Situasi seputar masa depan Samuele Ricci mungkin sempat mereda dan sepi dari pemberitaan dalam beberapa pekan terakhir, namun tampaknya pintu keluar dari San Siro masih terbuka sangat lebar bagi sang gelandang di penghujung bursa transfer ini.
Baru pada bursa transfer musim panas tahun lalu, Ricci menjadi salah satu pemain yang paling banyak dibicarakan di kancah Serie A. Saat itu, ia membuat keputusan besar dengan beralih dari Torino—di mana ia telah menjadi kapten klub—untuk bergabung dengan proyek era baru Massimiliano Allegri dan direktur olahraga Igli Tare di AC Milan.
Berikut adalah poin-poin utama dari saga transfer Samuele Ricci:
- Korban Revolusi: Pergantian manajemen dan masuknya Ruben Amorim membuat posisi Ricci di skuad utama tergusur.
- Minat Serius Como: Klub promosi Como menjadi kandidat terkuat untuk mengamankan jasa gelandang asal Italia tersebut.
- Kendala Skema: Milan mematok harga €17 juta untuk penjualan permanen, sementara Como lebih mencondongkan diri pada opsi pinjaman.
Korban Transisi Era Baru Rossoneri
Maju cepat ke masa kini, segalanya telah berubah drastis di tubuh Il Diavolo Rosso. Massimiliano Allegri dan Igli Tare telah pergi untuk memberi jalan bagi pelatih kepala Ruben Amorim dan manajemen ‘baru’ yang terdiri dari promosi internal untuk tokoh-tokoh kunci seperti Hendrik Almstadt dan Bobby Gardiner.
Masa depan Ricci langsung dipertanyakan sebagai bagian dari gelombang perubahan ini, dengan Como muncul sebagai pelamar yang paling serius. Segala sesuatunya sempat hening selama beberapa hari, memberikan kesan bahwa sang pemain mungkin akan bertahan sebagai pelapis.

Konfirmasi Matteo Moretto
Namun, kebuntuan informasi itu akhirnya pecah. Dalam sebuah video terbaru yang diposting di saluran YouTube milik pakar transfer Fabrizio Romano, jurnalis Matteo Moretto memberikan kabar terbaru yang cukup signifikan mengenai negosiasi ini.
“Ricci adalah pemain yang masih dalam proses keluar dari Milan, tetapi hingga hari ini belum 100% selesai dengan Como. Kontak antara para pihak terus berlanjut, itu adalah kontak yang positif,” ungkap Moretto (seperti dilansir oleh MilanNews).
“Segera setelah ada kejelasan penuh dari kesepakatan tersebut, kami akan memberi tahu Anda, tetapi singkatnya, kontak terus berlanjut,” tambahnya, memastikan bahwa operasi transfer ini sama sekali belum mati.
Tarik Ulur Finansial dan Skema Transfer
Meski komunikasi berjalan positif, masih ada tembok tebal yang harus diruntuhkan sebelum kesepakatan bisa terwujud. Secara finansial, untuk menghindari kerugian modal (capital loss) pada pembukuan klub, Milan wajib menjual gelandang tersebut dengan harga tidak kurang dari €17 juta.
Faktanya, dari apa yang tersaring melalui berbagai laporan, Como tampaknya lebih condong untuk mengejar kesepakatan pinjaman terlebih dahulu. Manajemen Milan kini berpacu dengan waktu untuk mencari titik temu yang bisa memuaskan semua pihak—baik dalam bentuk kewajiban penebusan (obligation to buy) di akhir masa pinjaman, atau transfer permanen yang dicicil.





