Wajah-wajah penuh senyum akhirnya kembali menghiasi pusat pelatihan Milanello pada hari Selasa. Kehadiran Mike Maignan dan Adrien Rabiot diharapkan mampu mengakhiri berbagai pembicaraan negatif yang belakangan ini mengelilingi skuad AC Milan.
Laporan dari La Gazzetta dello Sport menyebutkan bahwa Maignan dan Rabiot mungkin sempat memiliki sedikit keraguan selama musim panas terkait prospek bertahan di Milanello. Namun, kemenangan di laga persahabatan melawan Manchester United dan perekrutan masif Diego Moreira senilai 50 juta Euro tampaknya sukses mendongkrak semangat mereka.
Berikut adalah poin-poin utama dari kembalinya duo pilar asal Prancis tersebut ke San Siro:
- Akhir Kontroversi: Libur ekstra yang memicu kemarahan fans ternyata adalah keputusan mutlak pelatih Ruben Amorim, bukan permintaan pemain.
- Respons Maignan: Mike Maignan merespons kritik di media sosial dengan mengutip kisah filosofis ‘Nasreddin dan keledainya’.
- Persiapan Laga Perdana: Maignan dipastikan turun sebagai starter melawan Torino, sementara Rabiot kemungkinan duduk di bangku cadangan.
Membungkam Kebisingan dan Kritik Tajam

Maignan dan Rabiot baru saja kembali ke Milanello setelah menghabiskan beberapa minggu terakhir ‘menderita telinga berdenging’ akibat derasnya kritik. Tambahan hari libur yang mereka dapatkan membuat marah sebagian besar penggemar, terutama karena mayoritas kolega mereka yang mencapai tahap akhir Piala Dunia telah lebih dulu kembali ke klub masing-masing.
Kontroversi ini secara khusus menyasar Maignan, di mana beberapa pendukung mengharapkan perilaku yang lebih bertanggung jawab darinya. Kritik tersebut semakin diperparah oleh ketidakhadirannya di acara pemakaman legenda klub, Franco Baresi.
Setelah sebulan absen dari media sosial, Maignan kembali ke Instagram dalam beberapa jam terakhir dengan mengunggah momen liburannya. Postingan tersebut menyertakan sebuah keterangan yang sangat tajam: ‘Kisah Nasreddin dan keledainya’.
Makna dari kisah tersebut pada dasarnya adalah: “Tidak peduli apa yang Anda lakukan dalam hidup, orang akan selalu memiliki sesuatu untuk dikritik”. Ini adalah respons yang sangat jelas terhadap para pengkritiknya, yang kemudian langsung diperkuat oleh pernyataan sang pelatih, Ruben Amorim.
“Tambahan hari libur untuk kedua pemain Prancis itu bukanlah permintaan dari sang pemain, melainkan keputusan saya sendiri untuk memungkinkan mereka memulihkan diri sebaik mungkin dari kelelahan pasca Piala Dunia.”
Ujian Komitmen dan Kesiapan Kontra Torino

Jika penjelasan Amorim adalah sebuah ‘kebohongan putih’ (white lie) semata-mata untuk meredakan kontroversi, hal itu tidak lagi menjadi masalah. Kini adalah waktunya untuk kembali bekerja keras dan mengesampingkan semua kebisingan eksternal.
Hal pertama yang harus ditangani adalah mendapatkan konfirmasi langsung dari Maignan dan Rabiot bahwa mereka sepenuhnya berkomitmen pada proyek klub, yakni merasa bahagia dan termotivasi untuk melangkah maju. Ini adalah pertanyaan krusial yang akan diajukan langsung oleh pemilik klub, Gerry Cardinale, kepada kedua pemain dalam beberapa hari ke depan saat ia berkunjung ke Milanello.
Aspek kedua murni berada di atas lapangan hijau: Amorim harus segera memahami sejauh mana ia bisa mengandalkan mereka dari segi kebugaran, mengingat kita sedang berbicara tentang dua pemain inti yang sangat krusial.
Mengenai Maignan, sang pelatih telah mengumumkan secara terbuka bahwa ia akan berada di bawah mistar gawang saat melawat ke Turin pada Minggu malam. Di sisi lain, kondisi Adrien Rabiot masih menjadi tanda tanya. Hanya memiliki waktu satu minggu pelatihan untuk peran yang sangat dinamis seperti gelandang tengah jelas merupakan faktor penentu yang harus dipertimbangkan dengan matang.
Sangat masuk akal untuk membayangkan Adrien akan memulai laga dari bangku cadangan, terutama karena kemitraan Luka Modric dan Ardon Jashari di lini tengah sejauh ini terlihat sangat menjanjikan.





