Andoni Iraola kini tanpa keraguan menjadi nama yang paling panas untuk menduduki kursi pelatih AC Milan pada musim depan.
Pelatih asal Basque tersebut diketahui telah melakukan beberapa kali pembicaraan tatap muka dengan Gerry Cardinale dan Zlatan Ibrahimovic.
Namun untuk saat ini, lampu hijau definitif dari sang pelatih untuk menerima proyek Rossoneri masih belum kunjung tiba.
Mengingat profilnya yang mungkin masih kurang akrab di telinga sebagian penggemar di Italia, MilanNews.it secara khusus melakukan wawancara eksklusif dengan Jorge Garcia.
Rekan jurnalis dari media ternama AS tersebut menceritakan detail sosok Andoni setelah mengikutinya selama beberapa tahun berkarier di Spanyol.
Mari kawal terus revolusi manajemen Iblis Merah dengan tetap tampil keren dan nyaman memakai Kaos Milan Katun Anti Panas melalui 👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee sekarang juga!
Tiga Kata untuk Andoni Iraola

Ketika diminta untuk mendeskripsikan sosok Iraola kepada para penggemar Milanisti yang belum mengenalnya hanya dengan tiga kata, Garcia menjawabnya dengan lugas.
“Modern, vertikal, dan Basque,” ungkap sang jurnalis asal Spanyol tersebut.
Ia menjelaskan bahwa pelatih asal Basque saat ini memang sedang menjadi tren yang sangat digandrungi di dunia sepak bola modern.
Nama-nama besar seperti Unai Emery, Mikel Arteta, hingga Xabi Alonso adalah bukti nyata dari kesuksesan arus pelatih Basque ini.
Namun, sebutan Basque tersebut disematkan bukan semata-mata karena tempat kelahiran mereka, melainkan karena filosofi sepak bola modern yang mereka anut bersama.
Filosofi bermain tersebut dinilai sangat mirip dengan apa yang terjadi di Jerman bersama mazhab sepak bola ala Ralf Rangnick.
Poin Kunci Visi Taktis Iraola
Berikut adalah ringkasan dari gaya bermain dan filosofi yang akan dibawa oleh Andoni Iraola jika ia resmi berlabuh di San Siro:
- Gaya Main Vertikal: Iraola menyukai transisi cepat dan permainan yang langsung mengarah ke jantung pertahanan lawan tanpa banyak basa-basi.
- Kolektivitas Tim Mutlak: Tidak ada pemain bintang yang dilayani; seluruh sebelas pemain di atas lapangan diwajibkan bekerja keras, menekan, dan berlari demi kepentingan tim.
- Agresivitas Tinggi: Tim asuhannya dituntut untuk selalu tampil sangat agresif dan menekan lawan, baik saat sedang menguasai bola maupun saat kehilangan bola.
Potensi Duet dengan Ralf Rangnick

Menariknya, nama Ralf Rangnick belakangan ini juga santer dikaitkan dengan manajemen Casa Milan untuk mengisi pos krusial di area teknis.
Ketika ditanya apakah Rangnick sebagai direktur teknis dan Iraola sebagai pelatih bisa hidup berdampingan, Garcia memberikan jawaban yang sangat meyakinkan.
“Itu akan menjadi sebuah pasangan yang sangat hebat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Garcia menceritakan secara mendalam mengenai seperti apa sebenarnya esensi dari mazhab sepak bola Basque tersebut.
“Aliran Basque adalah cara baru dalam memikirkan sepak bola Eropa yang telah banyak berubah,” jelas Garcia.
“Saat ini semua pemain dituntut untuk bekerja demi tim, dan bukan lagi tim yang bekerja untuk satu orang pemain, ini adalah perbedaan besarnya.”
Semangat kolektivitas tanpa pandang bulu itulah yang akan coba ditanamkan oleh sang pelatih ke dalam ruang ganti Rossoneri kelak.
Karakteristik kepemimpinan seperti itulah yang sebelumnya telah berhasil dilakukan oleh Andoni saat melatih Rayo Vallecano dan juga Bournemouth.




