Ardon Jashari menaruh harapan besar untuk bisa bangkit kembali setelah menjalani musim perdana yang sangat sulit bersama AC Milan. Kini, semua tanda menunjukkan bahwa gelandang asal Swiss tersebut siap untuk membalikkan keadaan.
Laporan dari edisi terbaru La Gazzetta dello Sport (melalui MilanPress) menguraikan daftar 20 potensi bintang baru Serie A musim ini, dengan satu pemain dipilih untuk mewakili masing-masing tim. Menariknya, Jashari terpilih sebagai wakil untuk Milan, terlepas dari fakta bahwa ia sebenarnya bukanlah wajah baru di bursa transfer musim panas ini.
Berikut adalah poin-poin krusial dari persiapan Ardon Jashari menjelang musim baru:
- Ekspektasi Tinggi: Terpilih oleh Gazzetta sebagai ‘bintang baru’ AC Milan yang siap meledak di Serie A musim ini.
- Akhir Memori Kelam: Siap melupakan musim debut yang hancur akibat cedera patah tulang betis dan minimnya menit bermain dari Allegri.
- Peran Sentral: Diproyeksikan menjadi starter di bawah asuhan Ruben Amorim untuk berduet dengan Luka Modric.
Musim Perdana yang Hancur di Bawah Allegri

Sebagai pengingat, gelandang serba bisa ini tiba di San Siro setahun yang lalu dengan biaya transfer yang dilaporkan secara luas mencapai 34 juta Euro plus bonus. Kepindahannya terjadi setelah melalui proses negosiasi yang panjang dan melelahkan dengan klub asal Belgia, Club Brugge.
Jashari sebenarnya adalah seorang Milanisti sejati. Bahkan ada sebuah foto terkenal dari masa kecilnya saat ia berada di tribun San Siro untuk menyaksikan pertandingan Liga Champions, yang membuktikan bahwa ia benar-benar penggemar Milan dari lubuk hatinya.
Namun, impian masa kecilnya berubah menjadi mimpi buruk di bawah asuhan Massimiliano Allegri musim lalu. Ia hampir selalu menghabiskan waktu di bangku cadangan. Setelah mengalami cedera patah tulang fibula (betis) sesaat sebelum pertandingan kedua musim lalu, proses adaptasinya menjadi jauh lebih sulit.
Sialnya, ketika ia akhirnya pulih dan kembali ke skuad, Allegri telah mengunci trio paten untuk lini tengah yang menjadi andalan dalam sistem 3-5-2 miliknya, sehingga tidak ada ruang tersisa bagi Jashari untuk membuktikan diri.
Membuka Lembaran Baru Bersama Ruben Amorim
Kini, angin segar mulai berhembus. Di bawah komando pelatih baru, Ruben Amorim, Jashari tampaknya akan mendapatkan kepercayaan penuh sebagai pemain starter. Sang pemain bahkan telah mengakui bahwa ia merasa mengalami kemajuan yang pesat selama masa pramusim.
Perubahan sistem taktik Amorim menjadi berkah tersendiri baginya. Jika Adrien Rabiot digeser sedikit lebih ke depan untuk menyeimbangkan formasi 3-4-2-1—bermain sebagai salah satu dari dua gelandang serang di belakang striker utama—maka tugas untuk mengawal lini tengah dan berduet dengan maestro veteran, Luka Modric, akan sepenuhnya menjadi milik Jashari.





