Berita

Taktik Jenius Ruben Amorim: Di Mana Posisi Ideal Diego Moreira di Skuad AC Milan?

×

Taktik Jenius Ruben Amorim: Di Mana Posisi Ideal Diego Moreira di Skuad AC Milan?

Sebarkan artikel ini
Diego Moreira, Ruben Amorim
Diego Moreira, Ruben Amorim

Ketika seorang pemain baru tiba dengan nilai transfer fantastis, biasanya akan sangat jelas di posisi mana ia akan menambal lubang di dalam skuad, atau bahkan di starting XI. Namun, hal tersebut tampaknya tidak sepenuhnya berlaku untuk rekrutan teranyar AC Milan, Diego Moreira.

Jika Anda melewatkan berita besar pada awal pekan ini, AC Milan dan RC Strasbourg telah menyepakati transfer senilai 50 juta Euro plus bonus untuk Moreira. Pakar transfer Fabrizio Romano bahkan mengklarifikasi bahwa total biaya sebenarnya bisa melampaui 60 juta Euro jika semua variabel bonus terpenuhi.

Berikut adalah sorotan utama dari kedatangan bintang serbaguna ini ke San Siro:

  • Rekrutan Termahal Kedua: Pemain asal Belgia ini resmi menjadi pemain termahal kedua dalam sejarah klub, tepat di bawah Goncalo Ramos.
  • Versatilitas Ekstrem: Moreira bukan sekadar pemain sayap biasa; ia terbiasa memainkan lebih dari enam peran berbeda di berbagai formasi.
  • Pelayan Striker Utama: Kemampuan crossing dan umpannya diproyeksikan untuk memanjakan Goncalo Ramos di ujung tombak.

Fleksibilitas Luar Biasa Sepanjang Karier

Diego Moreira Stats

Tentu akan sangat menyempitkan potensi sang pemain jika kita hanya mengunci Diego Moreira di satu posisi mutlak. Hal ini disebabkan oleh fleksibilitas luar biasa yang telah ia tunjukkan meski kariernya masih terbilang seumur jagung.

Sebagai titik awal, Moreira adalah pemain berkaki kidal dan akibatnya lebih sering dimainkan di sisi kiri pertahanan maupun penyerangan sepanjang kariernya. Namun, ia juga sering dijadikan senjata inverted dari sayap kanan, yang memberikan kemungkinan taktik menarik bagi Ruben Amorim.

Melihat catatan penampilannya dari Benfica, Lyon, Chelsea, hingga Strasbourg, posisi yang paling sering ditempatinya adalah sayap kiri dalam formasi 4-3-3 atau 4-2-3-1. Dari 45 pertandingan di posisi tersebut, ia mencatatkan statistik impresif: 8 gol dan 11 assist.

Selanjutnya, ia bermain di sayap kanan dengan torehan 7 gol dan 7 assist dalam 34 pertandingan. Kemudian, di posisi gelandang kiri atau wing-back, ia mencatatkan 25 pertandingan, 1 gol, dan 7 assist. Posisi lain di mana ia bermain lebih dari 10 kali adalah bek kiri murni (13 laga, 1 gol, 2 assist).

Ledakan performa Moreira di Strasbourg musim 2024/2025 berawal dari kejelian pelatih Liam Rosenior. Sang pelatih menyadari bahwa ia tidak hanya memiliki teknik tinggi, tetapi juga sangat mematikan saat menyerang. Rosenior memainkannya sebagai wing-back dalam formasi 3-4-2-1 (sistem yang sama dengan yang akan dipakai Amorim) dan sebagai full-back di 4-2-3-1.

Ketika Gary O’Neil mengambil alih Strasbourg, ia menggeser Moreira lebih ke depan sebagai salah satu dari trio gelandang serang, memintanya untuk lebih sering melakukan cut inside dari sisi kanan untuk memaksimalkan kaki kidalnya yang kuat. Rangkaian eksperimen ini membuatnya tiba di Milanelo dengan pemahaman taktik yang sangat kaya.

Skema Taktik Ruben Amorim dan Efek Goncalo Ramos

Diego Moreira, Ruben Amorim
Diego Moreira, Ruben Amorim

Di atas kertas, Moreira mewakili opsi yang sangat ofensif bagi pelatih asal Portugal tersebut di sayap kiri, posisi di mana Pervis Estupinan dan Davide Bartesaghi bermain selama laga persahabatan pramusim. Moreira jelas menawarkan profil yang jauh berbeda dalam hal kecepatan dan kemampuan dribbling.

Ini akan menjadi susunan pemain yang sangat agresif dengan Samuel Chukwueze di satu sayap dan Moreira di sayap lainnya. Amorim sendiri telah menyatakan niatnya untuk mendominasi penguasaan bola dan bermain menyerang secara proaktif sejak menit pertama.

Mantan pelatih Sporting CP itu juga sangat paham bahwa dalam skenario tertentu, Moreira bisa digeser menjadi senjata mematikan lewat serangan balik di dua posisi di belakang striker utama, baik di sisi kanan maupun kiri.

Pihak yang paling diuntungkan dari kehadiran mantan bakat Benfica ini jelas adalah sang striker, Goncalo Ramos. Sewaktu di Strasbourg, umpan-umpan matang Moreira berperan besar melambungkan nama striker Joaquin Panichelli, yang sebelumnya kurang produktif, menjadi penyerang buas dengan raihan 16 gol di Ligue 1.

Kini di Milan, Moreira akan melayani striker seharga 70 juta Euro yang sangat cerdas dalam penempatan posisi. Amorim sudah pasti tidak sabar melihat koneksi maut antara dua pilar utamanya ini di atas lapangan hijau Serie A.

🔴 Bantu situs ini tetap bertahan dengan memberikan donasi terbaikmu ⚫

No. Nama Donatur Besaran Donasi
1. Coky James Rp 30.000

Situs Beritamilan.com dikelola dengan sumberdaya finansial yang sangat terbatas, bantu admin untuk mempertahankan situs ini dengan donasi ke nomor DANA Bisnis:

0816598786

(Jangan lupa untuk menyertakan nama atau inisial pada catatan transfer untuk keperluan pembaruan peringkat donatur secara berkala.)

FORZA MILAN SEMPRE!