Berita

Amorim Tolak Bangga dengan Rekor Tak Terkalahkan: “Bagi Saya, Hari Ini Saya Kalah!”

×

Amorim Tolak Bangga dengan Rekor Tak Terkalahkan: “Bagi Saya, Hari Ini Saya Kalah!”

Sebarkan artikel ini
Ruben Amorim
Ruben Amorim

Ada pelatih yang bangga dengan angka, dan ada pelatih yang justru muak ketika angka dijadikan tameng. Di ruang konferensi pers Mapei Stadium, Ruben Amorim jelas termasuk yang kedua: rekor tak terkalahkan baginya tidak ada artinya ketika poin-poin berharga lepas dari genggaman.

Amorim menepis pembicaraan soal rekor tak terkalahkannya sebagai pelatih di Serie A, mengingat dua poin yang terbuang saat AC Milan hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Sassuolo pada Minggu malam. Apa saja yang dikatakan sang pelatih dalam konferensi pers? Simak selengkapnya.

Lima Menit Fatal Usai Gol Rabiot

Gol Adrien Rabiot di menit ke-63 membuka jalan bagi Milan, tetapi gol penyama kedudukan Odenthal lima menit kemudian menarik Rossoneri kembali ke bawah, dan mereka tak mampu menemukan gol kemenangan.

Pertandingan ini terbagi menjadi tiga bagian. Milan mendominasi bagian tengah laga, sebelum dan sesudah jeda, setelah memulai dengan lambat. Pada bagian akhir, pertandingan berjalan cukup terbuka, dengan Neroverdi menciptakan peluang yang membuat mereka merasa bisa menang juga.

Setelah berbicara di depan kamera Sky, Amorim hadir di ruang konferensi pers untuk menyampaikan pandangan lanjutan atas malam yang membuat frustrasi itu. Ketika ditanya bagaimana ia menjelaskan lima menit setelah gol pembuka, ia menjawab:

“Ada banyak alasan. Yang penting adalah setelah gol, seharusnya kami mengelola bola dengan lebih baik, tetapi justru kami mencoba menekan seperti yang kami lakukan dan sering mendapati diri kami dalam situasi satu lawan satu. Tidak ada situasi yang jelas.”

“Hal-hal ini sulit dipahami, tetapi memang terjadi. Kami kebobolan sepak pojok, tetapi kami tidak boleh kebobolan gol itu. Di babak kedua, kami mengubah pertandingan menjadi transisi. Ada beberapa hal yang bisa kami perbaiki.”

Amorim juga dihadapkan pada kesan bahwa di menit-menit akhir, tim tampak kurang lapar dan kurang berhasrat. Ia menanggapi:

“Karena saya tidak berpikir Anda menyerang lebih banyak jika punya lebih banyak penyerang. Lebih banyak gelandang terkadang membantu Anda menyerang lebih banyak. Mengapa saya tidak memasukkan penyerang lain setelah gol penyama mereka? Saya ingin bermain dengan cara yang sama seperti yang kami lakukan. Karena tidak penting siapa yang menciptakan peluang. Ini soal momen.”

“Kami perlu memahami bagaimana pertandingan berubah setelah gol. Kami mencoba melakukannya, tetapi dalam tiga menit sebelum gol, kami membuat keputusan yang salah.”

Soal Tembakan dari Luar Kotak dan Mentalitas Milan

Adrien Rabiot
Adrien Rabiot

Sorotan lain tertuju pada minimnya pemain yang berani mengambil tanggung jawab untuk menembak. Adrien Rabiot menjadi satu-satunya yang melakukannya malam itu. Amorim menjelaskan:

“Tergantung. Anda harus memahami bahwa 95% gol datang dari dalam kotak penalti. Terkadang kami juga bisa mencetak gol dari luar kotak, tetapi kami harus memahami di mana kami mampu mencetak gol.”

“Kami perlu meningkatkan umpan silang, yang seharusnya bisa kami lakukan lebih baik hari ini. Soal tembakan, saya rasa para pemain saya tidak takut menembak dari luar kotak, mereka hanya tidak menganggap itu saat yang tepat.”

