Bintang muda AC Milan, Alphadjo Cisse, mengakui bahwa ia sempat sangat dekat untuk bergabung dengan klub raksasa Belanda, PSV Eindhoven. Namun, ia merasa sangat bersyukur dan bahagia karena pada akhirnya takdir membawanya ke San Siro.
Beberapa minggu terakhir terasa seperti angin puyuh bagi Cisse. Ia resmi bergabung dengan Milan beberapa bulan lalu, namun sempat dipinjamkan ke Catanzaro dan harus memulihkan diri dari cedera tendon yang membutuhkan operasi. Sempat ada pembicaraan mengenai masa pinjaman lainnya, namun ia secara mengejutkan masuk dalam starting line-up pada hari Minggu lalu melawan Torino.
Berikut adalah sorotan utama dari wawancara terbaru Alphadjo Cisse bersama MilanNews:
- Tolak PSV: Cisse membatalkan kesepakatan yang hampir rampung dengan PSV pada bulan Januari begitu AC Milan datang menawar.
- Kepercayaan Pelatih: Hubungan positif dengan Ruben Amorim membuatnya mantap bertahan dan menolak opsi pinjaman.
- Mentalitas Belajar: Cisse tidak takut bersaing dan bertekad “mencuri” ilmu dari para pemain senior di sesi latihan.
Pilihan Mudah Menuju San Siro

Pemain berkebangsaan Italia ini hampir tidak bisa mengharapkan debut yang lebih baik. Ia mencetak gol pertama Rossoneri musim ini sekaligus gol pertamanya untuk klub. Setelah mengendalikan umpan silang dari pemain pengganti Adrien Rabiot, ia melepaskan tembakan ke tiang jauh dengan ketenangan layaknya seorang veteran.
Saat ditanya mengenai kebenaran rumor yang mengaitkannya dengan PSV Eindhoven sebelum bergabung dengan Milan, Cisse memberikan jawaban yang sangat lugas.
“Pada bulan Januari, semuanya hampir selesai dengan PSV, lalu AC Milan datang dan saya langsung berubah pikiran. Merupakan pilihan yang mudah untuk memilih klub ini.”
Cisse juga menjelaskan alasannya memilih nomor punggung 70. “Selama beberapa hari terakhir saya mencoba membalas semua pesan yang saya terima, tetapi saya sudah mencoba mengambil langkah berikutnya dan memikirkan pertandingan berikutnya. Saya memilih (70) karena nomor 80 sudah diambil,” ungkapnya sambil tersenyum.
Kepercayaan Amorim dan Proses Pemulihan

Meskipun ada opsi untuk kembali bermain dengan status pinjaman agar mendapatkan lebih banyak menit bermain, kehadiran pelatih Ruben Amorim mengubah segalanya bagi Cisse.
“Hubungan saya dengan pelatih sebenarnya sangat positif. Dia menaruh kepercayaan pada saya dan semua pemain muda lainnya, dan itu memudahkan saya untuk mengekspresikan diri secara maksimal. Bertahan di sini adalah perasaan yang luar biasa. Milan adalah salah satu klub terbesar di dunia.”
Terkait perbandingan gaya bermainnya dengan legenda Milan, Robinho, yang dilontarkan oleh Massimo Ambrosini, Cisse memilih untuk tetap rendah hati. “Saya tidak bisa memberitahu Anda, saya belum banyak melihatnya bermain, tetapi jika dia (Ambrosini) berkata begitu, tidak apa-apa,” katanya diiringi tawa.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak gentar dengan persaingan di skuad utama, terlebih kondisinya saat ini belumlah mencapai puncaknya. “Tidak sekarang, tidak ada ketakutan. Saya pikir persaingan itu baik untuk semua orang. Tujuan saya adalah belajar sebanyak mungkin dari semua orang. Saya belum berada di performa terbaik saya, saya baru pulih dari cedera panjang, dan pertandingan melawan Torino baru yang keempat bagi saya,” tutupnya.





