Pelatih kepala Ruben Amorim memberikan komentar khusus terkait kemampuan defensif Samuel Chukwueze dalam konferensi pers hari Sabtu kemarin. Pernyataan ini muncul seiring dengan ekspektasi bahwa pemain asal Nigeria tersebut akan memainkan peran baru sebagai bek sayap (wing-back) musim ini.
Amorim telah memutuskan bahwa formasi 3-4-2-1 adalah skema yang paling tepat untuk masa depan Milan, terbukti dari penggunaannya yang konsisten selama pertandingan pramusim. Sementara beberapa pemain memiliki peran yang sangat jelas dalam sistem baru ini, pemain lain harus beradaptasi dari awal, dan salah satunya adalah Chukwueze.
Berikut adalah sorotan utama dari perubahan taktis yang dialami Samuel Chukwueze:
- Evolusi Peran: Chukwueze kini diplot sebagai wing-back kanan, posisi yang menuntut keseimbangan antara menyerang dan bertahan.
- Kekhawatiran Suporter: Fans Milan sempat meragukan atribut bertahannya mengingat rekam jejaknya sebagai penyerang sayap murni.
- Kepercayaan Penuh: Amorim meyakini bahwa Chukwueze memiliki karakter dan mentalitas yang tepat untuk sukses di posisi tersebut.
Menjawab Kekhawatiran Terhadap Kemampuan Bertahan

Pemain asal Nigeria itu baru saja kembali dari masa peminjaman yang cukup sukses di Fulham dan langsung diterjunkan di posisi bek sayap sejauh ini. Mengingat ia murni seorang penyerang sayap di sebagian besar kariernya, wajar jika beberapa penggemar memiliki kekhawatiran yang valid tentang kemampuan defensifnya. Kelemahan ini bahkan sempat terekspos dalam salah satu laga uji coba.
Namun, dalam konferensi persnya, Amorim secara gamblang menjelaskan mengapa ia akan terus mempercayakan Chukwueze di peran ini. Daripada sekadar meributkan atribut defensif murni, sang pelatih melihat ini sebagai masalah kerja keras dan determinasi dari pemain bernomor punggung 21 tersebut.
“Itu tergantung pada mentalitas sang pemain. Terkadang orang hanya melihat satu pemain karena ia benar-benar bagus secara ofensif dan mereka berpikir ia tidak bisa bertahan. Bertahan adalah tentang semangat dan karakter, yang mana Chukwueze memilikinya.”
Meningkat Saat Melawan Man Utd
Amorim menyadari bahwa transformasi ini membutuhkan waktu. Namun, ia melihat adanya progresi yang sangat positif, terutama saat Milan berhadapan dengan raksasa Inggris, Manchester United, di laga persahabatan terakhir.
“Ia terus berkembang, tentu saja ia bukan bek tipikal, tetapi kami pikir ia cocok dengan permainan kami. Ia benar-benar dapat membantu kami mengendalikan bola dan saya pikir ia bertahan jauh lebih baik saat melawan Man Utd.”
Chukwueze diperkirakan akan kembali mendapat kesempatan untuk menjadi starter pada pertandingan pembuka melawan Torino besok malam. Akan sangat menarik untuk melihat apakah ia dapat menunjukkan kedisiplinan bertahannya, sekaligus menambahkan lebih banyak koleksi assist dan daya ledak dari sisi kanan lapangan.





