Pelatih kepala AC Milan, Ruben Amorim, akhirnya memberikan penjelasan di balik keputusannya untuk tidak memasukkan nama Luka Modric ke dalam starting XI saat menghadapi Torino di laga pembuka Serie A.
Milan memulai musim mereka dengan ujian yang di atas kertas sangat berat. Hanya dua kali dalam 13 lawatan terakhir ke Stadio Olimpico Grande Torino yang membuahkan tiga poin penuh bagi Rossoneri, meskipun salah satunya terjadi pada comeback gemilang musim lalu dari ketertinggalan dua gol.
Berikut adalah sorotan utama dari wawancara pralaga Ruben Amorim:
- Kebugaran Modric: Gelandang veteran Kroasia tersebut dicadangkan murni karena belum siap bermain penuh 90 menit.
- Atmosfer Debut: Amorim mengakui adanya antusiasme sekaligus sedikit kecemasan jelang debutnya di Serie A.
- Pesan untuk Ramos: Tidak ada instruksi khusus yang membebani, Goncalo Ramos hanya diminta bermain lepas dan menikmati pertandingan.
Antusiasme Debut dan Pesan untuk Pemain

Pertandingan ini juga menandai banyaknya debut, dimulai dengan sang pelatih kepala Ruben Amorim sendiri. Kemudian ada Mario Gila, Alphadjo Cisse, dan Goncalo Ramos di starting XI, ditambah pemain baru Sankhoun Diawara dan Diego Moreira di bangku cadangan.
Tidak lama sebelum pertandingan dimulai, Amorim berbicara kepada Sky Sports untuk memberikan pemikirannya menjelang pertandingan Serie A pertama yang ia pimpin. Ia tak bisa menutupi perasaannya ketika ditanya mengenai antusiasmenya dan makna kehadiran para Milanisti.
“Ada antusiasme yang besar dan juga sedikit kecemasan. Kami telah bekerja dengan baik dan kami ingin menang. Saya tahu para penggemar AC Milan, saya telah melihat mereka sejak saya masih kecil, dan merupakan sebuah impian untuk berada di sini. Saya merasakan tanggung jawab yang besar.”
Mengenai debut striker mahal mereka, Goncalo Ramos, Amorim memilih pendekatan yang santai. Ia mengaku tidak membebani mantan pemain PSG tersebut dengan instruksi yang rumit: “Saya tidak mengatakan apa pun secara khusus kepadanya, saya menyuruh semua orang untuk memainkan permainan mereka dan bersenang-senang.”
Alasan Taktis dan Fisik Pencadangan Modric

Pertanyaan terbesar dari para pendukung tentu saja tertuju pada absennya Luka Modric dari susunan sebelas pemain pertama, dan posisinya yang digantikan oleh Yunus Musah.
Amorim dengan cepat meluruskan bahwa ini bukanlah soal siapa yang lebih superior secara taktik sejak awal, melainkan soal manajemen kebugaran dan memanfaatkan momentum pertandingan dengan tepat.
“Kita perlu memahami bahwa permainan ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi starter. Musah bermain dengan baik, tetapi Modric belum memiliki (kebugaran untuk bermain) 90 menit di kakinya. Pengalamannya akan berguna di akhir pertandingan.”
Penjelasan Amorim ini pada akhirnya terbukti sangat akurat dan visioner. Masuk di pertengahan babak kedua, Modric yang tampil lebih bugar mampu mengendalikan ritme dan bahkan menginisiasi serangan yang berujung pada gol kemenangan yang dicetak oleh Adrien Rabiot.





