Kehebatan Mario Gila jadi bahan obrolan para Milanisti, karena bek asal Spanyol itu rajin berlari, berduel, dan kini juga mencetak gol.
Di musim pertamanya bersama Rossoneri, Gila memancarkan aura yang sudah lama tak terlihat di lini belakang Milan.
Kehebatan Mario Gila di Sistem Tiga Bek Amorim
Seberapa hebat Mario Gila? Pertanyaan itu kini ada di benak para suporter Milan, dan bukan hanya mereka. Sejak awal sudah terlihat bahwa transfer Gila ke Milan adalah keputusan yang tepat, dan hasil positifnya mulai berdatangan. Mantan pemain Lazio itu cepat menyatu dengan tim Ruben Amorim.
Dalam sistem tiga bek Milan yang dinamis, Gila terlihat sangat pas. Ia punya kaki yang kuat dan larinya bagus, sehingga pandai mengejar bola ke belakang saat tim terlalu condong ke depan. Itu sesuai dengan gaya Amorim, yang punya identitas kuat dan jelas sejak hari pertama.
Di Serie A, Gila sebenarnya sudah tampil bagus bersama Lazio. Ia dinilai sebagai salah satu bek terbaik dari sisi larinya dan kemampuan tekniknya. Ia bek modern yang cepat beradaptasi, dalam hal ini dengan Milan yang masih terus berkembang.
Berikut rangkuman sisi kuat dan catatan untuk Gila:
- Sistem: cocok dengan tiga bek Amorim yang dinamis.
- Fisik: kaki kuat dan larinya bagus, jago mengejar bola ke belakang.
- Pengalaman: sudah tampil bagus di Serie A bersama Lazio.
- Catatan: ketahanan fisik, karena tenaganya cenderung habis menjelang 10 menit akhir.
- Gol: gol pertamanya untuk Milan lewat sundulan di San Siro.
Satu Catatan untuk Gila: Tenaga di Menit Akhir

Satu-satunya kekurangan Gila mungkin hanya soal ketahanan fisik. Milan bermain cepat dan berirama tinggi, sehingga Gila cenderung mengeluarkan seluruh tenaganya. Menjelang 10 menit terakhir, kram dan kelelahan mulai terlihat. Setelah ia keluar, Milan sering kebobolan dan menerima serangan balik yang sebenarnya tidak perlu.
Karena itu, kehadiran Gila di lapangan selalu memberi rasa aman bagi lini belakang Milan.
Gol Perdana di San Siro, Cermin Kehebatan Mario Gila
Gila mencetak gol pertamanya di San Siro lewat sundulan di depan Curva Sud. Umpan datang dari Adrien Rabiot, yang oleh MilanNews disebut sebagai gelandang terbaik Serie A saat ini. Gol ke gawang Atalanta itu menggambarkan siapa Gila sebenarnya: ia melompat tinggi dengan tenaga, menyundul dengan akurat, dan merayakannya sepenuh hati.
Gol itu mencerminkan kehebatan Mario Gila. Jika ia mulai rutin mencetak gol, Milan bisa mendapatkan pemain kelas atas yang lengkap, bahkan di lini belakang.
Dengan kehebatan Mario Gila yang makin terlihat, Milan punya bek yang berlari, berduel, dan kini mulai ikut mencetak gol.





