Luka Modric menghadapi tantangan besar saat memperkuat AC Milan dalam pertandingan sengit melawan Lazio pada akhir pekan lalu.
Mantan bek legendaris Italia, Giuseppe Bergomi, memberikan pandangannya mengenai hambatan yang dialami sang gelandang veteran di studio Sky Sport.
Analisis Taktis Giuseppe Bergomi
Bergomi menyoroti bagaimana strategi man-to-man yang diterapkan Lazio berhasil membuat pergerakan Luka Modric menjadi sangat terbatas.
Saat Modric menguasai bola, semua pemain lain membelakangi dia dan melakukan sangat sedikit gerakan sehingga ia terpaksa turun terlalu dalam.
Pengamat sepak bola tersebut mencatat bahwa Modric seringkali berada di antara dua bek tengah yang sebenarnya tidak diperlukan dalam situasi tersebut.
- Kurang Pergerakan: Rekan setim tidak memberikan opsi umpan yang cukup saat Modric menguasai bola di lini tengah.
- Kecepatan Musah: Masuknya Yunus Musah di babak kedua memberikan dimensi kecepatan yang sangat dibutuhkan Rossoneri.
- Serangan Kedalaman: Christian Pulisic dan Rabiot lebih efektif dalam menekan pertahanan lawan saat ritme permainan berubah.

Penjelasan Strategi Ruben Amorim
Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, memberikan klarifikasi kepada DAZN mengenai keputusannya melakukan pergantian pemain di lini tengah.
Amorim menegaskan bahwa gaya bermain Luka Modric memerlukan dominasi penguasaan bola agar sang pemain dapat memberikan kontribusi maksimal.
Jika pertandingan berubah menjadi ajang lari dan transisi cepat, itu bukan tipe permainan yang cocok bagi karakter Luka Modric.
Keputusan memasukkan Yunus Musah didasari oleh kebutuhan tim akan pemain yang memiliki langkah kaki lebih cepat di area tengah lapangan.
Pelatih menyadari bahwa Modric yang terlalu turun ke lini belakang justru mengurangi jumlah pemain yang berada di antara lini pertahanan lawan.
Meskipun demikian, Amorim meyakini bahwa AC Milan tetap bisa mengandalkan Modric selama tim mampu mengontrol tempo dan penguasaan bola sepenuhnya.





