BERITAMILAN.COM – Sorotan tajam berita AC Milan hari ini membahas keputusan mengejutkan dari bek andalan, Koni De Winter AC Milan. Selama jeda internasional berikutnya, para penggemar akan tetap melihat sosok sang pemain berlatih di Milanello, menyusul keputusannya yang secara berani menolak panggilan untuk bergabung dengan Tim Nasional Belgia.
De Winter sejatinya telah secara teratur menjadi bagian dari skuad Setan Merah (julukan Timnas Belgia) dalam beberapa tahun terakhir. Namun, menit bermain yang didapatkannya sangat minim, setidaknya dalam beberapa waktu belakangan ini. Padahal, sebelum Piala Dunia digelar, ia rutin mendapatkan menit bermain yang berharga.
Frustrasi Cadangan dan Alasan Penolakan
Penampilan terakhirnya di atas lapangan untuk tim nasional terjadi pada bulan Juni lalu, di mana ia hanya diberi kesempatan bermain selama 23 menit. Sejak saat itu, wajahnya hanya terlihat duduk pasrah di bangku cadangan, bahkan setelah ia dipanggil pada jeda internasional paling baru.
Meskipun demikian, ia jelas masih menjadi bagian dari rencana jangka panjang Timnas Belgia. Mark van Bommel, mantan gelandang AC Milan yang kini masuk dalam jajaran staf, mengungkapkan bahwa sang bek sejatinya kembali ditawari tempat di skuad internasional terbaru. Namun, tawaran tersebut ditolak mentah-mentah oleh sang pemain.
- Menit Bermain Minim: Rasa frustrasi karena hanya menjadi “turis” dan penghangat bangku cadangan diduga kuat menjadi salah satu alasan penolakan tersebut.
- Status Ayah Baru: Mengingat ia baru saja merayakan kelahiran anak pertamanya hari ini, sangat masuk akal jika ia memilih untuk tetap berada di Milan menemani keluarga kecilnya.
- Fokus Pemulihan Klub: Dengan krisis yang sedang dialami AC Milan, bertahan di Milanello untuk fokus pada instruksi Ruben Amorim tampaknya menjadi pilihan yang lebih bijaksana.
Ancaman Konsekuensi Jangka Panjang

Keputusan berani ini nyatanya memicu reaksi keras dari jajaran manajemen tim nasional. Melalui wawancaranya dengan HLN (yang dilansir oleh MilanNews), Mark van Bommel membeberkan detail percakapannya dengan De Winter dan memperingatkan adanya konsekuensi atas penolakan ini.
“Dia membuat keputusan itu sendiri. Saya berbicara dengannya dan menjelaskan situasinya kepadanya. Sebagai seorang pelatih, sebagai mantan pemain, dan sebagai seorang ayah. Pada akhirnya, dia membuat keputusan ini, dan saya tidak bisa berbuat apa-apa. Ini bukan karena dia tidak bermain terakhir kali.”
“Anda harus menerimanya, tetapi akan ada juga konsekuensi jangka panjang. Dia baru berusia 24 tahun, jadi itu adalah keputusan yang dia buat sangat dini.”
Mempertimbangkan kurangnya menit bermain secara ekstrem dan kelahiran sang buah hati, sangat dapat dimengerti mengapa ia berani mengatakan “tidak”. Ancaman akan dihukum karena menolak panggilan negara tampaknya terasa terlalu kejam dan berlebihan dalam konteks situasi yang tengah dihadapinya saat ini.





