Kabar mengejutkan sekaligus menggembirakan kini tengah berembus kencang melintasi langit San Siro menyusul rumor reuni bersejarah antara AC Milan dan raksasa apparel asal Jerman, Adidas.
Kemesraan masa lalu di antara kedua belah pihak tampaknya bakal segera dirajut kembali sesaat setelah masa bakti kerja sama dengan PUMA resmi berakhir pada tahun 2028 mendatang.
Rumor panas ini pertama kali dipicu oleh laporan Footy Headlines pada hari Rabu, yang kemudian diamini oleh MilanNews dengan konfirmasi bahwa skuad Rossoneri bisa kembali mengenakan lambang tiga garis khas Adidas mulai musim 2028-29.
Intensitas rumor ini terus mengalami peningkatan drastis selama beberapa jam terakhir, di mana tahap diskusi antara petinggi Milan dan merek raksasa Jerman tersebut dikabarkan telah memasuki fase ‘tingkat lanjut’.
Mengingat kesepakatan yang berjalan dengan PUMA saat ini baru akan kedaluwarsa pada tahun 2028, pihak klub secara legal telah diizinkan untuk membuka meja negosiasi dengan berbagai merek yang tertarik untuk mengambil alih tampuk sponsor utama.
Kendati demikian, sebuah pesan tegas juga langsung dipancarkan dari Casa Milan untuk meluruskan profesionalisme kerja sama mereka saat ini.
“PUMA adalah mitra yang sangat penting, di mana klub bekerja dan akan terus bekerja sama secara simbiosis hingga kontrak saat ini berakhir.”
Menepis Rumor Nike dan Ambisi Ekspansi Adidas
Meskipun kesepakatan hitam di atas putih belum resmi ditandatangani, berbagai sumber terpercaya meyakini bahwa proses pembicaraan antara Milan dan Adidas sedang berjalan ke arah yang sangat positif.
Dalam beberapa bulan terakhir, rumor mengenai potensi diskusi antara AC Milan dan Nike sejatinya juga sempat mengapung ke permukaan, namun wacana tersebut perlahan menguap tanpa pernah membuahkan hasil nyata.
Di sisi lain, pergerakan agresif Adidas ini sejalan dengan fase ekspansi masif yang tengah digalakkan oleh merek Jerman tersebut, yang bertujuan kuat untuk memanfaatkan situasi kebuntuan dan stagnasi yang tengah melanda kubu Nike.

Sejarah Panjang Penuh Gelar Bersama Adidas
Kembalinya logo Adidas di dada seragam Il Diavolo Rosso tentu akan membangkitkan memori indah kejayaan masa lalu. Berikut adalah rekam jejak kemesraan kedua entitas raksasa tersebut di panggung sepak bola:
- Debut Bintang Scudetto (1978-79): Perjalanan perdana kedua belah pihak dihiasi oleh momen magis penganugerahan bintang Scudetto pertama. Adidas melakoni debutnya di Serie A bersama Milan sebelum berpisah di akhir musim berikutnya.
- Era Emas Awal 90-an (1990-1991): Reuni kedua terjadi usai Milan berpisah dengan Kappa. Milan sukses menyabet Piala Super Eropa dan Piala Interkontinental pada tahun 1990, serta dua gelar Scudetto perdana di bawah asuhan Fabio Capello, sebelum akhirnya beralih ke Lotto.
- Puncak Kejayaan Eropa (1998-2018): Kemitraan ketiga ini menjadi yang paling ikonik, di mana Adidas mengawal era keemasan Milan dalam merengkuh berbagai trofi internasional terakhir mereka, termasuk mahkota Liga Champions yang tak terlupakan pada edisi 2003 dan 2007.
Romansa panjang tersebut pada akhirnya harus terhenti ketika mantan CEO Marco Fassone menandatangani kontrak kerja sama dengan PUMA pada awal musim 2018-19, dan kini, roda takdir tampaknya siap membawa Milan kembali ke pelukan cinta lamanya.





