Dida: “Donnarumma Adalah Bocah yang Sangat Pendiam”

Berita AC Milan
Photo: thesefootballtimes.co

Berita AC Milan – Beritamilan.com

Nama Nelson Dida sepertinya akan menjadi bagian tak terpisahkan dalam sejarah besar AC Milan. Dua trofi Liga Champions berhasil ia berikan untuk tim yang bermarkas di Stadion San Siro itu.

Bacaan Lainnya

Jelang pertandingan menghadapi Manchester United Jum’at nanti (19/03/2021), Dida teringat momen malam kejayaan San Siro pada 2007 silam. Kala itu I Rossonerri sukses melumat tim raksasa liga Inggris, Manchester United, dengan skor 3-0.

Berikut bincang-bincang Nelson Dida dengan harian ternama Italia, La Gazzetta dello Sport:

Tentang Kaka:

“Sesekali aku mendengar dia di telepon. Kualifikasi ke final di Athena dimulai dengan dua gol hebat dari Kaká. Momen terpenting dalam kariernya.”

Tentang perjalanan karirnya:

“Saya banyak belajar. Suatu hari nanti saya ingin menjadi seorang pelatih. Saya ingin memutuskan bagaimana menerapkan susunan pemain di lapangan.”

“Saya telah tinggal di sini sepuluh tahun. Italia membuat saya banyak berkembang. Saya tahu bahasanya dan saya belajar di Coverciano.”

“Milan adalah rumahku, bahkan untuk Kaká dan banyak lainnya. Milan membuatku tumbuh.”

Tentang Donnarumma:

“Dia adalah bakat yang luar biasa. Dia adalah anak yang sangat pendiam, tapi dia mendengar permainannya. Dia mencintai Milan dan sangat terikat dengan klub.”

“Gigio mengelola departemennya dengan baik. Selama pertandingan itu bagus untuk berteriak. Kelemahan pertamanya adalah komunikasi, tetapi sekarang dia telah mengatasinya.”

“Donnarumma telah membaik. Seorang penjaga gawang tidak bisa membiarkan dirinya memiliki kelemahan.”

Tentang cara untuk terus berkembang:

“Latihan, latihan. Gigio tinggi, memiliki tubuh yang indah dan banyak ruang untuk perbaikan. Situasi yang membuat Anda berkembang adalah pertandingan seperti melawan Rio Ave. Gigio berada di lapangan untuk rentetan penalti yang tak terbatas.”

Tentang striker:

“Untuk memenangkan permainan, Anda membutuhkan penyerang. Ingat Sheva? Sesekali saya ingat permainan itu dengan ketelitiannya.”

Tentang pertandingan melawan Manchester United:

“Gol Kjaer sangat membantu kami. Jika kami kalah, itu akan berbeda. Mereka telah memulihkan beberapa pemain, kami juga.”

Tentang sosok Kessie:

“Kekuatannya adalah ketenangan. Dia mengatakan kepada saya bahwa dia ingin mencetak gol kepada saya dengan penalti. Saya bilang dia harus menunggu karena saya harus berlatih dulu.”

Tentang sosok Ibrahimovic:

“Ibra adalah Ibra. Ketika dia merasa suka, maka dia akan mengambilnya (penalti). Menaruh bola di tempat dan memutuskan hasil permainannya.” tutup Dida.

 

 

Pos terkait