Ralf Rangnick kembali muncul dengan sangat kuat dalam sorotan berita terkini seputar dunia AC Milan.
Setelah jarak enam tahun sejak terakhir kali dikaitkan secara intensif, pelatih asal Jerman yang kini berusia 67 tahun tersebut kembali menjadi pembicaraan hangat.
Kemarin, seperti yang dilaporkan oleh Gazzetta dello Sport, pemilik klub Gerry Cardinale dan penasihat kepercayaannya Zlatan Ibrahimovic melakukan perjalanan khusus ke Wina.
Di sana, mereka dikabarkan bertemu langsung dengan Rangnick yang sedang berada di ibu kota Austria tersebut untuk mempersiapkan ajang Piala Dunia sebagai pelatih tim nasional.
Menurut laporan yang beredar, Rangnick merupakan sosok yang dipilih langsung oleh Ibra dan Cardinale untuk mengisi peran direktur olahraga atau direktur teknis.
Ia dinilai sebagai seorang pria dengan segudang pengalaman yang telah terbukti sukses mengembangkan banyak pemain muda berbakat di sepanjang kariernya.
Mari kawal terus revolusi manajemen Iblis Merah dengan tetap tampil keren dan nyaman memakai Kaos Milan Katun Anti Panas melalui 👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee sekarang juga!
Poin Kunci Pengejaran Ralf Rangnick

Berikut adalah beberapa catatan penting dari manuver kejutan yang dilakukan oleh jajaran tertinggi manajemen RedBird di Austria:
- Pertemuan Rahasia di Wina: Gerry Cardinale dan Zlatan Ibrahimovic melakukan perjalanan khusus ke Austria untuk mengadakan pembicaraan tatap muka dengan Ralf Rangnick.
- Filosofi yang Bertolak Belakang: Pada tahun 2020 lalu, Rangnick sempat menyatakan bahwa mengandalkan pemain berusia 38 tahun seperti Ibrahimovic sama sekali tidak masuk ke dalam rencana taktisnya.
- Perubahan Sikap Total: Ibrahimovic yang dahulu sempat melayangkan sindiran dengan mengaku tidak tahu siapa Rangnick, kini justru berbalik menjadi sosok yang paling menginginkan kehadirannya.
Kilas Balik Sindiran dan Penolakan Musim Panas 2020
Sangat menarik untuk melihat bagaimana takdir mempertemukan kembali Ibrahimovic dan Rangnick dalam satu meja negosiasi yang sama.
Pada akhir Agustus 2020, tepat setelah rencana kedatangannya ke San Siro dibatalkan demi mempertahankan Stefano Pioli, Rangnick sempat berbicara jujur kepada media.
Dalam wawancara dengan Gazzetta dello Sport, pria Jerman itu menegaskan bahwa ia lebih memilih untuk menciptakan nilai investasi jangka panjang dan mengembangkan talenta muda.
“Bukan gaya saya untuk bersikeras pada pemain berusia 38 tahun, bukan karena mereka tidak cukup bagus, dan Ibra tentu saja bagus, melainkan karena saya lebih suka membangun fondasi bakat baru,” ungkap Rangnick kala itu.
“Bagi saya pribadi, kurang masuk akal untuk bertaruh pada sosok seperti Ibra atau Simon Kjaer, tetapi itu adalah ide saya yang mungkin berbeda dari orang lain,” tambahnya.
Pernyataan terbuka dari Rangnick tersebut sebenarnya merupakan balasan langsung atas komentar angkuh yang dikeluarkan Ibrahimovic beberapa minggu sebelumnya.
Saat itu, legenda Swedia tersebut dengan nada meremehkan berujar kepada media bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui rekam jejak mantan bos RB Leipzig tersebut.
Namun kini, situasi di bawah kepemilikan RedBird telah mengubah segalanya, membuat kedua figur keras kepala tersebut harus mengesampingkan ego masa lalu demi masa depan Milan.





