Goncalo Ramos menjadi rekrutan pertama AC Milan di bursa transfer musim panas ini. Dengan banderol fantastis mencapai 75 juta Euro, penyerang asal Portugal itu resmi mencatatkan namanya dalam buku rekor transfer termahal sepanjang sejarah klub.
Mendatangkan seorang striker murni adalah kebutuhan mendesak di mata banyak penggemar Milan. Jadi, ketika klub tidak hanya mendatangkan pemain nomor 9, tetapi juga memecahkan rekor transfer untuk melakukannya, ada campuran antara kebingungan dan kegembiraan. Namun, gol debutnya ke gawang Manchester United baru-baru ini sukses membungkam para peragu.
Berikut adalah sorotan utama dari wawancara perdana Goncalo Ramos bersama Milan TV:
- Klub Impian Keluarga: Ramos mengungkapkan bahwa AC Milan memiliki tempat spesial karena merupakan klub favorit ayahnya.
- Visi Ruben Amorim: Kepercayaan dan kesamaan visi sepak bola dengan sang pelatih menjadi faktor kunci kepindahannya.
- Mentalitas Juara: Ramos menegaskan bahwa mentalitas jauh lebih penting daripada sekadar bakat untuk bisa bertahan di klub raksasa.
Alasan Memilih Milan dan Faktor Ruben Amorim
Melangkah ke peran sebagai striker utama, Ramos rela meninggalkan jaminan raihan trofi domestik di Prancis (bersama PSG) demi memenangkan gelar dengan capnya sendiri di Italia. Ia menegaskan hal itu dalam wawancara ‘selamat datang’-nya sore ini (seperti yang dilansir oleh MilanNews).

Ketika ditanya mengapa ia memilih Milan, Ramos menjawab tanpa ragu:
“Ketika saya mendengar ada kesempatan untuk datang ke sini, saya tidak ragu: itu adalah pilihan yang tepat. Saya tidak berpikir mungkin untuk merasa seperti pilihan yang tepat setelah membuat keputusan itu. Anda tidak dapat membuat pilihan dengan harapan dapat beradaptasi. Bagi saya, itu jelas sejak awal: saya ingin berada di sini dan menjadi bagian dari proyek ini.”
Ramos juga membeberkan bagaimana pelatih Ruben Amorim berhasil meyakinkannya untuk berlabuh di San Siro.
“Saya berbagi visi sepak bola pelatih kami. Senang rasanya merasakan kepercayaannya dan fakta bahwa ia ingin saya menjadi bagian dari proyeknya. Ini memberi saya lebih banyak motivasi untuk berada di sini dan membantu tim. Menurut pendapat saya, itu adalah salah satu faktor terpenting.”
Klub Favorit Sang Ayah dan Pentingnya Mentalitas
Ada ikatan emosional tersendiri antara Ramos dan warna kebesaran Merah-Hitam. Baginya, Milan bukan sekadar klub besar Eropa, melainkan tim yang selalu dikagumi oleh keluarganya.
“Ini adalah salah satu klub terpenting di dunia, dan bagi saya ini bahkan lebih spesial karena ini adalah tim favorit ayah saya. Jadi karena alasan itu, ini sangat spesial.”
Sebagai pemain termahal dalam sejarah klub, tekanan besar tentu akan selalu menghampirinya. Namun, Ramos sangat menyadari bahwa mentalitas adalah kunci utama untuk mengatasi segala beban tersebut.
“Mentalitas lebih penting daripada bakat karena Anda bisa memiliki banyak bakat, tetapi jika Anda tidak memiliki mentalitas yang tepat, Anda tidak akan pernah bermain untuk tim-tim terbaik di dunia. Tetapi jika Anda memiliki mentalitas yang tepat dikombinasikan dengan sedikit bakat, Anda memiliki peluang lebih baik untuk mencapai level tersebut.”

Insting Striker Pembunuh dan Pesan untuk Milanisti
Perjalanan karier Ramos terbilang luar biasa. Dari anak laki-laki berusia 12 tahun yang meninggalkan Algarve menuju akademi Benfica, hingga menjuarai Liga Champions bersama PSG, dan kini menjadi tumpuan di lini depan AC Milan.
Saat ditanya mengenai tipe striker seperti apa dirinya, Ramos memberikan deskripsi yang menggambarkan gaya bermainnya yang efisien di depan gawang.
“Saya seorang striker yang mengandalkan insting. Saya mencoba membuat keputusan yang tepat dan membaca permainan dengan baik. Ini menantang, tetapi terkadang ini murni insting: berada di tempat yang tepat di waktu yang tepat. Saya harap semua orang dapat melihatnya di lapangan.”
Sebagai penutup, pemain berusia 25 tahun itu mengutarakan ambisi besarnya sekaligus menitipkan pesan khusus untuk para pendukung setia Rossoneri.
“Tujuan saya adalah memenangkan trofi sebanyak mungkin dan saya juga berharap dapat mencetak banyak gol. Halo penggemar Rossoneri, saya sangat senang berada di sini. Saya tidak sabar untuk menunjukkan bakat saya dan merasakan dukungan Anda. Terima kasih banyak.”





