BERITAMILAN.COM – Sorotan tajam berita AC Milan hari ini berpusat pada luapan kemarahan Ruben Amorim AC Milan. Sang pelatih kepala benar-benar tidak menahan diri dalam mengkritik performa memalukan timnya setelah takluk 2-0 dari Ferencvaros di ajang Liga Europa.
Milan sangat membutuhkan kemenangan setelah kalah dalam dua dari tiga pertandingan pertama mereka di Eropa. Alih-alih bangkit, mereka justru merespons tuntutan tersebut dengan penampilan yang mungkin merupakan penampilan terburuk di bawah asuhan Amorim. Dua gol di babak kedua dari Lenny Joseph sudah lebih dari cukup bagi wakil Hungaria itu untuk pulang membawa tiga poin yang memang sangat layak mereka dapatkan.
Keputusan sang pelatih untuk kembali melakukan rotasi—dengan enam perubahan dari skuad yang memenangkan laga derby—terbukti menjadi bumerang fatal. Meskipun di babak kedua ia memasukkan nama-nama besar seperti Christian Pulisic, Diego Moreira, Mario Gila, dan Luka Modric, hasil akhirnya tetap sama: rasa frustrasi dan ketidakmampuan untuk menyatukan kualitas yang dibutuhkan di atas lapangan.
“Anda Tidak Bisa Tampil Seperti Itu!”

Amorim berbicara kepada Sky setelah Koni De Winter lebih dulu memberikan pendapat jujurnya bahwa kekalahan ini adalah murni masalah psikologis bagi tim. Kata-kata pedas dari sang manajer kemudian ditranskripsikan secara lengkap oleh MilanNews.
“Tidak ada penjelasan. Tidak ada yang bisa saya katakan, terutama tentang babak pertama. Saya tidak ingat ada babak pertama lain yang (seburuk) seperti itu. Ini tentang ambisi, konsentrasi, dan hasrat. Kami membuang peluang, kami memberikan hadiah konyol. Kami tidak siap bermain sepak bola malam ini.”
Ketika ditanya bagaimana ia bisa menjelaskan penurunan performa yang begitu drastis hanya beberapa hari setelah euforia kemenangan atas Inter, Amorim tampak sangat kecewa dengan sikap anak asuhnya.
“Sulit untuk dijelaskan. Kami sama sekali tidak siap untuk berpindah dari derby ke kompetisi lain ini. Ketika Anda bermain untuk Milan, Anda memiliki tanggung jawab, dan Anda tidak bisa tampil seperti itu. Saya mungkin juga (salah karena) tidak memastikan tim turun ke lapangan dalam keadaan siap.”
Masalah Mental dan Teladan Rela Mati Pavlovic

Merespons komentar De Winter yang menyebut bahwa ini adalah masalah mentalitas, Amorim sepenuhnya setuju. Ia bahkan menolak untuk memberikan perlindungan atau pembelaan yang biasanya ia berikan kepada para pemainnya saat menelan kekalahan.
“Kami tidak siap untuk bersaing di dua kompetisi. Kami harus memperbaiki cara kami memandang sepak bola dan bagaimana kami menyikapi pertandingan. Tidak ada alasan malam ini, tidak ada yang bisa saya katakan (untuk membela tim).”
“Semua orang perlu berlatih seperti Pavlovic. Dia siap mati dalam latihan. Dia adalah contoh yang bagus. Kadang-kadang ketika pemain tidak menjadi starter, mereka kesulitan. Tapi tidak ada alasan; kami seharusnya menang bahkan dengan mereka yang menjadi starter hari ini.”
Meski kecewa berat dan mengakui bahwa liga domestik kini menjadi fokus utama, Amorim menegaskan bahwa ia belum mau mengibarkan bendera putih di kancah Eropa. Selama perhitungan matematis belum menghukum mereka untuk angkat koper, skuad Rossoneri diwajibkan untuk terus bertarung di sisa laga Liga Europa.





