Tag: Maldini

  • Media Spanyol Konfirmasi Ketertarikan AC Milan Pada Sergio Ramos

    Media Spanyol Konfirmasi Ketertarikan AC Milan Pada Sergio Ramos

    Beritamilan.com – Situs Berita AC Milan

    Sektor bek tengah AC Milan musim ini mungkin bisa dikatakan menjadi salah satu titik paling rawan dalam skuad Stefano Pioli. Sejauh musim ini, satu-satunya pemain bek tengah yang terus dapat diandalkan hanyalah Simon Kjaer.

    Padahal AC Milan memiliki stok pemain tengah yang lebih dari cukup jika semuanya fit. Selain Simon Kjaer dan Romagnoli, I Rossonerri telah memiliki beberapa nama lain seperti Matteo Gabbia, Mussachio dan Duarte.

    Romagnoli sendiri masih kesulitan untuk menemukan bentuk permainan terbaiknya pasca menderita cedera pada akhir musim lalu. Kapten berusia 25 tahun itu memang berhasil menjadi salah satu aktor utama keberhasilan Milan membungkam Fiorentina tadi malam (30/11/2020) lewat gol pembukanya, akan tetapi sang kapten muda kerap tampil sempoyongan saat mengejar kecepatan para striker lawan dan juga kurang kuat dalam melakukan duel udara.

    Stok pemain belakang Milan yang lain, yakni Matteo Gabbia masih berusia cukup muda hingga terlalu riskan jika klub terus mempercayakan kepadanya. Setelahnya ada nama Musacchio dan Leo Duarte yang lebih sering sibuk bergelut dengan cederanya masing-masing.

    Mengutip laporan dari media Spanyol, Fichajes.net menyebutkan jika AC Milan benar-benar tertarik untuk mendatangkan Sergio Ramos pada akhir musim ini. Kontrak kapten Real Madrid itu akan berakhir pada Juni nanti dan sejauh ini belum ada tanda-tanda jika tim asuhan Zinedine Zidane akan segera memperpanjang kontraknya.

    Masih menurut laporan harian yang sama, selain Sergio Ramos, Il Diavollo Rosso juga tengah dikaitkan dengan nama-nama bek tengah lain seperti Ozan Kabak, Nikola Milenkovic, Matteo Lovato, Melayro Bogarde dan Nordi Mukiele.

    Usaha AC Milan untuk mendatangkan Sergio Ramos dipastikan tidak akan berjalan dengan mudah. Selain karena sang pemain memiliki gaji yang sangat tinggi, tim-tim seperti PSG dan Juventus dikabarkan juga tertarik untuk memboyong pemain berusia 34 tahun tersebut.

    Peran Paolo Maldini untuk bisa mensukseskan proses transfer ini sangatlah vital, sebab Maldini adalah idola dari Sergio Ramos. Sentuhan tangan dingin Maldini untuk mendatangkan pemain top kembali diuji pada proses transfer ini.

  • Harian Jerman Bocorkan Misteri Saga Transfer Ante Rebic & Andre Silva

    Harian Jerman Bocorkan Misteri Saga Transfer Ante Rebic & Andre Silva

    Beritamilan.com – Situs Berita AC Milan

    Ante Rebic mungkin bisa dikatakan sebagai proses transfer permanen terbaik yang dilakukan AC Milan pada bursa transfer musim panas lalu. Rossonerri dan Frankfurt setuju untuk melakukan pertukaran pemain antara Rebic dengan Andre Silva secara permanen.

    Sebagaimana diketahui, sebelumnya Milan dan Frankfurt sepakat untuk saling meminjamkan pemainnya, yaitu Rebic untuk ditukar dengan Andre Silva selama 2 musim tanpa ada klausul pembelian permanen. Akan tetapi kedua pemain tampil sangat bagus di tim barunya, hingga akhirnya hasrat Milan dan Frankfurt untuk mematenkan pemain pinjamannya tersebut mulai tumbuh.

    Dalam proses transfer kesepakatan permanen itu tidak disebutkan secara rinci mengenai seberapa banyak uang yang dilibatkan kedua klub. Saat itu baik Milan dan Frankfurt berjanji untuk mengumumkan rincian resmi biaya transfer saat sudah diketahui laporan keuangan klub tahun 2020/2021.

