan bahwa hambatan terbesar Milan saat ini bukanlah soal pelatih baru, melainkan perebutan wewenang antara Rangnick yang menginginkan kekuasaan absolut, dan Zlatan Ibrahimovic yang tidak mau kehilangan pengaruhnya di ruang ganti maupun di level direksi.
Mari kawal terus revolusi manajemen Iblis Merah dengan tetap tampil keren dan nyaman memakai Kaos Milan Katun Anti Panas melalui 👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee sekarang juga!
Benturan Ego dan Rincian Mandeknya Negosiasi Rangnick

Ibrahimovic dilaporkan sangat aktif mengawal proses revolusi ini. Sebagai tangan kanan Gerry Cardinale, sang legenda Swedia tersebut dikabarkan selalu menempel ketat sang bos besar dalam setiap agenda pertemuan penting.
Berikut adalah rincian masalah yang sedang terjadi di jajaran elit RedBird berdasarkan pantauan dari program televisi Calciomercato – l’Originale:
- Kehadiran Wajib Zlatan: Ibrahimovic tidak pernah absen dan selalu ikut campur dalam setiap sesi wawancara maupun diskusi taktis yang dilakukan oleh Gerry Cardinale.
- Kesiapan Oliver Glasner: Calon pelatih baru asal Austria tersebut sebenarnya sudah memberikan lampu hijau dan siap kapan saja untuk terbang ke Milanello.
- Tuntutan Absolut Rangnick: Ralf Rangnick menolak menjadi boneka dan meminta otonomi kerja yang sangat luas jika ia diangkat menjadi Direktur Teknis.
- Gesekan Wewenang: Permintaan otonomi penuh dari Rangnick jelas bertabrakan dengan ambisi Ibra yang ingin mengambil peran lebih sentral dalam menentukan kebijakan transfer dan masa depan skuad.
Mengenai situasi pelik ini, Di Marzio memberikan pemaparan detail mengenai apa yang sebenarnya terjadi di meja perundingan:
“Keputusannya ada di tangan Cardinale dan Ibrahimovic karena nama terakhir ini selalu hadir dalam setiap pembicaraan. Glasner telah memberikan ketersediaannya, sekarang terserah Milan untuk memutuskan apakah akan merekrutnya atau tidak. Poin utamanya sekarang adalah apakah Rangnick akan datang atau tidak, bukan apakah Glasner datang atau tidak. Rangnick meminta otonomi yang sangat luas yang mungkin saat ini bertabrakan dengan keinginan Ibra yang ingin lebih hadir dalam pilihan-pilihan klub,” ungkap Gianluca Di Marzio secara blak-blakan.
Menanti Ketegasan Gerry Cardinale Memilih Arah Proyek Klub

Kini, bola panas sepenuhnya berada di tangan Gerry Cardinale sebagai pemegang modal utama. Ia harus segera mengambil sikap tegas demi menyelamatkan agenda pramusim yang sebentar lagi akan bergulir.
Cardinale dihadapkan pada dilema besar: apakah ia akan mengorbankan ego Ibrahimovic demi memberikan kunci revolusi taktis sepenuhnya kepada Rangnick, atau membatalkan kedatangan pria Jerman tersebut demi menjaga wewenang sang legenda klub.
Keputusan apa pun yang diambil nantinya akan sangat menentukan nasib Oliver Glasner, yang hingga detik ini masih sabar menunggu panggilan resmi untuk segera menukangi tim di San Siro.





