Idap Penyakit Miastenia Okular, Gattuso Sebut Ingin Wafat di Lapangan Sepakbola

Berita AC Milan
Photo: https://sportsfinding.com

Beritamilan.com – Situs Berita AC Milan

Kabar mengejutkan dari legenda AC Milan, Gennaro Gattuso, yang mengaku tengah mengidap penyakit miastenia okular. Hal tersebut terungkap setelah pada laga antara Napoli melawan Torino yang berkesudahan dengan skor 1-1 kemarin, Rinho tampak mengenakan kacamata dengan mata sebelah kanannya tertutup oleh balutan berwarna putih.

Bacaan Lainnya

Miastenia okular merupakan sebuah penyakit yang salah satu gejalanya adalah menyebabkan otot-otot yang mengontrol mata dan kelopak mata melemah.

Dalam sebuah sesi konferensi pers dengan Sky Sport, terlihat mata kanan Gattuso seperti terpejam atau seperti melihat ke arah lainnya. Videonya bisa teman-teman saksikan berikut ini:

Gattuso sendiri mengakui bahwa penyakit itu sudah dia idap sejak 10 tahun yang lalu, dimana ini adalah yang ketiga kalinya penyakit tersebut kambuh. Meski demikian, Gattuso tidak putus asa, meskipun ia mengakui sudah ada beberapa orang yang menyebut hidupnya hanya tinggal tersisa 1 bulan lagi.

“Saya akui, saya juga tidak menjadi diri saya sendiri selama 12 hari terakhir. Saya ingin semua orang memperhatikan, terutama anak-anak, yang bercermin dan melihat sesuatu yang terlihat aneh atau kurang tepat: hidup itu indah. Rangkullah semuanya.” tutur Gattuso dilansir dari Football Italia.

“Para pemain juga menderita melihat saya seperti ini, saya tahu itu, tapi saya masih hidup. Saya menderita miastenia selama 10 tahun, ini ketiga kalinya kambuhnya separah ini, tetapi ini akan berlalu dan mata saya akan kembali normal.”

“Tidak hanya terlihat buruk, kondisi ini membuat Anda merasa sangat lelah, ditambah melihat dua kali lipat 24 jam sehari benar-benar membuat Anda lelah. Hanya orang gila sepertiku yang akan terus maju.”

“Bagaimanapun, ini adalah hidup saya dan ada hal-hal yang lebih buruk. Saya tahu beberapa orang di luar sana sudah menganggap saya hanya punya waktu satu bulan lagi untuk hidup, tetapi saya dapat meyakinkan Anda, saya tidak apa-apa. Ketika saya akhirnya mati, saya ingin pergi ke tempat saya pernah hidup, di lapangan sepak bola.”

“Pada usia 34 tahun dalam pertandingan Milan vs Lazio, saya bermain setengah jam dengan satu mata saja. Saya bertabrakan dengan seorang pemain, dan itu adalah Nesta.”

“Saat itu, otot mata saya tidak dapat bekerja dengan baik, dan Anda melihat objek dalam empat atau lima posisi yang berbeda. Dokter sendiri masih tidak mengerti bagaimana saya bisa bermain sebanyak 33 kali waktu itu dengan kondisi seperti ini.” tutup sang legenda.

Semoga cepat sembuh Rinho! 

Pos terkait