Formasi Ruben Amorim punya sisi indah sekaligus sisi melelahkan, menurut analisis jurnalis Gazzetta dello Sport, Fabio Licari.
Ia menuliskannya setelah Milan mengalahkan Atalanta 3-2 di San Siro.
Formasi Ruben Amorim Menguras Tenaga? Ini Kata Licari
Fabio Licari mengulas kemenangan Milan 3-2 atas Atalanta di La Gazzetta dello Sport. Ia memuji permainan Milan, tetapi juga menyelipkan kekhawatiran soal tenaga tim. Ia menulis:
“Tidak adil jika menyembunyikan seluruh keindahan babak pertama, tetapi saya curiga sepak bola total ala Amorim menguras tenaga lebih banyak daripada yang sanggup ditanggung Milan. Perlu dipelajari strategi baru agar bisa bertahan 90 menit. Akhir laga di Salzburg pun terlihat agak menghemat tenaga: tim Austria sempat memegang kendali, tetapi itu terlihat seperti pengelolaan permainan yang wajar dari Milan.”
Berikut poin utama dari bagian pertama analisisnya:
- Pujian: keindahan permainan Milan di babak pertama tidak boleh disembunyikan.
- Kekhawatiran: sepak bola total Amorim dinilai menguras tenaga lebih dari yang sanggup ditanggung Milan.
- Saran: perlu strategi baru agar tim bisa bertahan 90 menit.
- Contoh: akhir laga di Salzburg juga terlihat agak menghemat tenaga.
Milan yang Sulit Ditebak: dari 4-3-3 sampai 3-1-4-2

Di bagian kedua, Licari memuji identitas baru Milan dan membedah pola permainan Amorim:
“Meski begitu, Milan tetap tim yang berubah-ubah dan akhirnya punya identitas serta momen menyerang yang seru: pertukaran posisi dan serangan progresif yang menggairahkan. Amorim mengganti tujuh pemain dibanding laga Europa League; perubahan terkait Cisse sedikit menimbulkan kehebohan, tetapi hasilnya tidak berubah.
Milan sulit ditebak: basisnya 4-3-3 dengan Gila sempurna untuk membentuk lini belakang ‘tiga setengah’ di sisi kanan, Musah dan Modric bergantian menjadi pengatur permainan, Rabiot sebagai gelandang tengah menusuk dengan tenaga luar biasa, dan trio penyerang dengan Ramos di antara Chukwueze dan Pulisic.
Sekali lagi kerumitannya hanya tampak di permukaan: ada dua sayap, dua gelandang tengah, dan satu bek sayap yang naik lebih tinggi, tetapi dalam sepak bola yang dibedah seperti sekarang, formasinya juga bisa dibaca sebagai 3-1-4-2 yang menekan Atalanta yang memang sudah lesu.”
Berikut pembacaan peran pemain menurut Licari:
- Lini belakang: Gila berperan sempurna di sisi kanan, membentuk garis belakang “tiga setengah”.
- Pengatur permainan: Musah dan Modric bergantian.
- Gelandang tengah: Rabiot menusuk dengan tenaga luar biasa.
- Trio depan: Ramos di antara Chukwueze dan Pulisic.
Formasi Ruben Amorim terlihat memikat, tetapi Licari mengingatkan bahwa keindahan itu butuh tenaga yang cukup untuk 90 menit.





