Laga perdana kompetisi Eropa musim ini harus diawali dengan hasil yang sangat mengecewakan bagi AC Milan setelah mereka dipaksa menyerah 0-2 dari tim tamu Benfica di San Siro pada Kamis dini hari WIB.
Mimpi buruk skuad Merah Hitam mulai terlihat nyata ketika Dodi Lukebakio sukses merobek jala gawang pada menit ke-16, disusul oleh gol tendangan keras Jakub Kaminski di paruh kedua yang mematikan harapan tuan rumah.
Hasil minor ini jelas bukanlah skenario yang diharapkan oleh armada Rossoneri untuk memulai kampanye benua mereka, sehingga perjuangan untuk menembus posisi delapan besar kini terasa bagaikan mendaki gunung yang sangat terjal.
Bencana Babak Pertama dan Dominasi Tim Tamu
Pelatih Ruben Amorim mengambil keputusan berani dengan melakukan lima perombakan pada susunan pemain inti dibandingkan saat ditahan imbang oleh Lazio pada pertandingan akhir pekan lalu.
Sang juru taktik mencoba memberikan kepercayaan kepada darah muda seperti Filippo Terracciano, Ardon Jashari, Davide Bartesaghi, Omari Hutchinson, dan Alphadjo Cisse untuk tampil memikul beban sejak menit awal.
Sayangnya, ritme permainan Milan justru terlihat lambat dan sangat tidak meyakinkan saat menguasai bola, persis seperti penyakit taktis yang mendera mereka pada empat pertandingan sebelumnya di awal musim ini.
Kubu Benfica merespons celah tersebut dengan menerapkan garis tekanan yang sangat tinggi, bahkan sesekali menempatkan enam pemain untuk merusak pola rancang bangun serangan tuan rumah dari belakang.

Ancaman perdana dari Milan baru muncul melalui pergerakan Samuel Chukwueze di sisi kanan yang mengirimkan umpan silang berbahaya ke arah tiang jauh, namun hanya berbuah tendangan sudut berkat kesigapan barisan pertahanan lawan.
Tim Elang Lisbon akhirnya berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-16 setelah Lukebakio dengan leluasa melepaskan tembakan kaki kiri akurat ke pojok kiri bawah gawang akibat kelengahan penjagaan Bartesaghi di lini tengah.
Tuan rumah sebenarnya sangat beruntung tidak kebobolan gol kedua saat pertengahan babak pertama ketika tembakan Georgiy Sudakov dari luar kotak penalti hanya membentur tiang gawang menyusul kesalahan umpan mundur dari Yunus Musah.
Peluang tepat sasaran pertama bagi skuad Rossoneri justru lahir dari inisiatif bek tengah Terracciano yang melepaskan tembakan spekulasi jarak jauh, meski masih mampu ditepis dengan gemilang oleh kiper Anatoliy Trubin.
Sebelum jeda turun minum, percobaan tendangan melengkung dari Cisse di masa tambahan waktu nyaris saja membuahkan hasil andai bola tidak diamankan secara dramatis dari bawah mistar gawang.
Kegagalan Comeback dan Kebuntuan Babak Kedua
Menyadari strateginya tidak berjalan mulus, Amorim langsung memasukkan Mario Gila dan Christian Pulisic untuk menggantikan Terracciano serta Hutchinson sesaat sebelum babak kedua dimulai.
Permainan Milan sempat terlihat lebih menjanjikan di awal paruh kedua, puncaknya ketika Koni De Winter membuang peluang emas di depan gawang yang sudah menganga lebar menyusul kemelut dari tendangan Cisse.
Berikut adalah beberapa fakta krusial yang mewarnai kehancuran skuad Rossoneri di hadapan pendukungnya sendiri dini hari WIB tadi:
- Pencetak Gol Benfica: Dodi Lukebakio dan Jakub Kaminski menjadi sosok antagonis yang sukses menghancurkan gawang kawalan Mike Maignan.
- Rotasi Skuad Rossoneri: Ruben Amorim melakukan lima perombakan besar dengan mengandalkan beberapa darah muda yang ternyata gagal memenuhi ekspektasi di panggung Eropa.
- Peluang Terbuang Percuma: Koni De Winter membuang kans emas di mulut gawang yang seharusnya bisa membalikkan momentum bagi kubu Merah Hitam.
Kegagalan memaksimalkan peluang tersebut langsung dibayar mahal karena tim tamu sukses menggandakan keunggulan melalui skema serangan mematikan dari sisi lapangan.
Kelengahan barisan pertahanan tuan rumah dalam mengantisipasi situasi jebakan *offside* membuat Souffian El Karouani leluasa memberikan umpan tarik yang disambar sempurna oleh Kaminski ke atap gawang.

Situasi tertinggal dua gol membuat riuh ketidakpuasan mulai bergema dari bangku penonton, memaksa staf pelatih kembali menyuntikkan tenaga baru lewat Diego Moreira dan Alexis Saelemaekers.
Kombinasi Saelemaekers dan Pulisic nyaris saja menumbuhkan asa kebangkitan bagi Milan melalui skema tendangan sudut pendek, namun sepakan pemain asal Amerika Serikat itu masih mengarah tepat ke pelukan penjaga gawang lawan.
Masuknya Adrien Rabiot sebagai pergantian terakhir juga belum mampu memecah kebuntuan meskipun sang gelandang sempat melepaskan tembakan keras yang melenceng tipis dari sasaran.
Rentetan kegagalan penyelesaian akhir dari Pulisic dan sundulan melebar dari Goncalo Ramos di sisa waktu normal pada akhirnya memastikan penderitaan skuad Rossoneri di kandang sendiri.
Kekalahan menyakitkan di pertandingan pembuka ini tentu menjadi bahan evaluasi besar bagi Ruben Amorim untuk segera membenahi mentalitas dan taktik skuadnya sebelum melangkah lebih jauh di kompetisi Eropa musim ini.