    Akan tetapi harian Jerman, Bild, telah membocorkan lebih dini mengenai misteri saga transfer Ante Rebic dan Andre Silva. Dalam laporan itu disebutkan jika sebenarnya Eintracht Frankfurt menebus Andre Silva dengan biaya hanya sebesar 3 juta euro saja. Sebagai gantinya, AC Milan diijinkan untuk menebus Ante Rebic dengan nilai sebesar 5 juta euro.

    Lalu masalahnya adalah klub pemilik Rebic sebelumnya, Fiorentina, memiliki klausul keuntungan penjualan kembali sang pemain sebesar 50%. Dengan kondisi Rebic dijual hanya senilai 5 juta euro, maka Frankfurt cukup membayar La Viola sebesar 2,5 juta euro saja. Padahal potensi keuntungan Fiorentina sebenarnya bisa sampai angka 15 juta euro.

    Klub kota Firenze merasa seperti dikadali, karena harga Ante Rebic sendiri sebenarnya adalah sebesar 30 juta euro. Akan tetapi sebenarnya Fiorentina tidak merugi sendiri karena AC Milan membeli Andre Silva pada tahun 2017 dengan mahar mencapai 38 juta euro. Kini Rossonerri dengan kesepakatan njelimet seperti itu dipaksa menjual pemain Portugal hanya sebesar 3 juta euro.

    Dengan budget transfer yang serba terbatas, sang direktur teknik Paolo Maldini memang dipaksa untuk terus memutar otak agar bisa mendapatkan pemain berkualitas. Pemain warisan Mirabelli dan Fassone cukup bisa dimanfaatkan Il Capitano sebagai alat tawar di pasar transfer pemain.

     

     

  • Elliott: “Kami Berkomitmen Untuk Investasi € 1,2 Milyar!”

    Elliott: “Kami Berkomitmen Untuk Investasi € 1,2 Milyar!”

    Beritamilan.com – Situs Berita AC Milan

    AC Milan mulai kembali menunjukkan taringnya setelah diambil alih oleh konsorsium Elliott pada tahun 2018 silam. Elliott kala itu mengambil alih kepemilikan Milan dari tangan Yonghong Li yang gagal membayar pinjaman.

    Selama 3 tahun masa kepemimpinan Elliott, perjalanan AC Milan untuk kembali merangkak naik ke papan atas tidaklah mudah. Jalan terjal berkelok terus mewarnai perjalanan AC Milan dalam beberapa musim terakhir.

    Hari-hari awal Elliott di Milan, mereka dipaksa bekerja keras untuk menghindarkan klub dari ancaman sanksi UEFA karena menyalahi aturan Financial Fair Play. Hal itu tak terlepas dari belanja gila-gilaan pemilik klub sebelumnya, Yonghong Li, yang pada kesempatan yang sama juga gagal membawa klub meraih hasil positif diatas lapangan.

    Kala itu, Paolo Maldini yang sudah masuk dalam jajaran manajemen klub berinisiatif agar Milan mengundurkan diri dari kompetisi Liga Europa untuk menghindari sanksi lanjutan dari UEFA. Inisiatif Maldini itu akhirnya direstui oleh Elliott, presiden klub Paolo Sacaroni dan CEO Ivan Gazidis.

    Dimusim berikutnya, AC Milan yang tidak berkompetisi di ajang Eropa rupanya tetap mengalami kesulitan di ajang kmpetisi domestik. Piatek dan Suso yang merupakan pemain andalan I Rossonerri tampil jeblok, sementara pemain seperti Kessie, Hakan, Rebic dan Calabria kesulitan untuk menemukan performa terbaiknya dibawah pelatih Marco Giampaolo.

    Melihat performa itu manajemen klub tak tinggal diam, Giampaolo diberhentikan lalu menunjuk mantan pelatih Inter, Stefano Pioli sebagai pelatih utama. Untuk memperkuat serangan, Milan memutuskan untuk memulangkan si anak hilang, Zlatan Ibrahimovic pada bulan Januari.

    Perlahan performa klub mulai meningkat dan kini kita bisa melihat AC Milan berada di puncak klasemen sementara Serie A dan juga pemuncak klasemen grup H Liga Europa. Elliott seperti telah melakukan hal yang benar, meskipun progressnya memakan waktu yang tidak sebentar.

    Mengutip laporan dari ANSA, juru bicara Elliott mengungkapkan jika perusahaan akan terus berinvestasi pada AC Milan. Sejauh ini Elliott telah mengeluarkan dana lebih dari 600 juta euro untuk mendanai Milan dan Elliott berkomitmen untuk terus berinvestasi hingga menyentuh angka €1,2 Milyar!

