Sistem permainan yang diusung oleh Ruben Amorim sangat mengandalkan peran gelandang serang, tetapi sayangnya AC Milan jelas memiliki masalah besar di area krusial ini.
Meskipun sudah ada beberapa kemajuan positif dalam skema Amorim sejauh ini, sangat jelas bahwa permainan skuad Rossoneri masih membutuhkan revisi besar-besaran.
Sang pelatih terlihat masih terus membongkar pasang susunan pemain sayapnya sementara publik terus mempertanyakan kualitas sebagian besar opsi pemain nomor 10 yang dimilikinya.
Mulai dari pemain yang sudah mendapatkan banyak menit bermain hingga mereka yang belum tampil sama sekali, sektor ini jelas bukanlah area terkuat di dalam skuad saat ini.
Kritik Tajam dan Solusi Darurat

Ulasan dari Calciomercato.com memberikan penilaian yang sangat brutal terkait situasi ini dengan menyebutkan bahwa Milan minim kualitas di posisi nomor 10.
Sejauh musim ini berjalan, Alphadjo Cisse terbukti menjadi opsi terbaik mereka sementara pemain lainnya pada akhirnya hanya sekadar menjadi pemain tambal sulam.
Cisse sama sekali tidak kesulitan dengan lompatan kariernya, dan ia justru sukses menjelma menjadi salah satu pemimpin penting di dalam skuad.
Pemain muda berbakat tersebut sangat memahami taktik Amorim dan dinilai paling cocok untuk memainkan peran sebagai gelandang serang utama di belakang striker.
Di sisi lain, Alexis Saelemaekers, Adrien Rabiot, dan Ruben Loftus-Cheek ibarat pasak persegi di lubang bundar yang dipaksakan bermain di luar kebiasaan mereka.
Berikut adalah rincian masalah dari para gelandang darurat tersebut menurut evaluasi terbaru:
- Peran Dipaksakan: Ketiga pemain tersebut memang bisa menjalankan tugas daruratnya dengan cukup baik, namun mereka masih jauh dari kata sebagai opsi yang ideal.
- Lebih Cocok di Posisi Asli: Saelemaekers dan Rabiot memang telah memberikan dampak positif bagi tim, tetapi mereka diyakini akan jauh lebih mematikan jika dikembalikan ke peran alaminya.
Menanti Christian Pulisic dan Omari Hutchinson

Harapan terbesar kini bersandar pada pemain yang memiliki atribut alami untuk posisi tersebut, yakni Christian Pulisic dan Omari Hutchinson.
Terkait kondisi Pulisic yang masih dalam tahap pemulihan cedera, laporan tersebut memberikan ulasan yang sangat spesifik mengenai pentingnya peran sang kapten tim nasional Amerika Serikat itu.
“Satu-satunya pemain di dalam skuad yang mampu benar-benar membuat perbedaan,” tulis ulasan tersebut menegaskan status Pulisic.
Sementara itu, media yang sama juga menyematkan julukan khusus bagi karakteristik permainan Hutchinson yang dinilai sangat cocok dengan sang pelatih asal Portugal.
Ia adalah pemain bergaya “Amorini-esque”.
Mantan pemain muda berbakat tersebut dikabarkan berpeluang besar untuk tampil sebagai starter paling cepat pada pekan depan jika ia mampu menemukan tempo permainan yang tepat.
Apalagi peran gelandang serang di skuad saat ini belum sepenuhnya dipatenkan sehingga posisi nomor 10 di sisi kanan bisa saja menjadi miliknya dalam waktu dekat.
Mari kita tunggu racikan jenius Amorim untuk menuntaskan krisis lini tengah ini agar armada Il Diavolo kembali mendominasi permainan dengan aliran bola yang mematikan!





