Di tengah badai pencoretan pemain yang sedang gencar dilakukan oleh AC Milan, rupanya masih ada segelintir nama yang sukses menyelamatkan karier mereka di San Siro.
Pakar bursa transfer terkemuka, Fabrizio Romano, baru-baru ini membagikan informasi menarik mengenai dua pemain yang sebelumnya santer dikabarkan bakal segera didepak oleh klub.
Berbicara melalui kanal YouTube pribadinya, Romano menjelaskan secara merinci bagaimana Ruben Loftus-Cheek dan Yunus Musah berhasil meyakinkan pelatih Ruben Amorim untuk tetap mempertahankan mereka.
Pembuktian Loftus-Cheek di Atas Lapangan
Performa apik yang ditunjukkan oleh Loftus-Cheek, terutama saat dirinya sukses mencetak gol ke gawang Manchester United, rupanya menjadi titik balik yang krusial bagi masa depannya.

Romano membeberkan secara langsung mengenai dinamika mengejutkan yang melibatkan gelandang berkebangsaan Inggris tersebut:
“Ada banyak pembicaraan akhir-akhir ini tentang para pemain yang dicoret oleh Amorim, tetapi ada juga mereka yang dalam beberapa minggu ini telah meyakinkan Amorim, seperti misalnya Ruben Loftus-Cheek, yang mencetak gol ke gawang Manchester United.”
“Untuk pemain asal Inggris tersebut, Milan telah menerima satu ketertarikan penting dari Italia dan satu dari Inggris selama dua atau tiga minggu terakhir.”
“Milan menempatkan tawaran-tawaran tersebut dalam status siaga karena Amorim menyukai pemain itu selama sesi latihan.”
“Pada Loftus-Cheek, ini merupakan sebuah persoalan hasil kerja di atas lapangan, di mana Amorim menyukai apa yang ia lihat sehingga situasinya pun berubah.”
Hak Veto Amorim untuk Yunus Musah

Situasi yang sedikit berbeda namun sama positifnya juga dialami oleh gelandang enerjik asal Amerika Serikat, Yunus Musah.
Jika Loftus-Cheek harus membuktikan kemampuannya secara perlahan di lapangan, Amorim ternyata sudah memiliki insting dan keyakinan yang kuat terhadap potensi Musah sejak awal.
Romano kembali menjelaskan bagaimana sang pelatih dengan tegas mengambil langkah intervensi untuk mencegah kepergian sang pemain:
“Sementara contohnya dengan Musah, sang pelatih Rossoneri langsung memberi tahu manajemen untuk menunda pelepasannya karena ia yakin bahwa sang pemain dapat tampil baik bersamanya, dan dengan demikian ia memveto kepergiannya.”
Keputusan krusial yang diambil oleh Amorim ini membuktikan bahwa pintu kesempatan di skuad AC Milan selalu terbuka lebar bagi para pemain yang bersedia bekerja keras dan menunjukkan dedikasi tinggi di setiap sesi latihan maupun pertandingan resmi.