    “Elliott telah mendanai kembali AC Milan dalam beberapa tahun terakhir, dengan lebih dari € 600 juta diinvestasikan ke klub.” Bunyi pernyataan juru bicara Elliott dikutip dari ANSA.

    “Elliott juga berkomitmen untuk berpartisipasi dalam investasi pribadi sebesar € 1,2 milyar untuk pembangunan stadion baru di kota Milan dan distrik inovatif yang multifungsi. Ini akan berkontribusi pada transformasi AC Milan.” tutupnya.

    Sebagaimana diketahui, petinggi AC Milan saat ini tengah fokus untuk membangun stadion baru bersama Inter Milan. Namun rencana itu kembali mengambang setelah Italia mengalami gejolak pandemi COVID-19 yang sangat parah pada tahun 2020 ini.

  • Gercep! Paolo Maldini Telah Temui Agen Sergio Ramos

    Gercep! Paolo Maldini Telah Temui Agen Sergio Ramos

    Beritamilan.com – Situs Berita AC Milan

    Usaha AC Milan untuk menambal lini belakangnya sepertinya tidak main-main. Setelah beberapa nama sempat muncul ke permukaan seperti nama Ozan Kabak dan Matteo Lovatto, kini muncul nama megabintang milik Real Madrid, Sergio Ramos.

    Pemain yang saat ini menjabat sebagai kapten tim berjuluk Los Blancos itu akan berakhir masa kontraknya pada akhir musim ini. Sejauh ini belum ada tanda-tanda jika kesepakatan kontrak baru dengan Madrid akan segera terlaksana.

    Ditengah momen seperti itu muncul AC Milan yang akan coba memanfaatkan situasi. Dilansir dari laporan Calciomercato, Paolo Maldini diberitakan telah bertemu langsung dengan agen dari Sergio Ramos untuk meyakinkan sang pemain agar bersedia pindah ke San Siro musim depan.

    Paolo Maldini sendiri adalah sosok panutan bagi Sergio Ramos. Mereka berdua memiliki hubungan pertemanan yang bagus diluar lapangan. Selain itu, sebagaimana telah diketahui, AC Milan sudah lama memiliki hubungan yang mesra dengan Real Madrid.

    Meski begitu, usaha I Rossonerri untuk mendaratkan bek berusia 34 tahun itu dipastikan tidak akan berjalan dengan mudah. Gaji adalah masalah utama andai Ramos benar-benar mau hijrah ke Milan.

    Sebagaimana diketahui, Sergio Ramos saat ini mendapatkan gaji sebesar 210 pounds per pekan, atau kalau di Rupiahkan akan berada dikisaran angka Rp. 3,9 miliar! Patut untuk Anda ketahui, gaji terbesar yang dimiliki skuad AC Milan saat ini dipegang oleh Zlatan Ibrahimovic yang mengantongi gaji per pekannya sebesar Rp. 2,4 miliar.

    Calciomercato menyebutkan jika pertemuan antara agen Sergio Ramos dengan Paolo Maldini ini bisa jadi hanya sebuah trik bagi sang agen untuk mengultimatum Real Madrid agar bersedia memenuhi tuntutan gaji sang pemain dikontrak barunya nanti.

    Selama membela Real Madrid sejak tahun 2005 silam, Sergio Ramos telah tampil dalam 650 pertandingan dengan berhasil membukukan sebanyak 97 gol. Ia turut berandil besar dalam keberhasilan El Real menyabet 4 trofi Liga Champions.

  • Sejarah 6 Kapten Terbaik AC Milan Sepanjang Masa

    Sejarah 6 Kapten Terbaik AC Milan Sepanjang Masa

    Berita AC Milan – AC Milan adalah salah satu klub sepak bola yang sangat populer dari Italia. Sejak dibentuknya klub tersebut pada tahun 1899 silam, tim berjuluk Il Diavollo Rosso itu telah berhasil mengumpulkan berbagai raihan trofi. Salah satunya berhasil menjadi juara dalam Liga Champions sebanyak 7 kali. Banyak pemain legendaris muncul memperkuat tim AC Milan.

    Banyak dari mereka juga pernah menjadi kapten AC Milan dari waktu ke waktu. Kaptennya yang pertama adalah David Allison dari Inggris. Selanjutnya Herbert Kilpin sebagai pendiri klub namun juga menjadi kapten tim. Hal tersebut cukup wajar karena I Rossoneri memang dibentuk oleh imigran dari Inggris. Kapten pertama AC Milan yang asli dari Italia adalah Gerolamo Radice.