Ketika ditanya apakah ada masalah mentalitas di tubuh Milan, sang pelatih menjawab:

“Saya tidak tahu apakah ini masalah mentalitas, karena saya tidak tahu apakah intinya adalah, ‘Saya sudah mencetak gol, jadi saya akan bertahan.’ Saya rasa ini soal pengalaman, tetapi kita harus menyelesaikan pertandingan, mematikannya, mengambil waktu saat dibutuhkan.”

“Akan ada hal-hal yang kami perbaiki sepanjang musim, tetapi ada hal-hal yang seharusnya bisa kami lakukan lebih baik di awal.”

Sementara itu, soal kesan bahwa Milan terkadang seperti “mematikan lampu”, Amorim memberi jawaban berikut:

“Terkadang, ya, tetapi tidak di pertandingan ini. Saya lebih sering melihatnya di laga lain daripada hari ini, tetapi saya rasa kami juga tim yang terkadang kehilangan intensitas namun kemudian kembali ke dalam permainan. Kami mencoba bermain dengan cara berbeda dan kami akan membaik.”

Berikut poin-poin kunci dari pernyataan Amorim sejauh ini:

  • Setelah gol Rabiot: Milan seharusnya mengelola bola lebih baik, bukan terus menekan dan masuk ke situasi satu lawan satu.
  • Gol penyama Sassuolo: Milan kebobolan dari sepak pojok, sesuatu yang menurut Amorim tidak boleh terjadi.
  • Soal penyerang tambahan: Amorim sengaja tidak memasukkan penyerang lain karena ingin mempertahankan cara bermain yang sama.
  • Tembakan dari luar kotak: para pemain tidak takut menembak, hanya menganggap momennya belum tepat.
  • Masalah yang perlu dibenahi: kualitas umpan silang dan kemampuan menuntaskan pertandingan.

Rekor Tak Terkalahkan dan Perbandingan dengan Laga Torino

Milan masih belum terkalahkan di liga, berbeda dengan di Europa League. Ketika ditanya apakah laga melawan Salzburg kini menjadi krusial, Amorim menjawab dengan tegas:

“Setiap pertandingan penting di sini. Di pekerjaan terakhir saya, saya tampil buruk di liga tetapi menang di Eropa. Bagi saya, tak terkalahkan tidak berarti apa-apa. Itu tidak penting bagi saya. Bagi saya, saya kalah hari ini.”

“Saya tidak ingin menjadi pelatih tak terkalahkan yang tetap kehilangan poin, karena tiga hasil imbang adalah tiga poin, jadi seperti memenangi satu laga dan kalah dua. Kami harus menang, dan kami akan menang. Dan kami tidak tak terkalahkan, karena kami masih membuang poin.”

Pertanyaan berikutnya menyoroti bahwa versi Milan yang terlihat saat laga persahabatan melawan Manchester United belum terlihat lagi sejak pertandingan di Wroclaw. Amorim menanggapi:

“Tergantung. Saya melihat tim dan saya tahu kami membaik. Ada hal-hal yang perlu disesuaikan, tetapi kami berusaha untuk selalu dominan, namun terkadang itu sulit.”

“Saya rasa ini bukan pertandingan terbaik kami melawan Torino. Saya rasa kami bermain lebih baik hari ini dibanding melawan Torino. Saya mengerti, saya menerima semua pendapat, tetapi saya rasa kami lebih baik hari ini.”

Ketika diminta menjelaskan alasannya, Amorim menegaskan:

“Karena kami punya lebih banyak rotasi, kami memahami momen-momen pertandingan dengan lebih baik. Dan kalau Anda ingat babak pertama melawan Torino, kami sangat statis. Hari ini kami selalu bertahan satu lawan satu. Kami kesulitan dengan beberapa transisi, tetapi hari ini kami bermain lebih baik daripada melawan Torino.”

Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian; bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Pahitnya malam di Mapei adalah harga yang harus dibayar Rossoneri untuk meraih kejayaan di ujung perjalanan.

DAFTAR DONATUR BERITAMILAN.COM BULAN INI

No. Nama Donatur Besaran Donasi
1. David Togar Rp 88.888

Situs Beritamilan.com dikelola dengan sumber daya finansial yang terbatas, bantu admin untuk mempertahankan situs ini dengan donasi ke nomor DANA:

0816598786

(Jangan lupa untuk menyertakan nama atau inisial pada catatan transfer untuk keperluan pembaruan peringkat donatur secara berkala.)

FORZA MILAN SEMPRE!