Berita

Bedah Taktik Rúben Amorim: Pelatih Keras Kepala Beraroma Allegri yang Siap Obrak-abrik San Siro!

×

Bedah Taktik Rúben Amorim: Pelatih Keras Kepala Beraroma Allegri yang Siap Obrak-abrik San Siro!

Sebarkan artikel ini
Ruben Amorim, AC Milan
Ruben Amorim, AC Milan

Setiap kali ada pelatih baru yang datang ke AC Milan, selalu ada optimisme aneh yang muncul. Kita para Milanisti udah terlalu sering dikasih janji manis yang berujung tragis, sampai-sampai kita belajar keras buat selalu menahan ekspektasi.

Tapi ya namanya juga fans sejati, bos, siklus ini bakal terus berputar. Musim panas ini, nama baru itu adalah Rúben Amorim. Pelatih asal Portugal ini mendarat di Milanello dengan membawa dua rekam jejak (CV) yang bagaikan bumi dan langit, tergantung dari sudut pandang mana bos mau melihatnya.

Mari kawal terus revolusi manajemen Iblis Merah dengan tetap tampil keren dan nyaman memakai Kaos Milan Katun Anti Panas melalui 👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee sekarang juga!

Dua Wajah Rúben Amorim: Pahlawan Sporting atau Beban MU?

Ruben Amorim, AC Milan
Ruben Amorim, AC Milan

Kalau kita lihat CV pertamanya, Amorim adalah sosok jenius yang datang ke Sporting CP pada Maret 2020 dan menyulap klub yang puasa gelar liga selama 19 tahun jadi juara.

Di musim penuh pertamanya, pertahanan mereka jadi yang paling kokoh di Eropa, cuma kebobolan 20 gol! Puncaknya, laga kandang terakhirnya ditutup dengan kemenangan gila 4-1 lawan Manchester City.

Tapi tunggu dulu bos, coba intip CV keduanya. Ini adalah pria yang sama, yang datang ke Manchester United pada November 2024 dengan banderol rilis €10 juta, dan malah menciptakan salah satu era paling kelam dalam sejarah modern Setan Merah!

Musim debutnya di Liga Inggris hancur lebur dan finis di urutan ke-15. Rasio kemenangannya cuma 38,1%, rekor paling bapuk buat manajer permanen MU sejak era Sir Alex Ferguson pensiun.

Puncak kehancurannya terjadi pada awal tahun ini, tepatnya Januari 2026, di mana dia ngamuk-ngamuk di konferensi pers nyerang direktur olahraga Jason Wilcox dan tim pemandu bakat klub secara terbuka.

“Lakukan pekerjaan kalian dengan benar!” bentak Amorim saat itu, yang tak lama kemudian langsung berujung pada pemecatannya karena dia sudah kehilangan kepercayaan penuh di ruang ganti.

Bongkar-bongkar boroknya di MU, pelatih ini ternyata hobi banget ribut sama pemain bintangnya sendiri. Berikut deretan korban keegoisan Amorim di ruang ganti Old Trafford:

  • Marcus Rashford: Ribut besar sampai akhirnya sang striker dibuang ke Aston Villa sebelum nyasar ke Barcelona.
  • Alejandro Garnacho: Ngambek dan cabut ke Chelsea gara-gara drama adu mulut di publik setelah dicoret dari skuad final Liga Europa.
  • Rasmus Hojlund: Ujung tombak mahal ini malah dipinggirkan dan dicadangkan begitu saja tanpa alasan yang jelas.
  • Kobbie Mainoo: Wonderkid akademi paling bersinar dalam sedekade terakhir malah diabaikan sampai niat minta dijual.
  • Lisandro Martinez: Bek paling andal MU ini bahkan dilaporkan sampai adu mulut dan bentrok fisik sama Amorim di sesi latihan jelang minggu-minggu terakhirnya.

Keras Kepala Beraroma Allegri, Milan Sedang Berjudi!

Ruben Amorim, AC Milan
Ruben Amorim, AC Milan

Lalu, apa yang salah dari sistemnya? Analisisnya sangat jelas, bos: Amorim ini pelatih yang memang cerdas dengan filosofi taktik yang kuat, tapi sayangnya dia nol besar dalam urusan adaptasi.

Pakem 3-4-2-1 miliknya itu bukan sekadar formasi, tapi udah kayak ajaran agama buat dia. Pemain yang gak bisa ngikutin sistemnya, langsung dibuang tanpa peduli kualitasnya.

Sikap dogmatis dan keras kepalanya ini jelas bikin kita teringat sama mantan pelatih kita, Massimiliano Allegri. Allegri juga hancur di musim 2025-2026 kemarin karena menolak berevolusi dan terjebak dengan kekakuannya sendiri.

Sangat aneh rasanya melihat manajemen baru RedBird justru merekrut pelatih dengan temperamen dan kekakuan yang hampir sama persis.

Kenapa pilih Amorim? Kabarnya, alternatif lain seperti Matthias Jaissle terlalu mahal urusan gaji dan klausul rilisnya. Sementara Oliver Glasner yang punya trofi FA Cup dan Conference League dianggap terlalu berisiko karena perpisahannya yang beracun dengan Crystal Palace.

Sekarang, Milan sedang melempar dadu. Manajemen bertaruh kalau kondisi perombakan skuad di Milanello saat ini lebih mirip dengan masa kejayaannya di Lisbon ketimbang mimpi buruknya di Manchester.

Pertanyaannya sekarang bukan apakah Amorim bisa melatih atau tidak, tapi mampukah dia beradaptasi dengan materi pemain yang ada? Di MU jawabannya adalah ‘tidak’. Kita lihat saja apakah di San Siro dia bakal bawa keajaiban, atau malah mengulang bencana masa lalu.

🔴 Daftar Pendukung Setia Beritamilan.com Bulan Ini ⚫

Terima kasih atas dukungan tulus Anda

Situs Beritamilan.com dikelola dengan sumberdaya finansial yang sangat terbatas, bantu kami untuk mempertahankan situs ini via DANA:

0816598786

(Sertakan nama/inisial di catatan transfer untuk update ranking)

No. Nama Donatur Besaran Donasi
1. I Komang Sidartha Kusuma Rp 10.000
FORZA MILAN SEMPRE!