    Sejarah Kapten Terlama AC Milan

    Ada sejumlah pemain legendaris klub AC Milan yang pernah menjadi kapten, yaitu Giuseppe Meazza (1941/42), Nils Liedholm (1956-61), Gunnar Nordahl (1954-56), Cesare Maldini (1961-66), Franco Baresi (1982-92), Gianni Rivera )1966-75 dan 1976-79), Paolo Maldini (1991-2009), dan juga Massimo Ambrosini (2009-13).

    Dari sekian kapten AC Milan yang ada, Franco Baresi merupakan yang terlama karena menjabat menjadi kapten tim hingga 15 musim sekaligus. Baresi merupakan kapten paling sukses sepanjang masa karena selama menjadi kapten, AC Milan berhasil meraih 18 trofi sekaligus. Meski begitu ada pula pemain AC Milan berbakat lainnya.

    Yaitu Paolo Maldini yang merupakan icon klub di era modern yang menjadi menjadi kapten klub selama 12 musim. Bisa dibilang bahwa Baresi dan Maldini adalah 2 kapten paling lama dan tersukses sepanjang sejarah AC Milan.

    Melihat sejarahnya saja maka dapat disimpulkan bahwa peran kapten sangat penting dalam dunia sepak bola. Umumnya jabatan sebagai kapten selalu dibawakan oleh pemain yang memiliki peran penting dalam dunia sepak bola. Mulai dari sebagai pemain andalan tim, hingga pemain yang kerap dimainkan pada starting eleven.

    Daftar 6 Kapten Terbaik AC Milan Sepanjang Sejarah

    Sebagai salah satu klub terbesar di Eropa dan dunia, AC Milan tentunya juga mempunyai beberapa kapten legendaris sepanjang sejarah. Bahkan nama kaptennya terus dikenang berkat kesuksesannya sampai sekarang. Di bawah ini adalah 6 kapten terbaik di sepanjang sejarah AC Milan:

    6. Massimo Ambrosini (2009-2012)

    Berita Terbaru AC Milan
    Photo: gentlemanultra.com

    Massimo Ambrosini adalah salah satu pemain yang cukup loyal di AC Milan. Dia membela AC Milan sejak tahun 1995. Dia juga merupakan salah satu gelandang Italia di eranya. Sayangnya Massimo memiliki cedera kambuhan sehingga sering absen membela klub dan timnas.

    Sangat jarang sekali dirinya bisa tampil penuh selama 34 hingga 38 pekan dalam 1 musim. Namun ketika kondisinya sedang fit, dirinya berhasil menjelma menjadi sosok gelandang yang hebat. Dengan fisik yang prima, kemampuannya menjaga dan merebut bola menjadi sangat sempurna sehingga sering dijadikan sebagai andalan di lini tengah.

    Massimo berhasil meraih kesuksesan di Milan karena memenangi 4 scudetto serta 2 Liga Champions. Karena loyalitasnya itu, ia kemudian dijadikan sebagai kapten AC Milan di tahun 2009 untuk menggantikan Paolo Maldini. Massimo menjadi kapten di AC Milan hingga tahun 2012, dimana pada akhirnya dia memilih untuk hengkang.

    5. Nils Liedholm (1956-1961)

    Berita AC Milan
    Photo: https://www.pinterest.ru/pin/511017888953947198/

    Pemain ini merupakan sosok protagonis dalam masa keemasan AC Milan pertama di pertengahan tahun 50-an hingga awal 60-an. NIls Liedholm adalah anggota trio Swedia dengan Gunner Gren dan Gunnar Nordahl. Nils Liedholm menjadi kapten utama Milan menggantikan posisi Gunnar Nordahl di tahun 1956.

    Selain karena memiliki jasa yang cukup besar, Nils merupakan pemain yang sangat loyal. Dirinya telah membela Milan mulai tahun 1949 hingga 1961. Itulah kenapa Nils Liedholm kemudian dijadikan sebagai kapten tim. Sebagai seorang gelandang, Nils memiliki kemampuan penguasaan bola yang sangat sempurna.

    Sudah 359 penampilan yang pernah dicatatkannya bersama I Rossonerri, dimana selama penampilannya tersebut dirinya berhasil mencetak 81 gol. Bersama Milan, dirinya pernah mendapatkan 4 gelar Scudetto.

