Sorak-sorai publik San Siro akhirnya pecah menyambut kemenangan meyakinkan tim kesayangan mereka setelah sempat diselimuti ketegangan akibat rentetan peluang emas yang terbuang sia-sia.
Sama halnya dengan skenario saat menghadapi Torino pekan lalu, Milan lagi-lagi harus membuang banyak kesempatan emas di babak pertama yang sebagian besar gagal dieksekusi oleh Goncalo Ramos.
Namun, kebuntuan tersebut akhirnya berhasil dipecahkan setelah pertandingan melewati batas waktu satu jam demi meredakan rasa cemas di tribun penonton.
Ramos menjelma menjadi sosok pahlawan pembuka keunggulan usai menyambar umpan matang dari pemain pengganti, Alexis Saelemaekers, dengan tembakan akurat ke sudut bawah gawang.
Keunggulan tuan rumah kemudian semakin menjauh menjelang akhir laga berkat gol bunuh diri dari pemain belakang Venezia.
Insiden tersebut bermula dari pergerakan mematikan Ardon Jashari yang tembakannya sempat ditepis kiper sebelum akhirnya memantul liar mengenai tubuh lawan dan masuk ke dalam gawang.
Raihan tiga poin penuh ini memastikan Milan berhak menikmati takhta puncak klasemen Serie A setidaknya untuk malam ini.
Mereka kini memiliki bekal mental yang sangat positif sebelum melakoni lawatan sulit ke markas Juventus pada jadwal pekan berikutnya.
Berikut adalah sorotan utama dari kemenangan krusial Il Diavolo Rosso pada dini hari tadi:
- Kemenangan Kandang: AC Milan sukses mengamankan kemenangan 2-0 atas Venezia berkat gol krusial Goncalo Ramos dan gol bunuh diri bek lawan.
- Rekor Sempurna: Kemenangan ini membuat skuad asuhan Ruben Amorim mencatatkan rekor tak terkalahkan di dua pekan perdana Serie A.
- Modal ke Turin: Rossoneri kini menatap laga tandang menantang melawan Juventus pekan depan dengan koleksi poin maksimal.
Babak Pertama yang Penuh Frustrasi

Pada laga kali ini, Ruben Amorim melakukan dua rotasi pemain dari susunan starter yang sukses menumbangkan Torino lima hari silam.
Davide Bartesaghi dipercaya untuk mengisi pos bek sayap kiri menggantikan posisi Pervis Estupinan.
Sementara itu, Luka Modric kembali mengambil alih komando lini tengah dari tangan Ardon Jashari untuk berduet dengan gelandang asal Amerika Serikat, Yunus Musah.
Setelah prosesi penghormatan prapertandingan yang emosional untuk sang legenda Franco Baresi, tuan rumah langsung menggebrak pertahanan lawan sejak peluit awal dibunyikan.
Umpan tarik berbahaya dari Ruben Loftus-Cheek hampir saja dimaksimalkan oleh Ramos, namun sepakannya masih melebar tipis dari tiang jauh Filip Stankovic.
Bintang muda Alphadjo Cisse juga nyaris menggandakan pundi-pundi golnya musim ini andai tembakan melengkungnya dari luar kotak penalti tidak melenceng dari sasaran.
Ramos sempat membuat kubu tuan rumah menahan napas saat ia terjatuh dan memegangi tumitnya pada menit ke-10, tetapi beruntung ia masih bisa melanjutkan permainan.
Peluang demi peluang terus menguap, termasuk saat tembakan Ramos dalam situasi satu lawan satu berhasil diblokir dengan gemilang oleh kiper lawan.
Di sisi lain, Venezia juga sempat menebar ancaman nyata melalui skema serangan balik cepat yang dimotori oleh pergerakan impresif Akor Adams.
Beruntung, barisan pertahanan Milan yang dikawal Strahinja Pavlovic dan ketangkasan Mike Maignan masih mampu menjaga gawang tuan rumah tetap suci hingga turun minum.
Kebuntuan Pecah di Babak Kedua

Memasuki paruh kedua, tim tamu justru nyaris mencuri keunggulan lewat sepakan voli Antoine Hainaut yang masih melenceng dari gawang Maignan.
Dewi fortuna seolah masih menjauhi Milan ketika sontekan Musah dari jarak dekat hanya membentur keras mistar gawang sepuluh menit pasca jeda babak pertama.
Sadar timnya sangat membutuhkan penyegaran, Amorim langsung memasukkan Saelemaekers dan Adrien Rabiot untuk menggantikan Cisse serta Loftus-Cheek pada menit ke-59.
Keputusan taktis dari pelatih asal Portugal tersebut terbukti sangat jitu dan menjadi titik balik permainan.
Sebuah pergerakan cerdas Ramos ke sisi kiri kotak penalti berhasil menemukan umpan brilian Saelemaekers untuk diselesaikan menjadi gol pembuka yang berkelas.
Penyelesaian akhir dalam sentuhan pertama itu seolah menjadi pembuktian nyata atas banderol mahal €75 juta yang melekat di pundaknya sejak mendarat dari Paris.
Publik San Siro kemudian memberikan standing ovation meriah saat Luka Modric ditarik keluar untuk digantikan oleh Jashari di sisa waktu pertandingan.
Laga ini akhirnya benar-benar dikunci pada menit ke-89 berkat serangan balik kilat yang diinisiasi oleh kreativitas barisan depan Rossoneri.
Umpan terobosan Ramos kepada Saelemaekers segera diteruskan menuju Jashari yang berlari bebas di ruang kosong tanpa kawalan berarti.
Meski tembakan pemain asal Swiss itu sempat dihentikan oleh Stankovic, bola pantul justru mengenai tubuh Redouane Halhal dan meluncur deras ke gawang yang telah kosong.
Sebanyak 74.000 penggemar di San Siro akhirnya bisa bernapas lega dan merayakan awal musim yang sempurna bagi tim kesayangan mereka.





