Keheningan di koridor San Siro perlahan mulai terusik oleh desas-desus ketidakpuasan, namun seorang mantan ujung tombak Rossoneri muncul untuk meredam bara api yang mulai memanas.
Giampaolo Pazzini secara terbuka memberikan pembelaan terhadap Ruben Amorim dan menegaskan bahwa AC Milan sangat layak mendapatkan waktu lebih untuk membuktikan kualitas mereka yang sebenarnya.
Pazzini Beri Pembelaan Terhadap Kritik Ruben Amorim
Hingga saat ini, Milan telah mengumpulkan delapan poin di liga dengan catatan dua kemenangan dan dua hasil imbang.
Meskipun rekor tersebut jauh dari kata buruk, kekalahan pertama musim ini saat melawan Benfica awal pekan ini mulai memicu tekanan besar.
Dengan dua hasil imbang yang telah dikantongi, kemenangan melawan Lecce malam ini menjadi harga mati bagi skuat asuhan Amorim.
Menanggapi kritik yang menghujani Amorim terkait pemilihan tim dan taktiknya, Pazzini yang mencetak 24 gol untuk klub memberikan sudut pandang berbeda.
“Saya menyukai kemampuan komunikasinya. Saya memberikan banyak pembelaan bagi Milan karena staf pelatih telah berubah, banyak pemain telah berubah, beberapa pemain datang di hari-hari terakhir bursa transfer. Rabiot dan Maignan datang terlambat setelah Piala Dunia.”
Pazzini mengakui bahwa masih banyak aspek yang harus diperbaiki oleh Milan dalam waktu dekat.
“Mereka pasti perlu meningkatkan permainan mereka. Seperti yang dikatakan Amorim, mereka menciptakan peluang yang sangat sedikit, mereka perlu membantu Goncalo Ramos lebih banyak lagi, karena dia membutuhkan struktur permainan.”
Mantan striker internasional Italia itu juga menyoroti posisi Milan yang sebenarnya tidak terlalu buruk di papan klasemen jika melihat lawan-lawan berat yang sudah dihadapi.
“Namun, dalam hal poin di klasemen, jika mereka menang, mereka akan terpaut dua poin dari tiga besar. Maka itu pastinya akan menjadi positif karena mereka sudah melewati dua laga tandang yang sulit, melawan Juventus dan Lazio. Singkatnya, saya ingin memberi Milan lebih banyak waktu.”
Tanggapan Mengenai Kritik Terhadap Modric

Selain membela pelatih, Pazzini juga memberikan pendapatnya mengenai sorotan tajam yang diarahkan kepada gelandang veteran, Luka Modric.
“Apakah kritik terhadap Modric itu adil? Tidak, sama sekali tidak. Dia adalah seorang juara, jelas dia semakin tua, tetapi dalam hal pembacaan permainan, kualitasnya, kepribadiannya…”
Pazzini percaya bahwa kualitas teknis seorang juara seperti Modric masih sangat dibutuhkan dalam tim utama.
“Dia harus selalu menjadi starter. Jelas bahwa Anda perlu mengelilinginya dengan pemain yang dapat membantunya, tetapi jika dia seperti ini, itu juga baik-baik saja.”
Berikut adalah beberapa poin penting yang ditekankan oleh Pazzini untuk kebangkitan Milan:
- Transisi Skuad: Perubahan besar di staf kepelatihan dan pemain membutuhkan adaptasi waktu.
- Kedatangan Pemain: Banyak pilar penting yang baru bergabung di akhir jendela transfer.
- Jadwal Pertandingan: Milan telah menyelesaikan laga tandang tersulit melawan rival besar.
Pazzini menekankan bahwa kemenangan di laga mendatang bukan hanya soal poin, melainkan suntikan kepercayaan diri sebelum jeda internasional.
Dinamika sepak bola modern memang menuntut hasil instan, namun kebijaksanaan Pazzini mengingatkan kita bahwa sebuah mahakarya tidak pernah dibangun dalam semalam, melainkan melalui ketekunan dan kepercayaan yang tak tergoyahkan.