    4. Cesare Maldini (1961-1966)

    Berita Terbaru AC Milan
    Photo: alamy.it

    Cesare Maldini adalah salah satu pemain dan juga sebagai pelatih sepak bola terbaik yang pernah dimiliki Italia. Kakek dari Daniel Maldini ini merupakan bagian dari kesuksesan AC Milan dalam menguasai Italia dan Eropa selama dekade 60-an. Cesare merupakan pemain Milan yang loyal karena sudah bergabung mulai tahun 1954 hingga 1966.

    Dia kemudian dijadikan sebagai kapten tim pada tahun 1961 hingga 1966. Sebagai seorang kapten, Cesare berhasil mengantar Milan menjadi juara Piala Champions di tahun 1963 setelah sebelumnya berhasil mendapatkan scudetto di musim 1961/62. Jadi, bila dihitung secara keseluruhan Cesare Maldini sudah meraih 4 gelar scudetto, 1 latin Cup, dan 1 Piala Champions..

    3. Gianni Rivera (1966-1979)

    Berita AC Milan
    Photo: https://www.pinterest.com/pin/538039486709213938/

    Si nomor 10 ini berhasil menjadi ikon klub selama dekade 70-an di AC Milan. Dirinya bergabung bersama Milan sejak tahun 1960. Sejak saat itulah Rivera muda digadang-gadang akan menjadi bintang bola besar. Ternyata prediksi tersebut tepat 100%!

    Dirinya berhasil menjadi penyerang lubang terbaik di masanya. Selama membela Milan selama 19 tahun, Rivera berhasil meraih 3 gelar Scudetto, 3 Piala Winners, 4 Coppa Italia, 2 Piala Champions, dan juga Ballon d’Or sebagai gelar pribadinya di tahun 1969. Rivera menjadi kapten Milan pada tahun 1966 hingga 1979 menggantikan peran Cesare Maldini.

    2. Paolo Maldini (1997-2009)

    Berita Terbaru AC Milan
    Photo: plasedergi.com

    Paolo memulai debutnya pertama kali dengan AC Milan pada tahun 1985 silam. Dia begitu melekat erat bersama Rossoneri karena dirinya telah menghabiskan semua karirnya dalam dunia sepakbola bersama AC Milan. Sejak memulai debutnya di tahun 1985 hingga pensiun pada tahun 2009 silam, yang lalu, Maldini total telah berhasil menyumbangkan 7 gelar Scudetto untuk AC Milan.

    Selain itu, dirinya juga berhasil meraih 5 gelar Piala Super Eropa, 5 Liga Champions, 1 Piala Dunia Antarklub, dan juga 2 Piala Interkontinental. Paolo Maldini mulai ditunjuk menjadi kapten Milan pada tahun 1997 menggantikan peran Franco Baresi. Selanjutnya dia meletakkan jabatannya sebagai kapten pada tahun 2009 setelah memutuskan untuk gantung sepatu dari lapangan hijau.

    Jasa besar Paolo Maldini memang sangat besar, AC Milan akhirnya memutuskan untuk meniadakan nomor punggung 3 sebagai bentuk penghormatan kepada Paolo Maldini. Saat ini anak dari Paolo Maldini yaitu Daniel Maldini sudah berhasil menembus skuad inti AC Milan. Harapan besar untuk melihat nama Maldini kembali hadir di San Siro sangat dinantikan oleh fans Rossonerri di seluruh dunia.

    1. Franco Baresi (1982-1997)

    Berita AC Milan
    Photo: The Sun

    Dari sekian nama kapten hebat milik Milan, Franco Baresi inilah yang namanya paling melegenda. Sama halnya dengan Maldini, Franco Baresi juga menghabiskan seluruh karirnya bersama AC Milan. Baresi ikut memperkuat tim Milan sejak tahun 1977 hingga 1997. Jadi sudah 719 pertandingan dihabiskannya dengan perolehan 33 gol. Baresi menjadi kapten Milan mulai tahun 1982 hingga 1997.

    Dengan jasa besar yang telah Baresi berikan untuk klub, AC Milan akhirnya memutuskan untuk memensiunkan nomor punggung 6 yang dipakai oleh Franco Baresi hingga sekarang.

    Itulah sejarah dan daftar kapten terbaik AC Milan sepanjang masa. Siapakah idolamu?