AC Milan harus bersiap menghadapi skenario perombakan strategi di bursa transfer musim panas ini setelah hilangnya salah satu peluang penjualan terbesar mereka.
Klub raksasa Turki, Fenerbahce, dilaporkan telah berpaling dan bergerak cepat untuk mengamankan tanda tangan winger Crystal Palace, Ismaila Sarr.
Penolakan Tegas Sang Bintang
Dalam beberapa pekan terakhir, spekulasi mengenai kepindahan Rafael Leao ke Liga Super Turki memang terus berhembus kencang.
Fenerbahce sempat memimpin perlombaan di garis terdepan, namun arah angin tiba-tiba berubah drastis setelah bintang asal Portugal tersebut membuat keputusan krusial.

Jurnalis Tuttomercatoweb, Marco Coterio, memberikan pembaruan informasi yang cukup menyesakkan bagi manajemen Rossoneri melalui akun X pribadinya.
- Fokus Berubah: Fenerbahce kini tinggal selangkah lagi mendapatkan Ismaila Sarr dan sedang menekan Crystal Palace untuk segera mencapai kesepakatan.
- Kesepakatan Pribadi: Sarr dikabarkan telah memberikan lampu hijau, menyisakan negosiasi akhir antar klub.
- Penyebab Utama: Manuver kilat ini terjadi murni sebagai reaksi langsung atas penolakan Rafael Leao terhadap proyek olahraga Fenerbahce.
“Fenerbahce kini selangkah lagi mendapatkan Ismaila Sarr. Klub Turki itu mendesak kesepakatan dengan Crystal Palace. Mereka sudah mendapatkan persetujuan pemain; sekarang tinggal urusan dengan klub London tersebut. Segalanya berjalan sangat cepat setelah penolakan Rafael Leao terhadap proyek Fenerbahce,” tulis Coterio.
Dampak Domino Bagi AC Milan
Mengingat Fenerbahce adalah peminat yang paling ngotot mengejar sang nomor 10, mundurnya mereka jelas menyisakan teka-teki besar di atas meja manajemen Il Diavolo Rosso.
Situasi ini memunculkan kekhawatiran mendalam terkait dampak dominonya terhadap pergerakan Milan dalam mendatangkan amunisi baru, mengingat mereka diprediksi membutuhkan dana segar dari penjualan Leao.
Meski bursa transfer masih menyisakan waktu untuk berbagai kejutan *last-minute*, harapan untuk melepas Leao dengan harga selangit ke Turki tampaknya sudah tertutup rapat. Jika pada akhirnya ia tetap bertahan, manajemen AC Milan dituntut untuk memutar otak lebih keras dalam menyeimbangkan neraca keuangan sekaligus mewujudkan kerangka skuad impian musim ini.





