Kabar mengejutkan datang dari ruang ganti AC Milan setelah Corriere della Sera pagi ini mengungkapkan adanya pertengkaran antara Zlatan Ibrahimovic dan pelatih kepala Massimiliano Allegri.
Kabar perpecahan ini memberikan kita kesempatan untuk melihat kembali dan merenungkan frasa-frasa manis yang pernah diucapkan oleh pria asal Swedia itu saat menyambut kembalinya sang teknisi asal Livorno sebagai pelatih Iblis Merah musim ini.
Berikut adalah kutipan-kutipan wawancara Zlatan Ibrahimovic yang sempat memuji Allegri setinggi langit sebelum insiden pertengkaran ini mencuat ke publik.
Oktober 2025 – Wawancara La Gazzetta dello Sport
“Saya membuat dia memenangkan trofi pertamanya. Di Milan saat itu semuanya adalah juara, hal yang sulit adalah menaruh mereka di bangku cadangan. Dia sangat pandai mengelola.”
“Sekarang berbeda, ada lebih sedikit ego dari pemain bintang. Dan Allegri telah melakukan perjalanannya, dia telah memenangkan banyak hal, dia tahu bagaimana melakukannya. Klub telah mengambil pelatih yang memberikan keseimbangan dan stabilitas. Dia membawa apa yang kurang, yaitu pengalaman.”
Maret 2026 – Wawancara CBS Sports Golazo
“Saya juga memiliki Allegri sebagai pelatih. Dia sangat pandai berhubungan dengan pemain, dalam manajemen grup, yang dia lakukan dengan cara yang fantastis.”
“Allegri telah memenangkan trofi di klub ini, dan dia sudah menunjukkan kehebatannya saat melatih saya. Dia memiliki karakter, juga karena tidak mudah ketika saya bermain, mengingat ada pemain lain dengan banyak karakter seperti Seedorf atau Cassano.”
“Kami tidak takut untuk mengatakan sesuatu, tetapi Allegri harus memikirkan yang terbaik untuk grup, bukan individu. Dia harus memikirkan untuk melakukan yang terbaik untuk tim, dan dia melakukannya dengan sangat baik, dan dia menyampaikannya kepada tim hari ini juga.”
“Para pemain saat itu berbeda dengan yang sekarang. Mungkin yang sekarang memiliki sedikit karakter, dia ingin memiliki lebih banyak.”
“Bekerja dengan Allegri itu mudah. Dia memiliki pengalaman, dia pernah berada di klub-klub hebat. Dia adalah seorang pemenang, dan berada di Milan bukan untuk semua orang. Dia mengerti apa artinya berada di Milan, jadi dia hanya perlu memahamkannya kepada para pemain.”
“Kecuali kepada Modric. Anda tidak perlu menjelaskan apa pun kepada Modric. Kemudian kami juga memiliki Rabiot di tim yang bagi saya berada di level yang berbeda. Aneh karena di tim kami memiliki Maignan, Nkunku yang tiba tahun ini, dan Rabiot. Saya bermain dengan mereka ketika mereka berusia 17 tahun di PSG, dan hari ini mereka semua ada di sini di Milan.”
Sambil menanti kejelasan rumor pertengkaran di internal Casa Milan, pastikan Anda tetap tampil gaya dengan Kaos AC Milan keren ini melalui 👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee sekarang juga!
Analisis Redaksi

Kabar pertengkaran antara Zlatan Ibrahimovic dan Massimiliano Allegri ini bagaikan petir di siang bolong bagi kubu Iblis Merah yang sedang berjuang keras mengamankan tiket Liga Champions.
Membaca kembali deretan pujian Ibra beberapa bulan yang lalu membuat situasi saat ini terasa sangat ironis. Zlatan secara terang-terangan pernah memuji kemampuan Allegri dalam mengelola ruang ganti dan menyatukan ego para pemain.
Namun, tekanan hasil buruk dan permainan tim yang jauh dari ekspektasi tampaknya telah merusak harmoni di antara kedua figur penting tersebut. Zlatan, dengan mentalitas juaranya yang kental, sangat mungkin merasa frustrasi melihat skuad Milan yang sering tampil lembek dan tanpa determinasi di bawah asuhan Allegri musim ini.
Jika sosok sekaliber Ibrahimovic saja sudah mulai berselisih paham dengan sang pelatih, ini adalah sinyal bahaya tingkat tinggi bahwa taktik dan metode Allegri mungkin sudah tidak lagi dihormati di ruang ganti Milanello.





