Ozan Kabak Lebih Tertarik Gabung AC Milan Ketimbang Liverpool atau Manchester United

Beritamilan.com – Situs Berita AC Milan

Bek yang kini berseragam Schalke tersebut mengaku lebih tertarik untuk bergabung AC Milan ketimbang bergabung dengan dua klub top asal Inggris, Manchester United dan Liverpool.

Stefano Pioli nampaknya akan sedikit bernafas lega sebab salah satu prioritas transfer mereka yakni Ozan Kabak lebih memilih AC Milan sebagai pelabuhan selanjutnya. Seperti yang diketahui, ada beberapa klub besar Eropa yang tertarik untuk membawa bek berusia 20 tahun itu seperti Liverpool dan Manchester United.

AC Milan sendiri sangat membutuhkan seorang bek tengah saat ini untuk menggantikan Mateo Musacchio yang kontraknya akan segera berakhir pada akhir musim. Selain itu, ia juga menjadi solusi jangka pendek bagi Stefano Pioli karena dapat menggantikan sementara Simon Kjaer yang sedang mengalami cedera.

Bacaan Lainnya

Manajemen Il Rossoneri mungkin tambah senang saat ini, sebab Schalke telah menurunkan permintaan harga mereka untuk pemain tersebut menurut laporan dari media Spanyol yakni Todofichajes. Sebelumnya Schalke meminta biaya transfer sebesar 25 juta euro, tetapi turun menjadi 15 juta euro setelah pemain tersebut mengaku ingin bermain di AC Milan.

Bek berusia 20 tahun itu sebenarnya baru bergabung Schalke pada musim panas tahun 2019 lalu dari Stuttgart dengan harga 13,5 juta euro. Selama musim 2019/20, ternyata Ozan Kabak tampil bagus setelah menjalani 32 pertandingan hingga diminati oleh Liverpool serta Manchester United.

Ia juga sudah memiliki pengalaman cukup banyak di sektor pertahanan meskipun usianya baru menginjak 20 tahun bersama Galatasaray, Stuttgart dan Schalke dalam tiga tahun terakhir. Bahkan ia sempat tampil di Liga Champions Eropa bersama Galatasaray empat kali pada musim 2018/19.

Kedatangan Ozan Kabak di San Siro diperkirakan bisa mengangkat performa AC Milan secara pesat kedepannya, baik di level domestik maupun di kompetisi Eropa. Selain itu, usianya yang masih muda membuat pemain tersebut bisa belajar banyak bersama Il Rossoneri saat bertemu klub-klub top di Eropa.

Saat ini, ia masih kesulitan untuk mengangkat performa Schalke yang belum meraih kemenangan di Bundesliga musim 2020/21. Sebab dari sembilan pertandingan, Schalke baru meraih tiga hasil imbang dan sisanya berakhir dengan kekalahan.

Pos terkait