AC Milan saat ini sedang berusaha mati-matian untuk mengamankan tiket kualifikasi ke Liga Champions musim depan.
Secara matematis, skuad Iblis Merah hanya membutuhkan tambahan enam poin dalam tiga pertandingan terakhir untuk mencapai target tersebut.
Namun, lingkungan klub sekali lagi berada dalam gejolak yang sangat luar biasa akibat ketidaksabaran penggemar terhadap Gerry Cardinale dan Giorgio Furlani.
Bahkan, sebuah bentuk protes baru dari barisan suporter terorganisir telah disiapkan untuk mengguncang San Siro pada hari Minggu malam besok.
Menanggapi situasi yang sedang memanas ini, jurnalis Francesco Bonfanti dari Netweek secara khusus melontarkan kritik keras terhadap pendekatan taktis pelatih Massimiliano Allegri.
“Permainannya sudah usang, tidak mencerminkan situasi sepak bola saat ini.”
“Kita tidak perlu harus mengambil PSG-Bayern Munchen sebagai perbandingan, tetapi kita tidak bisa menerima bahwa ia mengatakan hasil 5-4 hanya buah dari gerakan teknis yang indah.”
“Perbedaan tidak hanya dibuat oleh gerakan teknis, para pemain membantu meningkatkan tontonan, tetapi ide sepak bola ofensif dan proaktiflah yang membuat perbedaan.”
“Saya tidak merasa Como memiliki skuad yang lebih unggul dari Milan, tetapi Como bermain sepak bola.”
“Fakta bahwa sebuah hasil harus dicapai itu baik, tetapi saya tidak melihat mengapa kedua hal tersebut harus dipertentangkan.”
“Entah Anda mencapai hasil atau Anda bermain dengan baik.”
“Tetapi tidak bisakah kedua hal itu dilakukan secara bersamaan?”
“Inter telah menang dengan bermain baik, memainkan sepak bola yang bagus.”
“Juventus asuhan Spalletti telah memulihkan banyak poin dengan memainkan sepak bola yang bagus.”
“Apalagi AS Roma asuhan Gasperini.”
“Milan memiliki permainan yang sangat usang ini, izinkan saya mengatakan membosankan, di mana saya benar-benar melihat sedikit ide.”
“Sangat sedikit ide.”
“Milan terakhir yang benar-benar meyakinkan adalah Milan asuhan Pioli yang sering dianiaya, yang bagaimanapun juga sejak setelah Covid telah menunjukkan sepak bola yang proaktif dan menghibur.”
Definisi Sepak Bola Modern Bonfanti
Ketika ditanya secara spesifik mengenai apa makna sebenarnya dari bermain sepak bola dengan baik, Bonfanti merinci elemen-elemen yang menurutnya hilang dari skuad Milan saat ini:
- Agresi Langsung: Kemampuan tim untuk segera menekan lawan dan merebut kembali penguasaan bola secepat mungkin setelah kehilangan momentum.
- Aliran Vertikalitas: Visi bermain yang berorientasi untuk segera mengalirkan bola ke arah depan menuju area pertahanan lawan, bukan sekadar memutar bola di area sendiri.
- Kecepatan Operan: Dinamika pergerakan bola dari kaki ke kaki yang dieksekusi dengan ritme tinggi untuk merusak struktur pertahanan musuh.
- Intensitas Permainan: Tingkat konsistensi determinasi fisik dan mental yang dijaga terus menerus sepanjang pertandingan berlangsung.
“Itu semua adalah karakteristik yang tidak saya lihat di Milan saat ini.”
Sambil menanti kebangkitan gaya bermain atraktif dari Iblis Merah di atas lapangan, pastikan Anda tetap tampil gaya dengan Kaos AC Milan keren ini melalui 👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee sekarang juga!
Analisis Redaksi

Kritik yang dilontarkan oleh Francesco Bonfanti ini merupakan cerminan dari rasa frustrasi massal yang dirasakan oleh mayoritas pendukung setia di seluruh dunia.
Sangat menyakitkan untuk mengakui bahwa tim dengan sejarah kebesaran seperti ini harus melihat permainan yang minim kreativitas dan terlalu mengandalkan kilatan kualitas individu pemain semata.
Pernyataan yang membandingkan gaya bermain kita dengan klub-klub rival yang bermain jauh lebih proaktif seolah menjadi sebuah tamparan keras bagi staf kepelatihan saat ini.
Bahkan kerinduan terhadap gaya sepak bola menyerang di era pasca pandemi lalu menunjukkan betapa membosankannya tontonan yang disajikan di atas lapangan rumput San Siro pada musim ini.
Manajemen harus segera mengevaluasi apakah pendekatan taktis yang sangat pragmatis dan minim ide ini masih layak untuk dipertahankan jika mereka benar-benar ingin membangun sebuah siklus kemenangan jangka panjang yang menghibur.




