Kepingan teka-teki mengenai manuver AC Milan di bursa transfer musim panas lalu perlahan mulai terungkap ke permukaan, membawa serta secercah harapan baru yang sangat menggembirakan bagi masa depan lini serang skuad asuhan Ruben Amorim.
Laporan eksklusif dari edisi pagi La Gazzetta dello Sport—yang memperkuat desas-desus dari berbagai sumber dalam beberapa hari terakhir—secara gamblang mengklaim bahwa manajemen Rossoneri masih menyimpan asa besar untuk melabuhkan Endrick dengan status pinjaman pada bursa transfer musim dingin mendatang, setelah upaya keras mereka menemui jalan buntu di musim panas.
Kala itu, ambisi Milan harus kandas akibat hak veto yang dijatuhkan secara sepihak oleh pelatih Real Madrid, Jose Mourinho. Situasi pelik tersebut pada akhirnya memaksa kubu San Siro untuk mengalihkan buruan dan mendatangkan Omari Hutchinson sebagai opsi pinjaman alternatif, meskipun hingga detik ini ia masih minim mendapatkan menit bermain reguler.
Oleh karena itu, operasi senyap untuk kembali memburu tanda tangan Endrick kini tengah disusun secara matang jelang dibukanya kembali jendela transfer Januari.
Deal Rahasia yang Dihancurkan oleh Janji Palsu Mourinho
Pakar transfer ternama, Matteo Moretto, baru-baru ini angkat bicara dalam sebuah video di kanal YouTube milik Fabrizio Romano. Ia membeberkan secara detail situasi yang menyelimuti sang mantan pemain pinjaman Lyon tersebut, mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di balik layar dan probabilitas transfernya ke depan.
“Endrick berada di orbit Milan musim panas ini, seperti yang baru-baru ini dikonfirmasi oleh Alexandre Pato.”
“Saya dapat meyakinkan Anda bahwa Milan tidak hanya mencoba, mereka juga telah mencapai kesepakatan dasar dengan sang pemain, yang memiliki dua tawaran dari Italia di atas meja musim panas ini – satu dari Roma dan satu dari Milan,” ungkap Moretto via MilanNews.
Lebih lanjut, Moretto menelanjangi ironi nasib yang kini dialami oleh penyerang belia tersebut di ibu kota Spanyol akibat rayuan manis sang manajer yang tak pernah menjadi kenyataan.
“Real Madrid, lebih khusus lagi José Mourinho, ingin mempertahankan sang pemain karena mereka percaya pada anak itu, mereka menanamkan dalam dirinya keinginan untuk memainkannya, memberinya waktu bermain. Namun kemudian kata-kata itu tidak diterjemahkan ke dalam tindakan.”
“Endrick bermain sangat sedikit di awal musim ini, hampir seperti hantu di Madrid, ia belum menemukan tempatnya.”
Sinyal Positif dan Bantuan Koneksi Super Agen Roc Nation

Ketidakpastian karier di Bernabeu rupanya membuat Endrick mulai melirik opsi lain, dan Milan berdiri di barisan terdepan untuk menyelamatkan masa depan sang permata asal Brasil tersebut.
Berikut adalah sejumlah faktor krusial yang membuat kepindahan sensasional ini berpeluang besar terwujud di awal tahun depan:
- Koneksi Elite Cardinale: Agen yang menaungi Endrick, Roc Nation, diketahui memiliki hubungan personal yang sangat erat dengan pemilik Milan, Gerry Cardinale, yang berakar kuat pada kesamaan latar belakang budaya bisnis Amerika.
- Minat yang Tak Pernah Padam: Milan sama sekali belum menutup buku dan masih terus memantau situasi sang pemain, meskipun mereka harus bersaing ketat dengan AS Roma yang juga menunjukkan ketertarikan serius.
- Harmoni Institusional: Hubungan bisnis yang sangat harmonis antara AC Milan dan Real Madrid dalam beberapa tahun terakhir diyakini bakal menjadi pelicin mulusnya proses negosiasi tingkat tinggi ini.
“Pemain itu sedang melihat-lihat, dan itulah sebabnya rumor ini kini muncul kembali tentang masa depan Endrick dan kemungkinan dia bergabung dengan Milan dengan status pinjaman pada bulan Januari.”
“Cardinale memiliki perasaan yang berbeda dengan Roc Nation: ia memiliki ikatan khusus yang berasal dari akar Amerikanya. Ini juga situasi budaya.”
“Kami akan memahami nanti jalur seperti apa yang ingin dipilih Endrick, setelah menyatakan keterbukaannya kepada Milan, seperti yang ia lakukan musim panas ini.”
Dengan bursa transfer musim dingin yang kian mendekat di depan mata, seluruh Milanisti kini hanya bisa menahan napas dan berharap koneksi emas Gerry Cardinale mampu menjemput sang wonderkid keluar dari mimpi buruknya di Spanyol untuk memulai lembaran baru yang lebih gemilang di bawah gemerlap lampu San Siro.





