Ada pemain yang kelasnya tak pernah hilang, tak peduli berapa lama ia harus menunggu momen untuk kembali bersinar. Di Mapei Stadium, sang maestro lini tengah Rossoneri membuktikannya lewat satu umpan yang mengubah jalannya pertandingan.
Dalam gol Adrien Rabiot ke gawang Sassuolo, Luka Modric mencatat assist pertamanya musim ini. Sebuah kontribusi yang mungkin terasa kecil di atas kertas, tetapi sarat makna bagi lini tengah Milan. Bagaimana gol itu tercipta, dan apa kata Ruben Amorim tentang serangan timnya? Simak ulasannya berikut ini.
Umpan Emas Modric untuk Gol Roket Rabiot
Milan unggul atas Sassuolo berkat gol indah Adrien Rabiot. Sang gelandang Prancis mengalahkan Muric lewat tendangan kaki kiri yang kuat dan bersarang di tiang dekat. Umpan penentu gol tersebut datang dari Luka Modric, yang masuk di awal babak kedua menggantikan Pervis Estupinan.
Dengan demikian, Modric resmi mencatat assist pertamanya musim ini, sebuah bukti bahwa kehadirannya langsung memberi dampak begitu menginjak lapangan.
Berikut rangkuman fakta penting dari momen tersebut:
- Pencetak gol: Adrien Rabiot, lewat tendangan kaki kiri yang kuat ke tiang dekat.
- Pemberi assist: Luka Modric, assist pertamanya musim ini.
- Kiper yang dikalahkan: Muric, penjaga gawang Sassuolo.
- Pergantian pemain: Modric masuk di awal babak kedua menggantikan Pervis Estupinan.
Amorim: Langkah Terakhir Menuju Serangan yang Lebih Tajam
Usai pertandingan, Ruben Amorim diwawancarai Sky dan berbicara soal fase menyerang Il Diavolo. Sang pelatih mengakui masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan di sepertiga akhir lapangan:
“Sekarang kami sedang bekerja pada pembangunan serangan, dan hal itu terlihat di beberapa fase pertandingan. Namun, kami harus bekerja lebih baik pada kombinasi di sepertiga akhir lapangan. Sebenarnya terkadang mereka berhasil menutup kami di lini tengah dan menghalangi jalan kami di sisi kiri, dan pada momen-momen itu seharusnya kami mulai lebih banyak mencari pemain di dalam lapangan. Kami sedang mencobanya, dan bisa dikatakan ini adalah langkah terakhir, atau setidaknya salah satu langkah terakhir, untuk bisa lebih sering menembak ke gawang dengan ancaman yang lebih besar.”
Tua-tua keladi, makin tua makin menjadi. Modric kembali membuktikan bahwa kelas dan pengalaman tak pernah lekang oleh waktu, dan Rossoneri berharap umpan-umpan emasnya terus mengalir. Forza Milan, sempre!





