Berita

Mandul dan Frustrasi, Bintang Mahal Goncalo Ramos Mulai Jadi Beban AC Milan?

×

Mandul dan Frustrasi, Bintang Mahal Goncalo Ramos Mulai Jadi Beban AC Milan?

Sebarkan artikel ini
Goncalo Ramos
Goncalo Ramos

 

Rekrutan termahal sepanjang sejarah AC Milan, Goncalo Ramos, kini berisiko besar berubah menjadi sebuah masalah serius bagi skuad jika hal tersebut belum disadari sejak dini.

Mengutip laporan dari La Gazzetta dello Sport, penyerang tajam tersebut sempat berjanji tidak akan melakukan selebrasi andai sukses membobol gawang Benfica dalam konferensi pers jelang pertandingan.

Beruntungnya, ia sama sekali tidak perlu pusing memikirkan janji tersebut karena performanya di atas lapangan bahkan tidak pernah mendekati peluang untuk mencetak gol.

Mesin gol yang terus dipertahankan bermain penuh selama 90 menit oleh pelatih Ruben Amorim ini harus mengakhiri laga ketiganya secara beruntun tanpa mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran.

Masalah utamanya bukanlah soal ia mendapatkan banyak peluang lalu membuangnya dengan sia-sia, melainkan ada kendala teknis yang jauh lebih mendasar di atas rumput lapangan.

Krisis Peluang dan Statistik Mengkhawatirkan Sang Bintang

Goncalo Ramos
Goncalo Ramos

Pemain berkebangsaan Portugal itu terlihat sangat kesulitan hanya untuk sekadar memosisikan dirinya di area mulut gawang lawan.

Berikut adalah catatan suram yang mewarnai performa buruk sang ujung tombak andalan kala menjamu wakil Portugal di pentas Eropa:

  • Sentuhan Area Penalti: Ia hanya mencatatkan empat sentuhan bola di kotak terlarang, kalah dari Adrien Rabiot yang menorehkan enam sentuhan meski baru masuk di babak kedua.
  • Percobaan Tembakan: Sang striker hanya mampu melepaskan tiga tembakan melenceng yang dua di antaranya hanya berasal dari sundulan kepala.
  • Duel Fisik Lapangan: Ia terlibat dalam 16 kali duel perebutan bola yang jumlahnya bahkan setara dengan catatan milik bek tengah, Strahinja Pavlovic.

Deretan statistik minor tersebut jelas tidak mencerminkan kapasitas seorang pemain bintang yang ditebus dengan biaya fantastis lebih dari 70 juta Euro plus bonus pada bursa transfer musim panas lalu.

Keputusasaan akibat minimnya pasokan bola ke lini depan ternyata juga memengaruhi ketenangannya saat harus beroperasi di luar kotak penalti.

Pada pertandingan tersebut, ia menjadi pemain yang paling sering kehilangan penguasaan bola dengan total 16 kali yang menegaskan betapa beratnya malam itu baginya.

Evaluasi Lini Serang dan Menanti Sentuhan Magis Ibrahimovic

Mandulnya sang penyerang yang kini melalui pertandingan ketiga beruntun tanpa tembakan akurat tentu akan semakin memicu datangnya gelombang kritik tajam.

Beban harga mahal yang dibayarkan ke PSG, tingginya ekspektasi pendukung, serta besarnya hasrat untuk mematahkan kutukan nomor punggung sembilan perlahan mulai menumpuk di pundaknya.

Meski demikian, menuntut Ramos untuk menyelesaikan kemarau gol ini seorang diri rasanya sangat tidak adil dan terkesan terlalu berlebihan.

Seperti yang ditekankan oleh Amorim, seluruh elemen tim wajib berbenah guna memberikan dukungan suplai bola yang lebih matang kepada sang penyerang tengah.

Saat ini, ia terlalu sering terisolasi di depan atau terpaksa turun menjemput bola ke area pertahanan sendiri demi bisa ikut terlibat dalam membangun permainan.

Permasalahan lain yang tak kalah krusial adalah lambatnya panas mesin skuad Il Diavolo Rosso di mana mereka belum pernah sekalipun mencetak gol pada babak pertama dari lima laga kompetitif musim ini.

Catatan buruk tersebut menjadi bukti nyata betapa mandeknya daya gedor tim ketika tempo permainan belum menemukan ritme terbaiknya, yang pada akhirnya ikut mengebiri potensi seorang Ramos.

Di tengah krisis kepercayaan diri ini, pahlawan baru publik San Siro tersebut mungkin bisa mendapatkan sedikit pencerahan mental dari salah satu sosok idolanya, Zlatan Ibrahimovic.

Goncalo Ramos, Zlatan Ibrahimovic
Goncalo Ramos, Zlatan Ibrahimovic

Kekaguman tersebut pernah ia ungkapkan secara jujur dalam sebuah sesi wawancara eksklusif bersama media resmi UEFA beberapa waktu yang lalu.

“Salah satu inspirasi terbesar saya adalah Zlatan Ibrahimovic.”

“Saya selalu menyukainya dan saya telah mencoba meniru beberapa gerakannya di lapangan.”

“Dia adalah panutan bagi saya, dan fakta bahwa dia bermain untuk AC Milan membuatnya semakin istimewa.”

Kebetulan yang sangat menguntungkan, Ibrahimovic baru saja kembali mengunjungi Milanello pada pekan ini dan hampir bisa dipastikan sudah menyempatkan diri berbincang dengan sang pemain.

Legenda asal Swedia yang kini menjabat sebagai mitra RedBird Capital itu mungkin akan memberikan lebih banyak wejangan berharga kepada sang pewaris takhta dalam beberapa minggu ke depan.

Sayangnya, performa mengecewakan ini tidak hanya dialami oleh Ramos seorang karena seluruh barisan penyerangan Milan juga terlihat tumpul secara kolektif untuk pertama kalinya.

Omari Hutchinson yang melakoni debut sejak menit awal harus ditarik keluar saat jeda, Alphadjo Cisse tampil senyap, sementara upaya keras Christian Pulisic dan Alexis Saelemaekers gagal memicu momentum kebangkitan.

Ketika seluruh kompartemen penyerangan sedang berjuang menemukan bentuk permainan terbaiknya, sang ujung tombak utama tentu akan selalu dijadikan simbol dari krisis yang sedang terjadi.

Staf pelatih harus segera menemukan formula ajaib untuk memecahkan kebuntuan ini jika tidak ingin masalah taktik awal musim berubah cepat menjadi krisis kepercayaan diri yang jauh lebih mengkhawatirkan bagi laju armada Rossoneri.