Kemenangan krusial AC Milan atas tim promosi Venezia di San Siro tidak hanya menegaskan dominasi mereka di awal musim, tetapi juga menyoroti kedalaman skuad yang luar biasa.
Keberhasilan mengamankan tiga poin penuh ini membuktikan bahwa strategi rotasi pemain yang diterapkan oleh tim pelatih berjalan dengan sangat efektif.
Seorang pemain pengganti bahkan sukses mencuri panggung utama dan menjadi penentu jalannya laga ketika kebuntuan melanda di paruh kedua.
Berikut adalah rapor lengkap para penggawa Rossoneri yang berjuang gigih di hadapan puluhan ribu pendukung setianya pada pertandingan dini hari tadi.
Adapun sorotan utama dari penilaian skuad Milan pada laga ini adalah sebagai berikut:
- Pemain Terbaik (MOTM): Alexis Saelemaekers pantas dinobatkan sebagai bintang lapangan berkat kontribusi tak langsungnya pada dua gol kemenangan Milan.
- Titik Lemah Skuad: Ruben Loftus-Cheek harus menerima kritik tajam akibat penampilannya yang terlalu pasif dan kurang memberikan dampak di lini tengah.
- Keputusan Taktis: Kejelian Ruben Amorim dalam meracik strategi pergantian pemain di babak kedua menjadi kunci pemecah kebuntuan.
Penilaian Starting XI Rossoneri
Mike Maignan (6,5): Penjaga gawang asal Prancis ini menunjukkan kecerdasan posisional yang luar biasa untuk menggagalkan potensi ancaman satu lawan satu di akhir laga meski Venezia jarang memberikan ujian berarti.

Mario Gila (6,5): Sang bek tengah semakin percaya diri untuk mendistribusikan bola ke depan, walau terkadang agresivitasnya sempat membuka ruang berbahaya bagi tim tamu.
Koni De Winter (6): Kemampuan mengawalnya sempat terlihat sangat longgar pada paruh pertama, namun ia berhasil menebusnya lewat serangkaian tekel krusial di babak kedua.
Strahinja Pavlovic (7): Bek tangguh ini melakukan sejumlah blok krusial, termasuk penyelamatan krusial di babak pertama yang sukses mencegah Venezia mencuri keunggulan lebih dulu.
Samuel Chukwueze (6): Pergerakannya di sisi sayap cukup merepotkan lawan dan sukses menciptakan peluang bagi Ramos, meski ia harus lebih disiplin saat harus turun membantu pertahanan.
Luka Modric (5,5): Maestro lini tengah ini tampak masih belum berada dalam kondisi fisik puncaknya sehingga beberapa kali melakukan kesalahan umpan yang tidak perlu terjadi.
Yunus Musah (6): Gelandang asal Amerika Serikat ini menunjukkan permainan solid dengan penempatan posisi yang apik, dan nyaris mencetak gol andai tembakannya tidak membentur mistar.
Davide Bartesaghi (6): Tampil cukup stabil tanpa banyak melakukan kesalahan fatal, ia sukses menjalankan tugasnya dengan baik di kedua fase permainan secara seimbang.
Ruben Loftus-Cheek (5,5): Sama halnya seperti performa pekan lalu, kontribusinya dirasa masih jauh dari harapan karena ia tampil terlalu tenggelam di sepanjang laga.
Alphadjo Cisse (6): Bintang muda ini menunjukkan kekuatan fisik yang mengesankan saat berduel, meski kualitas penyelesaian akhirnya di sepertiga akhir lapangan masih perlu banyak diasah.
Goncalo Ramos (6,5): Walaupun sempat menyia-nyiakan tiga peluang emas di babak pertama, ia patut diapresiasi karena berhasil mencetak gol pembuka yang sangat vital lewat sepakan kaki kirinya.
Dampak Krusial Pemain Pengganti
Adrien Rabiot (6): Meski urung mencatatkan namanya di papan skor, kehadirannya langsung memberikan stabilitas tambahan baik saat tim sedang menyerang maupun bertahan.

Alexis Saelemaekers (7 – MOTM): Masuknya pemain asal Belgia ini benar-benar merubah jalannya pertandingan lewat kombinasi operan mematikan yang berujung pada terciptanya dua gol Milan.
Ardon Jashari (6): Ia tampil sangat hidup di sisa waktu pertandingan dan nyaris menanggung malu akibat penyelesaian akhir yang buruk andai bola pantulannya tidak berbuah gol bunuh diri lawan.
Sementara itu, Pervis Estupinan dan Matteo Gabbia tidak mendapatkan penilaian angka (N/A) karena minimnya menit bermain yang mereka dapatkan di atas lapangan hijau.
Evaluasi Juru Taktik
Ruben Amorim (6,5): Menyegel kemenangan krusial atas tim promosi adalah sebuah langkah maju yang sangat positif jika dibandingkan dengan kesulitan Milan pada musim-musim sebelumnya.
Kredit khusus patut diberikan kepada sang pelatih atas kejeliannya merotasi pemain secara tepat waktu sehingga lini serang timnya kembali beringas di babak kedua.





