Bek tangguh AC Milan, Mario Gila, secara terbuka mengakui bahwa timnya membiarkan Juventus leluasa menekan pertahanan pada penghujung laga yang berakhir imbang 1-1 dini hari tadi.
Pertandingan sengit di Turin tersebut sempat diwarnai oleh gol pemecah kebuntuan dari Alphadjo Cisse sebelum akhirnya disamakan oleh sundulan Federico Gatti pada masa injury time.
Berbicara kepada jaringan DAZN seusai pertandingan, Gila menepis anggapan bahwa lini belakang Rossoneri selalu langsung melemah setiap kali dirinya ditarik keluar dari lapangan.
Pengakuan Jujur Soal Cedera dan Hasil Imbang
“Tampaknya tidak adil untuk mengatakan bahwa tim kesulitan tanpa saya,” ungkap Gila secara blak-blakan membuka sesi wawancara.
“Saya pikir mereka memang pantas mendapatkan hasil imbang.”
“Kami tidak seratus persen bugar, dan kami terlalu banyak kehilangan penguasaan bola.”
“Kami bertahan dalam permainan hingga detik terakhir melawan tim kuat seperti Juve.”
Mengenai kondisinya yang memaksanya ditarik keluar lapangan, bek asal Spanyol itu memberikan pembaruan yang sedikit mengkhawatirkan bagi para penggemar.
“Saya belum mampu menyelesaikan pertandingan secara penuh sejauh ini, dan hal itu sangat mengecewakan.”
“Hari ini saya merasakan ketidaknyamanan pada tempurung lutut saya, namun hasil imbang ini bukanlah sesuatu yang pantas untuk diremehkan.”

Kepanikan di Menit Akhir dan Fokus Lawan Lazio
Ketika ditanya apakah tim bermain terlalu berhati-hati saat mempertahankan keunggulan, sang palang pintu memberikan jawaban yang sangat jujur.
“Kedua hal ini saling berkaitan.”
“Di babak pertama, kami terlalu banyak kehilangan bola.”
“Memang benar bahwa setelah gol tersebut, kami juga memiliki peluang untuk terus menekan ke depan.”
“Di menit-menit akhir, kami mundur ke belakang, mereka adalah tim dengan banyak keunggulan postur tinggi, dan kemudian mereka bisa mencetak gol seperti yang mereka lakukan.”
“Kami dilanda ketakutan di menit-menit akhir pertandingan,” tegasnya mengakui kepanikan mental skuad.
Kini, ia akan langsung mengalihkan fokusnya untuk memulihkan diri demi menyambut laga di hari Sabtu melawan mantan klubnya, Lazio.
“Saya sangat ingin bertemu dengan mantan rekan setim saya.”
“Lazio memiliki penggemar yang luar biasa, dan akan sangat menyenangkan bisa bertemu dengan orang-orang yang saya kenal di sana,” tutupnya dengan antusias.
Mari kita doakan agar cedera tempurung lutut Mario Gila lekas membaik sehingga ia bisa kembali tampil ngotot di barisan pertahanan pada akhir pekan ini!





